Mari Bergembira

Apa mungkin kiamat memang sudah dekat?

Maksudku tentu bukan kiamat skala besar yang takdirnya hanya Tuhan yang mengetahui.

Namun kiamat kecil di antara kita.

Oh, aku merasakan dunia semakin hampa.

Kata “Na” tidak memuaskanku untuk diletakkan di depan percakapan.

Begitu juga janji “sampai nanti” yang lebih sering tanpa arti.

Atau mungkin,

Memang aku perlu menarik diri sedikit.

Seperti yang selalu aku bisikkan kepada diri sendiri sejak berbulan-bulan silam.

Tak pernah berhasil.

Semoga hanya aku.

Selamat malam, bersenang-senanglah bersama malam.

Masih panjang.

Lampu masih bersinar mungkin sampai sejam kemudian.

Mari bergembira!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s