Minggu Pertama di Indonesia 2015

Genap empat hari saya di rumah di Tangerang. Sampai sini hari senin sore lalu. Niatnya sih tidur tengah malam, biar pagi bisa bangun, dan tentunya menghindari jet lag yang biasanya susah banget saya lawan, apa daya.. jam setengah 10 malam sudah tewas di kasur.

Jam dua pagi kebangun dan ga bisa tidur. Iyuk mari. Biasanya waktu di Jerman saya makan malam jam sembilan malam ke atas, makanyaaa.. jam tiga pagi perut keroncongan minta diisi. Enaknya sih abis itu bisa tidur.

Kerjaan saya di hari pertama bener-bener makan tidur, karena jam sembilan bangun dan makan lagi. Kali ini soto mie, tidak lupa dengan sambelnya. Setelah itu, tidur lagi.

Ketika bangun jam setengah satu siang.. perut melilit dan itulah awal dari diare hebat yang berlangsung selama dua hari. Dalam sejam saya bisa ke toilet tiga kali. Kebanyang engga sih gimana sengsaranya hari pertama saya 😦 Selain karena nafsu makan yang menghilang, saya juga memilih untuk tidak makan, kecuali roti tawar dan pisang agar perut normal.

Hari kedua sudah mulai berkurang diarenya, mungkin karena pisang yang saya makan dari malam sebelumnya, atau selasa malam. Obat sudah saya minum sejak hari selasa, termasuk antibiotik. Setiap saya pulang, baru kali terjadi diare separah ini. Biasanya memang diare, tapi engga pernah sangat parah.

Entah mengapa, yang biasanya saya ga pernah mau dipijit, waktu itu ingin sekali dipijit biar sendawa. Jadilah rabu malam panggil ibu pijit, ajaibnya.. jet lag saya langsung hilang, karena tengah malam saya langsung bisa tidur dan bangun pagi dengan segar. Tidak hanya itu, diare pun benar-benar hilang dan nafsu makan sudah kembali. Yeay!

Hari itu juga, hari kamis, saya bersama Mamah dan diantar oleh Aa ke Depok untuk mengunjungi kakaknya Nda dan Uwa yang tinggal di sana. Sebelumnya, pergi ke klinik hewan Aa yang baru berdiri setahun terakhir dan belum pernah saya hampiri.

Alhamdulillah saya sudah sangat sehat saat itu. Berani makan pedas, tetapi hanya dari sambal botolan. Hari ini juga saya sudah mulai makan pinggir jalan seperti ketoprak, tetapi belom berani pakai sambal atau cabai.

Oh ya, kenapa saya pulang akhir tahun begini? Karena saya mau ulang tahun dua minggu lagi. Hahah, engga deh. Karena minggu depan adik saya menikah. Masa iya saya engga datang, jadinya dipaksa pulang akhir tahun, bukan lebaran seperti biasa.

Selamat berakhir pekan, teman-teman 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Minggu Pertama di Indonesia 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s