Les Bahasa Jerman

Mari menulis, walau tidak ada ide. Kata orang pinter, entah siapa, lupa, “Menulislah dan akan keluar sendiri yang harus keluar. Keran air tidak akan mengeluarkan air kalau ia tidak dibuka.”

Jadi, apa yang akan gue tulis sekarang?

Gue lagi di bagian hidup yang bawah. Nilai paper gue jelek, tidak seperti yang gue harapkan, mentok dengan papers selajutnya, bulan depan udah harus ajuin judul thesis, belum lagi, sekarang gue ada masalah dengan manajemen waktu sejak gue ikut les bahasa Jerman lagi.

Iya, gue ikut les lagi, biar bahasa Jerman gue semakin kinclong. Levelnya B2.1 saja. Segitu yang gue dapet dari Einstufungstest. Lesnya tiga kali seminggu. Tadinya mau ikut les konversation juga, tapi dibatalin karena kekurangan murid. Hari pertama di kelas, gue pusing  bukan main. Sampe tenaga gue baru pulih dua hari kemudian. Pas kebetulan emang lagi sakit, sik. Pertemuan selanjutnya gue udah pulih dan di pertemuan ketiga gue sadar, gue bosen di kelas.

Level B2 katanya harus banyak belajar kosa-kata baru, selain gramatik. Gue sudah lama sekali engga ikut kursus, terakhir dan sekali-sekalinya di tahun 2011 di Berlin, tapi gue banyak belajar kata baru dari sehari-hari berinteraksi sama orang atau nonton atau baca, jadi di kelas itu gue sebenarnya engga banyak dapat kata baru. Sayang sebenarnya.

Mau pindah ke level B2.2, ternyata udah telat. Jadi seminggu setelah hari pertama kelas, guru-guru rapat dan tidak ada yang menyebutkan ada yang seharusnya naik atau turun level. Karena itu, gue harus tetap di kelas. Nasi sudah menjadi bubur, gue ambil positifnya aja, gue jadi banyak menyegarkan ingatan, selain tentunya belajar hal baru juga. Karena selama ini gue mengenal kata dan gramatik dengan langsung menggunakannya, sekarang gue tau teorinya. Gue jadi bener-bener tau apa kata-kata tersebut sesuai dengan yang gue sangka selama ini, ternyata, ada yang salah dan ada yang benar. Kalau gue ga di kelas, gue masih akan selalu salah.

Gue pernah ngobrolin soal ini ke guru, dan dia mau bantu dengan cara memberikan tugas tambahan kalau gue minta. Gue juga harus aktif dong, jadinya gue tanpa diminta bikin peer sendiri di rumah. Menggunakan kata-kata yang baru dipelajari ke dalam kalimat-kalimat, baiknya mereka mau bantuin koreksi, karena juga melihat itu yang gue butuhin. Ketauan kan kemarin, ternyata ada beberapa kata yang gue salah menggunakannya.

Lesnya ga lama, cuman sampe Maret, abis itu naik ke level B2.2. Gue sih mikirin biaya selanjutnya, mahal banget bok ini tempat les. Buat les dua bulan gitu doang sampe 300€. Ada sih yang lebih murah, sampai setengahnya, cuman gue punya kebiasaan jelek dengan uang.. gue akan menggampangkan dan sering bolos, kalau harganya murah. Makanya gue cari mahal, biar ada pemikirian, “Sayang uang woy udah bayar mahal”. Minta ditoyor, ya, gue? :-p

So far sih gue selalu rajin, karena harganya dan emang karena tempat lesnya ternyata asik dan gue sangat termotivasi sekali untuk menjadi lebih baik, biar cepat lulus kuliah! Insya Allah semoga 🙂

 

Advertisements

2 thoughts on “Les Bahasa Jerman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s