Surat untuk Papah: Tools Penerjemahan

Salammu alaikum, Papah,

dulu waktu aku sering dimintai tolong oleh Papah untuk menerjemahkan dokumen berbahasa Inggris ke bahasa Indonesia, Papah pernah menyarankan aku menggunakan bantuan komputer. Papah bilang, sekarang sudah bisa internet membantu menerjemahkan teks ke dalam bahasa apa pun. Waktu itu aku menolak, karena Google Translate tentu tidak akan menerjemahkan sebagus manusia. Masih banyak kesalahan.

Sekarang dunia berkembang, Pah. Aku sedang menonton ulasan tentang MateCat dan LexiQA. Tools yang pertama aku sebutkan itu membantu menerjemahkan dokumen, lebih canggih dan lebih bagus dibandingkan Google Translate. MateCate menyimpan hasil penerjemahan, yang nanti akan muncul saat sedang menerjemahkan teks lain yang memilki kalimat atau kata yang sama dengan teks sebelumnya. Dia juga memungkinkan untuk menghitung jumlah kata, waktu kerja dan bahkan biaya yang harus dikeluakan, jika penerjemah harus membagi pekerjaannya dan meminta penerjemah lain untuk menerjemahkan sebagian dari teksnya. Tidak hanya itu, penerjemahan yang salah pun bisa disunting langsung di website tersebut.

Bentuknya memang website, Pah, jadi tidak perlu susah-susah download. Tinggal buka browser dan masukan dokumen yang diperlukan, dan.. taraaa muncullah terjemahannya yang dibagi ke dalam tiap kalimat. Dia bahkan bisa mendukung sampai 69 program komputer, seperti Word bahkan PDF, jadi ga perlu copy-paste seperti pada Google.

Software ini juga berteman baik dengan LexiQA atau software linguistic quality assurance, jadi, jika nanti ada kesalahan linguistik yang terjadi dalam penerjemahan, akan langsung ditandai deh tuh pada kedua dokumennya. Kalau dalam dokumen asli ditulis 12, lalu dalam terjemahan ditulis 11, tentu akan langsung terlihat. Benar-benar menghemat waktu penyuntingan!

Sejak tiga tahun lalu, banyak hal terjadi, Pah. Kedua tools ini juga baru ada mungkin 2-3 tahun. Teknologi benar-benar berubah. Sayangnya Papah tidak bisa merasakannya. Oh iya, Pah, waktu lebaran lalu aku teringat Papah saat sedang laporan acara Iedul Fitri di masjid. Aku ingat dulu Papah meminta aku untuk menyunting teks ceramah yang menjadi pegangan Papah saat acara yang sama. Kertas yang kemudian lecek karena Papah gunakan untuk latihan.

Semoga ilmu yang aku miliki bisa berguna untuk Papah dan keluarga, juga untuk orang banyak. Apa kabar Papah dan Aadit di sana? Kami merindukan kalian.

 

Salam rindu,

Ajeng

Advertisements

One thought on “Surat untuk Papah: Tools Penerjemahan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s