Terjebak di Kamar Mandi

Oki. Sekarang ngomongin yang lebih santai a.ka curhat.

Di tempat kerja sekarang lagi libuuurrr, karena semua penghuni lagi liburan di luar kota selama seminggu penuh, jadi pekerja malam seperti gue dikasih libur juga. Asik! Minggu lalu gue kerja 3 malam dan ada kejadian yang bikin deg-degan juga.

Malam itu gue lupa baca doa, biasanya gue berdoa minta dilancarkan kerja dari malam sampai gue balik, terutama banget minta dikasih ketenangan di pagi hari. Dan bener aja dong, jam setengah dua malam ada ynag ngebel. Si Kamar Kedua di atas toilet mengeluh sakit kaki. Gue manyun, karena gue tau ini dia mimpi dan ga serius. Gue kasih aja salep gatel dia, walau gue tau maksud mengarang indah dia adalah sakit di bagian dalam. Setelah itu gue suruh dia kembali tidur.

Pagi hari saat gue mulai kerja sekitar pukul 05.40, gue menemukan dia ketiduran di atas kloset. Yomameeeennnn, kasian bener. Gue suruh balik ke kasur dan gue wanti-wanti, sejam lagi gue akan bangunin dia karena dia harus kerja.

Hampir jam setengah tujuh gue bangunin kamar ke enam yang menggunakan kursi roda. Gue taro dia di bawah shower dan gue bangunin si Kamar Kedua. Baru kali ini selama setahun lebih, dia susah dibangunin. Dablek banget! Gue towel, pukul lembut, sampe tereakin ga mempan, dia tetep ngorok. Okay, pasti karena tidur di atas kloset ga nyenyak ya chint.

Sambil bangunin dia, sambil gue ngerjain yang lagi mandi. Sabar banget doi gue suruh nunggu. Si Kamar Dua akhirnya bangun setelah gue percikan air di mukanya. Itu juga melek doang sama ngomel-ngomel. Sampe dia ke kamar mandi untuk sikat gigi dan ganti baju lain cerita, gue harus atraksi dulu.

Pukul setengah delapan kurang lima jemputan dia datang. Makin gue panik. Dia juga panik, karena belom minum kopi. OMG chiiinnt mikirinnya kopi mulu deeeehh 😦 Gue suruh dia cepet ganti baju dan minum kopi lalu cabs ke jemputan. Semua berjalan lancar, sampai di depan pintu keluar, tepat di hadapan bis jemputan. Doi mogok, yeah! *pucing pala berbi*

Dia pernah seperti ini dan berhasil gue bujuk dengan bilang, gue akan duduk sebentar di bis di samping dia, kalai dia mau berangkat. Hari itu berada pada tingkat keberhasilan nol. Semua cara sudah gue lakukan, mulai dari marah dan mengancam sampai ngebujuk dengan baik dan manis. Sepuluh menit gue di pagi itu sia-sia, bis pergi tanpa dia. Yang lebih mengejutkan, supir juga cerita kemarinnya dia sama kaya gitu. Mogok, tepat saat di depan bis. Oalaah, pantesan si Kamar Kedua semalamnya cerita kalau kolega gue marah besar ke dia kemarin pagi.

Karena kesel dan kasian dengan Kamar Enam yang gue tinggalin di kamar mandi, gue tutup pintu kamar mandi dan lanjutin ngerjain dia. Pintu tersebut biasanya engga gue tutup, tapi si Kamar Dua ini hobi banget nanya “Mariska, kamu marah sama aku? Mariska, aku mau kamu mempercayai aku lagi.” kalau dia melakukan kesalahan yang bikin gue marah. Biar gue reda dan kerjaan gue ga terganggu, gue tutup dan kunci pintu tersebut.

Seharusnya gue ga pernah menutup pintu itu. Beberapa menit kemudian gue mendengar si Kamar Kedua teriak-teriak, gue langsung lari ke pintu dong untuk tau apa yang terjadi, tapi ternyataaa taraaaaaa pintu macet! Gue yang bego kali ya, kuncinya belom gue buka, tapi ga kok sodara-sodara, kunci sudah gue lepaskan.

Sambil deg-degan dan mikir jalan keluarnya, gue lanjutin makein baju klien yang sudah sejam ada di kamar mandi. Satu-satunya jalan yang bisa gue pikirkan adalah jendela. Gue ga bawa alat komunikasi apa pun, tidak telepon kantor atau telepon genggam. Gue panik. Jam delapan gue harus mulai kerjain klien lain dan klien yang di kamar mandi ini duduk di kursi roda, ga bisa dong gue ajak loncat dari jendela. Setelah klien beres dengan urusan mandi, gue coba lagi buka pintu dengan mendobrak dan menendangnya. Nihil.

Gue sendiri bukan orang yang berani ketinggian. Memang sih apartmen kami di lantai satu, tapi tetep aja jendelanya tinggi. Alhamdulillah di samping jendela itu ada kursi plastik yang disusun ke atas, jadi gue loncat ke sana baru ke tanah, lalu melewati semak-semak sedikit. Gue masuk dari pintu taman kebetulan pagi itu gue buka dan engga ditutup kembali oleh Kamar Kedua yang bisanya mengeluh kedinginan dan seenaknya menutup pintu taman. Kalau pintu tersebut tertutup, gue harus melewati semak-semak lainnya dan muter ke pintu depan lalu ngebel untuk masuk ke tempat kerja. Pfiuh.

Di ruang kantor, dengan panik gue nelepon kolega dan dia datang 10 menit kemudian bersama suaminya. Intinya, selama suaminya temen gue berusaha ngebuka pintu, gue ngurusin klien lain yang akan dijemput tepat pukul 08.30. Gue ga ngurusin pintu lagi. Suami kolega gue nelepon pemilik gedung, karena kalau dia dobrak dan merusak pintu, dia yang harus ganti, karena sebenarnya kami cuman menyewa gedung. Bener juga ya, gue ga kepikiran soal itu. Gue malah sempet mikir akan neleon pemadam kebakaran, kalau kolega gue ga datang.

Setelah satu jam di kamar mandi, klien gue berhasil keluar. Pengurus gedung mencabut pintu dari engselnya dan menyarankan kami untuk melakukan uji kelayakan pintu, agar tidak terjadi kejadian serupa di masa depan. Ga semua ruangan di tempat kami ada jendelanya, kalau hal yang sama terjadi di sana berabe!

Gue yang sebenarnya minta untuk pulang jam 08. 45 karena ada kuliah jam 10, harus mundur setengah jam, karena banyak yang harus didokumentasikan/ditulis di buku harian kantor. Gue juga harus nulis catatan untuk kolega yang datang berikutnya, karena sebelumnya ada supir-supir jemputan yang nanya tentang jadwal libur klien-klien kami.

Catatan buat diri sendiri banget deh kejadian itu, jangan lupa berdoa! Karena doa dapat mengubah takdir. Selain itu, selalu bawa telepon kantor ke mana-mana, biar ga panik-panik amat kalau kejadian serupa terulang.

Advertisements

3 thoughts on “Terjebak di Kamar Mandi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s