Herbsttrip: Riga (3)

Gue bangun pagi-pagi dan langsung menuju old town, gue lihat di internet kalau ada dua tempat yang belum gue kunjungi. Bergegaslah gue ke sana. Tempat pertama itu Riga Dome, berbeda dengan Riga Dom. Pas gue berada di depannya, gue sadar: ini mah tempat yang kemarin gue lihat dan ga gubris.

Itu gedung aneh banget letaknya. Gedungnya memanjang. Depannya lahan kosong, tapi cuman sampai 3/4 gedung, karena sisanya ada gedung lain di depannya. Di gedung tersebut tempat gue beli oleh-oleh kemarin. Jadi, jangan harap bisa memotret keseluruhan Rigas Dome dari depan, karena engga akan bisa. Gue ga suka tata kota old town ini.

Gedung selanjutnya yang jadi tujuan gue adalah three brothers. Begitu gue sampai di sana. Lah, ini mah yang gue lihat kemarin. Cafe depan situ yang kata orang-orang di tripadvisor cozy dan kuenya paling enak sekota, ternyata cafe yang pintunya gue foto-fotoin kemarin. Ini mah, ngapain gue bangun pagi demi liat dan moto mereka, lah kemarin pan udah.

Gue juga ga suka tata bangunan si tiga sodara lelaki itu. Ada gedung yang letaknya beberapa meter di belakang gedung yang lain. Dan tentu saja memotret dari depan tidak memungkinkan, karena jalanan di depannya kecil dan sudah ada bangunan lain. Dari situ, gue merasa gue ga suka tata kota ini dan gue ga suka kota ini.

Mungkin kalau gue datang saat summer akan berbeda ya. Gue ga suka di sana selain itu karena dingin dan sangat berangin. Kotanya cantik, tapi hanya di old town, di tengah kota mah sama saja kaya metropol lainnya. Gedung tingkat dan mall. Lebih jauh lain, tempatnya spooky, seperti yang ga sengaja gue pijak semalam. Bangunannya banyak yang terlihat hancur.

Balik ke hostel tadinya gue mau naik tram lagi, tapi gue melihat bangunan lain yang terlihat seperti gereja megah, jadi gue samperin dengan jalan kaki. Ternyata memang gereja. Besar dan megah. Warnanya emas. Gue sempat masuk sebentar, namun keluar lagi, karena mereka sedang ada ibadah dan gue ga suka bau semacam dupa di dalamnya.

Kalau ga salah, waktu itu internet di hp gue nyala. Jadi gue ikutin aja untuk jalan kaki lewat mana. Eh di jalan gue malah ketemu Lido. Langsung aja masuk untuk sarapan. Pas di sanaaa, ternyata menu makan siang sudah ada. Jadilah pagi itu gue dilihat aneh oleh pekerjanya karena gue makan sate ayam dan kentang pagi-pagi. Baeh ah, gue itu penasaran Ceuceu. Soalnya (lagi-lagi) Rika bilang sate ayamnya enak dan di dua Lido yang sebelumnya gue makan di sana, menu itu engga ada.

Dengan perut kenyang dan hati puas, gue pun melanjutakan perjalanan. Di tengah jalan, gue memutuskan ke mini market, mau beli cokelat. Lupa beli oleh-oleh eyke cyin. Mini market yang gue masukin ternyata semacam drug store dan isinya produk Rossmann semua. Eh lah, berasa balik ke Jerman. Supermarket yang seharusnya ada di dekat hostel tidak gue temukan, jadi gue masuk ke mall yang letaknya di seberang hostel.

Gue ga lama di sana, langsung ke Supermarket ke bagian cokelat. Cokelat merek Laina enak sekali sodara-sodara, kalau ke sana, harus beli cokelat ini. Cobain yang rasa strawberry joghurt deh, ada yang popping di mulut begitu cokelat lumer di mulut kita.

Lagi-lagi, sebagai orang überpünktlich, gue datang kecepetan loh di airport. HAHAHAHA. Terus saat itu gue males banget untuk ke shelter untuk cek dokumen. Gue masuk tanpa cek dokumen terlebih dahulu. Padahal di dalam itu sama saja gue harus menunggu lagi. Selama menunggu di dalam, gue gunakan untuk menelepon Emak di rumah.

Saat antri mau masuk pesawat, koper gue dikasih baggage tag gratis. Katanya di dalam pesawat penuh, jadinya koper gue dimasukin bagasi aja tanpa bayar. Gue sih asik-asik aja, lah enak dong engga berat dan ga ribet. Tapi pas boarding pass gue dicek, si Mbaknya bilang, “Lain kali cek dokumen dulu, Ceu” dengan muka cemberut. Muhun, Teh.

Pengalaman kocak adalah ketika masuk ke dalam pesawat. Jadi, saat terbang dari Bremen ke Tallinn, ada salah satu pramugara yang bilang “terima kasih” dengan bahasa Indoensia, begitu gue kasih lihat boarding pass gue. Nah, saat gue masuk pesawat di Riga ini, ada dia lagi. Jreng!

Kami berdua sudah kaya dua orang kenal sudah lama yang senang bertemu kembali dan kami berdua engga menyangka bisa bertemu pulang pergi begini, “Wow, it’s you again!” Setelah basa basi sedikit, masuk lah gue ke dalam pesawat.

Sebenarnya di sana gue rada khawatir dan menyesal menitipkan koper di bagasi. Gue cuman punya waktu satu jam dari pesawat landing sampai bis gue berangkat ke Hamburg. Dan tram dari airport ke kota kira-kira 20 menit. Kalau bisnya kelewat.. boom! Mesti keluar uang lagi buat cari kereta atau bis selanjutnya.

Telat memang menjadi ketakutan terbesar gue, karena kalau lo telat di satu titik, di titik lainnya lo akan telat juga, makanya I end up being an über-on-time person. Alhamdulillah ternyata koper gue keluar di bagian pertama, jadi gue bisa langsung cabut ke halte tram. Di sana hampir juga gue kecele, karena ternyata beli tiket di automat tidak bisa pakai kartu atm, harus uang tunai. Alhamdulillah saat itu gue masih punya koin tiga euro untuk beli tiket.

Jadi deh, gue kembali überpünktlich di terminal bis. Btw gue itu sering banget ketemu orang yang gue kenal kalau lagi di luar, kalau engga yang gue kenal, biasanya kalau pergi gue papasan dengan orang A, pulangnya gue akan ketemu dia lagi, mirip dengan kejadian pramugara tadi itu deh kira-kira. Nah di terminal itu, gue ketemu teman kosan. Jauh-jauh ke Bremen, ketemunya teman kosan. Ga berkembang. Kenapa engga ketemunya si Permet Karet bersama istri dan anaknya aja sekalian, biar gue bisa nangis-nangis sehabis liburan? *eh malah curhat :p

Foto-foto menyusul yaa, semoga gue ga males. Banyak banget soalnya fotonya. Mahahaha. Gue ga kira-kira deh kalau ambil foto. Tapiiii, cuman foto isi muka gue doang yang ga ada. Gue ga suka bikin selfie di tempat umum, jadinya gue sama sekali ga puyna foto sendiri selama gue trip kemarin.

Silahkan lihat Instagram gue kalau mau lihat foto-foto Tallinn dan Riga.

Selamat tidur Jermani dan selamat pagi Indonesia.

Hamburg, 7 November 2016

01.38 CET

 

 

Tulisan terkait:

Herbsttrip 2016

Herbsttrip: Tallinn (1)

Herbstrip: Tallinn (2)

Herbstrip: Riga (1)

Herbsttrip: Riga (2)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s