Masih Tentang Lutut

Alhamdulillah akhirnya setelah ke sana ke sini, akhirnya ketahuan juga ada apa dengan lutut gue. Hasil MRI tampak bagus, kata dokter. Meniskus sehat-sehat saja. Salah diagnosa dari dokter di Indonesia, mungkin karena yang gue kirim hanya foto dan lewat ponsel pula. Jadi bisa saja salah lihat. Intinya, gue ga perlu dioperasi. Horree!!

Saat konsultasi dokter terakhir itu, gue diminta melakukan foto Röntgen. Bingung deh, karena di pertemuan pertama gue udah bawa hasil röntgen yang gue lakukan di Indonesia dan hasilnya semua baik-baik saja. Tapi dokternya bilang begitu dan untuk röntgen ternyata bisa dilakukan di situ.

Di ruangan röntgen, gue ga cuman disuruh berdiri saja, tetapi juga duduk dan tidur sampai miring-miring. Beda sekali dengan di Indonesia. Di sana gue cuman harus berdiri satu kaki dan lutut difoto dari depan dan samping. Tidak sedetail di tempat praktek orthopedi gue kali ini. Dari foto mendetail itulah hasilnya terlihat: tulang lutut gue bergeser.

Semoga gue ga salah jelasinnya. Begini, di lutut itu kan pertemuan tulang sendi paha dan betis ya, mereka seharusnya sejajar. Ilustrasikan dengan menggenggam masing-masing tangan lalu menyatukan kanan dan kiri. Nah, dalam kasus gue, si tulang sendi milik betis bergeser ke arah dalam. Kiri bergeser lebih sedikit dibandingkan dengan kanan. Oleh karena itu, lutut gue sakitnya ga bisa jelas dideskripsikan di sebelah mana. Pindah-pindah melulu.

Waktu gue tanya mengapa bisa begitu, dokter bilang itu bisa saja dari lahir. Selain itu, dari hasil tes darah juga ketahuan, gue kekurangan vitamin D. Gue memang lagi minum vitamin D, karena sering capek. Seminggu sekali gue minum vitamin D 20.000 UE. Dokter menyarankan untuk menaiki dosis menjadi 40.000 UE, namun di minggu pertama 100.000 UE. Vitamin ini harus dikonsumsi lima sampai enam minggu.

Engga berat sih, kalau satu obat isinya 20.000 UE. Masalahnya, yang isinya sebanyak itu mengandung gelatin babi dan ga bisa gue konsumsi. Tablet keras yang gue konsumsi sekarang ini hanya 4000 UE dosisnya. Sampai sekarang gue masih bertahan di lima butir seminggu sekali untuk 20.000 UE. Gue ngebayanginnya aja udah males duluan harus minum 25 butir tablet untuk menutupi dosis 100.000 UE yang gue perlukan sekali, lalu dilanjutkan menjadi 10 butir.

Selain vitamin D, gue dikasih resep Krankengymnasti atau phisioterapi. Seminggu dua kali selama tiga minggu. Pertemuan pertama dua hari lalu dan berlangsung selama dua puluh menit. Terapisnya super raman dan cerewet. Lokasinya tepat di stasiun kereta api deket rumah gue dan hanya perlu 10 menit berjalan kaki atau lima menit dengan sepeda.

Di sana gue dilatih untuk menguatin paha. Latihannya ada tiduran dan melaukan gerakan seperti bersepeda, tetapi tumit gue digantung di kain, duduk sambil menendang-nendangkan kaki, treadmile yang berat bener dan berdiri lalu masing-masing kaki diminta untuk melakukan gerakan menendang.

Gue disarankan juga untuk banyak nak sepeda dan berenang. Aktifitas ga harus dikurangin, selama engga sakit. Kalau tubuh atau lutut udah bilang sakit, harus gue berhenti dan beristirahat. Itu yang kadang engga gue lakukan, kalau gue lagi jalan-jalan atau moto-moto. Naik turun tangga juga gak apa, walau sebaiknya dikurangi, tapi begitu lutut sakit, harus segera berhenti. Intinya terapis bilang: Höre auf deinen Körper.

Soal latiha itu, sebenarnya kenalan gue udah pernah ngebilangin. Dia dokter umum dan pernah bilang ke gue: dokter orthopedi ga akan tau apa yang terjadi denganmu, di Youtube kamu cari latihan untuk menguatkan otot paha, itu bagus untuk lutut kamu. Ish, ternyata doi bener dong. Dokter umum gue juga pernah menyarankan untuk rajin bersepeda dan berenang, kurangi jalan dan naik turun tangga dan dia ga bilang apa-apa soal ortopedi. Ternyata dokter umum lebih tau. Ahahaha.

Dokter orthopedi gue sebenernya juga menyarankan gue untuk menggunakan bandage, tapi kemarin dia ga ngasih resep, bingung gue. Dia bilang, mungkin dengan itu bisa mengubah struktur tulang gue ke seperti semula. Gue rasa sih, selama gue ga ada keluhan sakit lagi, gue akan puas walau konstruksi tulang gue berubah.

Buat yang punya keluhan di lutut seperti gue, coba deh cari video latihan tersebut di Youtube atau website lain. Semoga bermanfaat 🙂

Advertisements

One thought on “Masih Tentang Lutut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s