Bohong

Kalau sekarang gue pengen ngomong soal bohong. Ada orang yang jarang dan mungkin ga pernah bohong. Kalau pun itu terjadi, dia menyesal. Ada orang yang sebaliknya, bohong tidak menyesal dan bohongnya ga abis-abis.

Ich kannte diesen Typ seit vier Monaten. Gue kenal dengan seseorang udah empat bulan. Gue menganggap dia selewat aja awalnya. Yakin deh, gue kasih drama sedikit aja kabur, tetapi kenyataannya tidak. Mau drama gue sebesar dan sekecil apa pun, atau sepenting dan sesampah apa pun, dia menanggapinya dan tetap aja kami saling menghubungi. Baik dia lagi pulang kampung atau sebaliknya. Ah iya, kalau dikurangi mudik jadinya intensif ketemu dipotong dua bulan. AHAHAHAHA.

Tapi irgendwie gue tetap yakin, kami berdua memang cuman mau selewat saja. Gue ga pernah menganggap serius apa dia lakukan, begitu juga dia sebaliknya, mungkin. Gue cuman selalu beranggapan kalau dia sebenarnya baik. Makanya ga nolak waktu gue minta beliin makanan. *gue mah gampang disogok sama makanan :-P*

Sampai pada suatu hari gue menemukan ID Card karyawannya. Nama yang dia sebutkan saat pertama kali bertemu ternyata penggalan dari nama belakang dia. Nama keluarganya. Pantesan selama ini gue ga nemu dia di media sosial mana pun, termasuk juga di google. Kali itu, dengan nama aslinya, gue menemukan siapa dia sebenarnya. Gue menemukan dia di Facebook. Semua yang dia kasih tau gue palsu.

Kepercayaan memang mahal ya harganya. Sejak itu gue ga percaya dia, bahkan saat dia hari ini kembali lagi dan menjelaskan mengapa memalsukan semua identitasnya. Bahkan saat dia menjawab pertanyaan-pertanyaan gue, gue menganggapnya dia sedang menutupi sebuah kebenaran besar di baliknya.

Ingat ga sih cerita tentang orang yang berbohong terus-terusan sampai suatu ketika ia terkena musibah dan berkata jujur, tetapi tidak ada yang mempercayainya? Benar seperti itu yang terjadi pada kami.

Menjawab pertanyaan gue, dia juga mengakui hal yang sama. Mengira pertemanan kami tidak akan menjadi selama ini, karena itu dia memalsukan identitasnya sejak awal. Salah dia sendiri membiarkannya menjadi intensif, lalu karena itu juga dia menyadari gue ga sejelek yang dia kira, namun merasa sudah terlambat untuk jujur.

Nicht in deinem Ernst, oder? Zu spät ist jawohl besser als bei einer Lüge erwischt zu werden! Egal ob es für kurze Zeit gedacht oder nicht war, fand trotzdem schade, dass er mich alles gelogen hattest. Aber eine Lüge ist für mich ein dealbreaker. 

Hey du, ich bin sehr enttäuscht mit deine Lüge. Ich kann dich jetzt sogar nicht glauben, egal was du sagst. Ich hoffe, ich war deinen einzige Opfer und niemand wird von dir nicht mehr belogen!

Advertisements

3 thoughts on “Bohong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s