Demikian Disampaikan

Seperti gue sebutkan jauh hari sebelumnya, gue mau ngomongin tentang bahasa Indonesia di blog tercinta yang sudah debuan ini. Janjinya sebulan sekali, yang ada kali ini yang pertama kali. Maafkan saya pemirsah!

Sambil nyambi buka Facebook dan rapihin data tesis ya, banyak nih yang bikin gatal-gatalku kumat.

 

“Pergi greja dulu yaaahhh”

Kalimat ini gue ambil dari status Facebook isterinya teman. Yang paling gampang dilihat tentunya tulisan greja yang salah tulis ya. Salah tulis tersebut bisa dipengaruhi oleh dua hal, memang disengaja oleh penulisnya atau salah ketik tidak sengaja. Saya mengambil kesimpulan, memang disengaja. Dalam sosial media, kita akhirnya terbiasa untuk menulis dengan menggunakan bahasa lisan, bukan lagi bahasa tulisan yang cenderung lebih formal. Hal ini bisa dilihat dari penulisan discourse marker “ya” yang ditulis memanjang. Kalau kita berbicara, terkadang kita (tidak) sengaja melenyapkan huruf “e”, salah satunya dalam kata gereja pada contoh di atas.

Selain itu, kata kerja pergi memerlukan kata posisi di belakangnya, jika diikuti oleh keterangan tempat. Gereja merupakan sebuah tempat yang akan dituju oleh si penutur kalimat tersebut, seperti halnya pasar atau kamar mandi, seperti pada contoh kalimat dalam KBBIia pergi ke kamar mandi, ia pergi ke pasar. Karena itu kalimat yang benar seharusnya “pergi KE gereja”.

“Berikut kami sampaikan, [isi surat dihapus].

Demikian disampaikan atas perhatiannya kami sampaikan terima kasih.”

Kedua frasa tersebut saya ambil dari salah satu data korpus tesis saya. Saya hanya ambil kalimat pembuka dan penutup surat yang bersifat formal, yaitu dari bawahan ke atasannya di kantor. Isi surat dihapus karena bersifat rahasia. Kata penutur bahasa Indonesia untuk bahasa asing, orang Indonesia senang sekali mengulang kata, contohnya bisa ditemukan pada contoh di atas. Tiga kali pengulangan kata kerja “sampai”.

Untungnya kata kerja “sampai” yang kedua diubah bentuknya ke dalam kalimat pasif, jika tidak, maka akan ada tiga kalimat “kami sampaikan”. Pada kalimat pasif, pelaku tidak penting untuk dijabarkan, karena itu tidak ditemukan siapa yang menyampaikan pesan tersebut. Sebenarnya “sampaikan” yang ketiga bisa diubah menjadi “ucapkan”, agar tidak terjadi pengulangan. Kata kerje “sampaikan” yang pertama dan kedua boleh tetap seperti itu, mengingat mereka saling berkaitan satu sama lainnya.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah penggunaan tanda baca. Pada frasa kedua sebaiknya disisipi tanda baca, seperti (.) atau (,), sehingga menjadi: “Demikian disampaikan. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih”. Tanda baca titik di belakang “demikian disampaikan” diperlukan untuk memulai kalimat penutup surat yang tidak berhubungan dengan isi surat.

 

 

 

 

Demikian tulisan saya kali ini. Kita sama-sama belajar ya, saya juga masih kesusahan sekali dengan bahasa Indonesia. Mari mengerti bahasa Indonesia yang baik dan benar.

 

 

 

Advertisements

5 thoughts on “Demikian Disampaikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s