Siapa yang tadi pagi mencakar?

Tadi di tempat fitnes, untuk membuka percakapan dengan peserta, trainer kami bertanya, “Wer hat heute morgen gekratzt?” dan beberapa dari peserta yang memiliki mobil pribadi mengangguk sambil mengeluh.

Secara literaris pertanyaan dia diterjemahkan menjadi: “siapa yang tadi pagi menggaruk/mencakar?” Selanjutnya saya akan menggunakan istilah “mencakar” saja. Pertanyaan ini memang terdengar aneh, apa lagi jawaban dari pertanyaan tersebut adalah anggukan dari peserta yang memiliki mobil pribadi sebagai sarana transportasi, misalnya dari rumah ke tempat fitnes. Oleh karena itu, untuk mengerti pertanyaan tersebut harus diketahui konteks pertanyaan dan juga pengetahuan dasar yang bisa melatarbelakangi pengajuan pertanyaan tersebut.

Seminggu terakhir ini cuaca di Hamburg semakin dingin, begitu juga tadi pagi, semua beku terselimuti es, seperti dedaunan (baik yang masih di ranting pohon atau yang sudah berjatuhan di tanah), jalanan, selain itu juga kaca mobil. Terutama bagian depan. Sebelum menggunakan mobil, biasanya pengendara mobil akan menghilangkan es tersebut dengan sebuah alat semacam sekop tapi bentuknya kecil, pas sekali ukurannya untuk tangan, seperti foto di bawah ini.

Alat Eiskratzer (pencakar es) ini ditekan dengan kemiringan 45 derajat dari kaca, lalu di dorong sampai es yang menempel di kaca ikut terbawa pergi dari kaca mobil. Prinsipnya sama seperti menghilangkan es di jalanan dengan penggunakan sekop.

eiskratzer-muessen-grossen-druck-aushalten-und-gut-in-der-hand-liegen

Eiskratzer – pencakar es

Alat tersebut dinamakan Eiskratzer atau “pencakar es” dan kegiatan menghilangkan es dari kaca mobil adalah Eis kratzen atau “pencakar es”. Jika kita mengetahui situasi yang melatar belakangi pertanyaan”siapa yang tadi pagi mencakar?”, tentu saja kita bisa langsung mengerti makna sebenarnya dari “mencakar” pada pertanyaan di atas.

Konteks yang mempengaruhi sebuah ungkapan seperti di atas adalah situasi ungkapan yang relevan dan berguna untuk pemahanan manusia. Termasuk ke dalamnya adalah pembicara dan lawan bicara, waktu, dan tempat (Meibauer 2001: 1-10). Maka dari itu, tidak heran jika peserta fitnes langsung mengerti apa yang dibicarakan trainer kami, karena syarat-syarat konteks situasinya relevan.

Kita, sebagai orang Indonesia, tentu akan kesulitan untuk memahami ungkapan tersebut, karena negara kita tidak bersalju dan kita belum pernah mempunyai pengalaman membersihkan es dari kaca mobil. Saya sendiri memerlukan waktu beberapa detik, sebelum mengerti pertanyaan tersebut, karena terakhir kali saya membersihkan kaca mobil dari es adalah tahun 2011 dan sejak itu tidak pernah lagi berurusan dengan mobil dan es.

Dalam linguistik, ilmu yang digunakan untuk memahami sebuah ungkapan berdasarkan situasi konteks ungkapannya adalah ilmu pragmatik. Jangan tertukar dengan semantik, yang hanya membedah sebuah ungkapan berdasarkan makna literarisnya, ya. Salah satu contohnya sudah saya jabarkan di atas. Jika dilihat dari makna semantik, tentu saja pertanyaan di atas tidak relevan dengan situasi di tempat fitnes, juga terdengar aneh: untuk apa trainer ingin mengetahui siapa yang tadi pagi mencakar? Dan objek yang dicakar tadi pagi juga tidak jelas dalam pertanyaan tersebut.

Kata kunci dari pragmatik adalah ungkapan dan konteks situasi, selain juga kognitif, sosial, kebudayaan, makna non-literaris, Halliday, non-gramatik dan fungsi. Kata kunci yang terakhir ini sangat penting, tanpa pragmatik, sebuah ungkapan tidak dapat dimengerti. Jika ungkapan tersebut tidak dimengerti, fungsi bahasa tidak berjalan. Hanya sebagai susunan kalimat. Tanpa fungsi bahasa, tentu saja tidak akan terjadi komunikasi.

Jika pertanyaan “siapa yang tadi pagi mencakar?” ditujukan kepada sekumpulan orang Indonesia yang baru seminggu datang dari Indonesia, tentu saja tidak akan terjadi komunikasi yang sebenarnya diharapkan pembicara. Yang ada semua akan senyum malu-malu dan mengangguk-angguk saja, walau tidak mengerti.

Oleh karena itu, ketika mendengar sebuah ungkapan,maknailah dengan melihatnya juga dari situasi yang melatar belakanginya.

 

Advertisements

3 thoughts on “Siapa yang tadi pagi mencakar?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s