Herbsttrip: Tallinn (2)

Sambungan dari Herbsttrip: Tallinn (1)

Selama di sana, selain lihat-lihat kotanya, gue juga ke Energy discover center yang ciamik banget. Harga tiket satu hari sembilan euro. Ini museum bukan cuman buat dilihatin saja, tapi juga sangat interaktif. Semua percobaan di sana boleh dicoba. Sampai alat Morse yang sangat jadul pun ada. Jam tertentu juga ada ada penjelasan live tentang suatu topik, yang gue ikutin kemarin tentang listrik statis. Bagaimana listrik statis terbentuk, apakah berbahaya, dan kami bisa merasakannya sendiri. Ada sebuah alat berbentu bulat, kelihatan terbuat dari besi atau logam. Kita akan dikasih sebuah tongkat yang juga terbuat dari logam dan dengan tongkat tersebut kita menyentuh bola tersebut yang sebelumnya dinyalakan dulu oleh Mbak attendance. Tidak perlu menunggu lama, kita akan merasakan listrik menjalar melalu tangan dan sekujur tubuh. Untuk yang tidak berjilbab seperti gue, pasti tau dong, rambutnya akan berdiri. Sama halnya jika kita menggosok-gosokan balon udara ke rambut lalu mengangkatnya sedikit, rambut akan ikut terangkat.

Yang bikin gue shock saat di Tallinn adalah ketika gue harus turun jadi tram di tengah jalan. Awalnya gue ga ngeh, karena saat itu malam, kok di belakang sana ada mobil, apakah ini sebuah parkiran? Besoknya gue bengong seribu bahasa, dan ga berani naik tram kalau cuman sendirian. Aku takut pas nyeberang mau naik eh ada mobil lewat -_- Halte bisnya sih biasa ya di pinggir jalan, tetapi tram tersebut berhenti di tengah jalan dan penumpang yang mau naik atau turun ya harus menyeberangi jalan. Pernah di satu waktu, gue melihat seorang Ibu tua jatuh di tengah jalan, karena dia terburu-buru mau naik tram yang gue naiki. Belum juga dia bangun, tram gue sudah pergi. Depan belakang dia mobil. Serem gak, sih?

Selain soal tramnya ini, gue suka banget dengan Tallinn. Terutama old town, benar-benar berasa balik ke jaman tahun 13an. Karena sama-sama hanseatic town seperti Hamburg dan Bremen, gue rasanya kembali ke Jerman kalau lihat tulisan Hansa di mana-mana :p Gue suka bangunan-bangunan di kota tuanya, benar-benar masih cantik dan terjaga. Masih digunakan kok, walau fungsinya berubah, misalnya jadi restauran.

Sebelum ke Tallinn, sebaiknya rajin olah raga dulu, karena kontur jalannya naik turun. Apa lagi saat harus ke Toompea Hills, lumayan juga menaiki anak tangganya. Memang sih ada dua jalan, bisa dari tangga atau dari tengah kota tua, kebetulan gue kemarin itu dari tangga. Karena engga mau capai, gue naiknya perlahan-lahan, tapiiii begitu sampai atas, es hat sich alles gelöhnt, semuanya terbayarkan. Pemadangannya indah banget! Ga nyesel deh.

Di atas situ ada yang jualan kacang bakar di gerobak dan berpakaian layaknya tahun 13an, masya Allah wangi kacang dan pemandangannya bersatu padan banget. Serasa lagi meninggalkan kehidupan modern. Hahaha.

Kota modern-nya Tallinn juga cantik. Gue masih suka. Memang di kota penuh, tapi sepertinya masih biasa saja, dibandingkan dengan Berlin. Huehehe. Kalau di Berlin setiap sudut kota ada saja turis bawa peta, di Tallinn turis-turis hanya banyak terlihat di kota tua. Di tengah kota kebanyakan native.

Kalau di luar kota dan punya tiket harian, gue suka naik turun kendaraan umum seenak hati. Begitu juga yang gue lakukan di Tallinn. Gue asal pilih bis dan sampailah di tempat antah berantah. Sayangnya saat gue kaki gue pegal banget dan udara sudah mulai dingin, jadi gue engga melanjutkannya dengan jalan kaki. Padahal seneng banget waktu liat laut, rasanya mau duduk di taman itu menghadap laut. Atau ingin lanjut naik bis ke bagian pelabuhan yatch. Mungkin lain kali 🙂

Selanjutnya gue akan cerita tentang Riga, ya! Foto-foto menyusul ya. Belum sempat edit. Kalau mau lihat di Instagram gue juga boleh. See ya!

*Herbst: kata bahasa Jerman untuk musim gugur

Tulisan terkait:

Herbsttrip 2016

Herbsttrip: Tallinn (1)

Herbstrip: Tallinn (2)

Herbstrip: Riga (1)

Herbsttrip: Riga (2)

Herbsttrip: Riga (3)

Advertisements

5 thoughts on “Herbsttrip: Tallinn (2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s