Rambutku Mahkotaku

Katanya, rambut itu adalah mahkota wanita. Buat gue jawabannya adalah jein, sampai minggu lalu. Gue orangnya pemalas. Terutama dengan rutinitas, seperti tiap hari cuci muka atau malam pakai krim, dan sejenisnya. Cuci muka pake pembersih hanya gue lakukan kalau mandi. Selain itu dilakukan hanya jika butuh, habis dandan dengan menggunakan toner pembersih.

Jadi saat teman-teman gue menyarankan untuk pake tonik rambut, gue pun menolaknya. Ribet. Sampai minggu lalu gue menemukan sebuah bulatan botak di kepala gue. Gue freak out. Bukan soal rontok atau rambut tipis, tapi gue lebih memikirkan: ini gejala dari penyakit lainnya, kah? Karena gue mengalami kebotakan kecil loh, bukan cuman rontok di berbagai tempat. Pasti ada yang salah di badan gue, yakini gue.

Setelah googling, gue menemukan sebuah klinik kerontokan rambut yang katanya bagus di Hamburg, namanya dokter Schaart. Gue telepon dia untuk bikin janji, ternyata dia hanya melayani pasien private, dalam kata lain, setiap pasien dikenakan biaya 80-120€ untuk sekali datang, tergantung penanganannya apa. Jiper. Gue batalin.

Googling lagi soal rambut rontok, banyak website dan lietarur dalam bahasa Jerman yang menjelaskan soal beragam jenis rambut rontok, salah satunya kreisrunder Haarausfall atau kerontokan rambut bulan melingkar atau secara medis disebut Alopecia Areata. Gue banget! Ciri-cirinya gue anggap sama. Di kepala ada botak melingkar bulat yang dapat dibedakan dengan sekitarnya yang berambut. Okay fix, itu gue.

Lebih mengejutkan lagi adalah salah satu penyebabnya adalah stres. Namanya juga hidup ya chint, gue bermasalah dengan kuliah dan hal lain. Itukah penyebabnya? Tanpa sadar gue stres karena semua itu, kah? Yang bikin tambah stres sih ya mikirin si Areata ini. Gejala stres yang bikin tambah stres.

Selain karena stres, bisa juga karena masalah gizi yang tidak seimbang. Seingat gue, gue makan biasa aja, yang beda hanya gue kemarin sempat beberapa kali minum energy drink. Oh iya, akhir Desember si botak itu belum ada, makanya gue bisa membatasi apa yang berubah di gue selama 1,5 bulan terakhir. Selain soal gizi, gue cuman beda di sampo. Gue ganti jadi Pantene, setelah sebelumnya pakai Garnier. Katanya bisa juga ada kekuarangan mineral atau vitamin apa di badan gue, itu harus dites di laboratorium.

Makin mencari makin freak out. Ada lah namanya Zentrum des kreisrunden Haarausfalls, sebuah website yang digunakan sebagai ajang kumpul para penderita. Gue jadi tau, mereka yang botak merata sampai licin itu juga terkena penyakit ini, cuman bukan cuman bulat melingkat tetapi namanya universal. Alopecia Universalis, kalau ga salah namanya. Penderitanya dari anak kecil sampai orang dewasa. Bukan cuman di kepala, lelaki yang punya jenggot juga bisa terkena penyakit ini di sekitar dagunya itu. Penderitanya juga ternyata banyak, mereka rajin bikin kongres setiap (beberapa) tahun atau tamsya bareng.

Ada website lain yang juga khusus Alopecia Areata. Mereka membahas mendetail penyebab dan penanggulangannya. Isinya lebih ke penderita baru, yang masih mencari informasi sebenarnya apa yang menjangkiti mereka. Admin menekankan rambut bisa akan muncul kembali setelah tiga bulan, sesuai dengan siklus rambut manusia. Dan dia juga sangat bersemangat sekali menyemangati mereka yang curhat biar engga berhenti berharap dan berusaha.

Banyak orang yang bercerita kalau mereka sudah menderita ini berbulan-bulan dan bertahun-tahun. Ada yang Areata-nya sudah hilang lima tahun, lalu muncul lagi saat dan kemungkinan karena dia sedang stres mau ujian di kampus. Iya, alasan mereka kebanyakan karena stres.

Gue meminta adek gue untuk nanyain ke kolega dia yang dokter kulit, penasaran banget, karena gue baru dapat janji dokter kulit minggu depan. Dokter umum gue tidak kompeten dalam hal ini, jadi dia meneruskan gue ke dokter kulit. Jawaban adek gue menenangkan hati gue, lasi (ternyata tempat kebotakan itu dinamakan lasi) gue masih ditumbuhi rambut-rambut halus, jadi kemungkinan itu bukan Areata (yeeeaahh!). Areata biasanya benar-benar licin. Lasi tersebut bisa jadi karena jamur dan atau hal lain, tapi karena ga gatel dan ga ada keluahan lain, dia ga bisa beurteilen (apa deh ini bahasa Indonesianya?) dan menyarankan ke untuk diperiksa lebih lanjut ke dokter.

Pertanyaan gue tentang pengaruh energy drink dan ganti sampo pun terjawab: ga ada pengaruhnya. Pfuih. Lumayan lega sih. Semoga yaaaa bukan karena penyakit lain yang lebih menyeramkan. Aamiin! Lihat nanti dokter kulit bilang apa tentang ini.

Advertisements

6 thoughts on “Rambutku Mahkotaku

  1. zilko says:

    Semoga ngga apa-apa ya. Memang sebaiknya ke dokternya aja sih ya supaya tenang. Kalau googling sendiri biasanya malah tambah jiper, padahal belum tentu bener, hahaha 😆

  2. Em says:

    Temen gue 2 org (cewe dan cowo) ada yg tiba2 licin gitu sebuletan kecil. Alhmdulillaah bisa balik lagi setelah ke dokter kulit. Pori2nya muncul lagi dan rambut numbuh seperti sedia kala. And yes, penyebabnya krn stres.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s