Yeay, Indonesia Lagi!

Sejak dua minggu lalu gue tiba di rumah. Sengaja memang di saat semester belum berlalu dan lebaran masih lama, karena kakak gue hari minggu (14/5) menikah. Yeay. Alhamdulillah. Mereka dengan baik hatinya mau nunnguin gue pulang, agar semua anggota keluarga berkumpul. Smooch.

Tidak seperti biasanya, gue terhindar dari bahaya laten diare. Mungkin karena gue memang sedang tidak ingin makan sambel dan sudah sadar dari pengalaman sebelum-sebelumnya: gue akan diare kalau makan sambel di sini. Malam pertama di rumah bisa gue lewatkan tanpa insomnia, gue tidur sebelum tengah malam dan bangun normal jam delapan atau sembilan pagi. Siang harinya gue ngantuk banget, tapi masih beranggapan itu bukan jetlag cyin. Waktu di pesawat dari Hamburg ke Dubai itu memang gue sengaja engga tidur, biar capek dan di rumah langsung tidur. Jadi, gue hanya total tidur selama empat jam selama total perjalanan (dengan transit) 17 jam.

Mengira tidak jetlag, tapi kok gue jadi tidur melulu ya. Hari-hari berikutnya tidak gue lalui tanpa tidur siang. Atau tidur jam sembilan malam, kebangun tengah malam lalu tidur lagi jam dua atau tiga pagi. Paling parah saat malam sebelum kakak gue menikah. Gue tidur jam sembilang malam dan terbangun kelapanan pada tengah malam. Niatnya tidur setelah makan tengah malam, eh.. tepat banget saudara-saudara gue dari Sumedang datang. Rameee rameee dan gue pun tidak tidur lagi, walau semua orang pada akhirnya sempat tidur lagi sampai subuh.

Gue bukan orang yang bisa dengan mudah bangun tengah malam atau subuh, jadi, dari pada nanti gue susah bangun atau grumpy karena tidur terpotong, jadilah gue engga tidur. Hebatnya, atau karena memang terbiasa karena tesis kemarin, gue engga ngantuk, sampai setelah acara resepsi selesai. Menjelang maghribΒ gue tepar dengan sukses dan Β terbangun jam malam-malam. Derita jetlag tidak berakhir ternyata.

Anyway, gue di Indo sampai habis lebaran. Hore pulangnya tumben (sedikit) lama. Kalau pertanyaan teman kosan gue mah, “Lo ga kuliah?”. Kagak cyyyiin, Alhamdulillah akhirnya gue lulus kuliah juga. Setelah perjuangan panjang itu. Setelah kurang tidur berbulan-bulan dan tiap malam didatangi oleh profesor dan tesis di alam mimpi.

Ijazah gue tapi belum jadi, karena nilai gue pun baru keluar dua minggu lalu, tepat saat gue akan terbang pulang. Untuk nilai tesis tersebut gue harus menunggu selama dua bulan. Profesor-profesor gue sibuk, jadi tidak bisa langsung mengeluarkan nilai. Apa lagi ujian lisan gue bukan tentang tesis, tetapi tentang Β tiga tema lain yang berkaita dengan tema yang pernah gue ambil selama kuliah. Karena itu, profesor-profesor memiliki waktu yang lebih leluasa untuk menilai tesis gue. Semakin lama profesor menilai tesis, semakin lama ijazah gue keluar, yaitu enam sampai delapan minggu setelah gue daftar ijazah. Iya daftar, kalau gue engga daftar dengan mengisikan formulir khusus, engga akan diproses-proses deh tuh si ijazah, karena bagian TU engga tau apakah mahasiswanya masih harus mengikuti ujian di mata kuliah pilihan.

Oh iya, bulan lalu gue liburan ke Venesia. Selain tentang itu, gue juga mau menulis tentang liburan kali ini di Indonesia dan suka duka nulis tesis kemarin. Tidak hanya itu, gue juga masih ada hutang masukin foto-foto ke tulisan tentang liburan ke tiga negara di laut Baltik Oktober lalu. Semangat!

Advertisements

8 thoughts on “Yeay, Indonesia Lagi!

  1. zilko says:

    Asyiknya liburan di Indonesia!! Hehehe πŸ˜€ . Jetlag-nya memang sadis banget ya, hahaha, ya gitu deh kalau terbang jarak jauh ke arah timur πŸ˜› .

    Dan congrats sudah lulus!!!! πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s