Fotomarathon Hamburg 2015

Seperti saya sudah cerita di sini, saya ikutan grup fotografi sejak hampir setahun lalu tapi baru mulai ikutan photo walking Juli kemarin. Dari sana saya tahu info tentang Fotomarathon Hamburg yang diselenggarakan setiap tahun sejak dua tahun terakhir.

Begitu tau, saya buru-buru daftar, tapi ternyata sudah penuh dan saya masuk waitinglist urutan kelima. Sekitar sebulan kemudian, saya dapat email, kalau saya bisa masuk kalau masih tertarik. Yeay!

Biaya sebesar 27€ langsung saya kirimkan saat itu. Christoph, panitia yang berkomunikasi dengan saya, mengirimkan email yang menyatakan saya termasuk ke dalam salah satu peserta.

Voll im Trend

Voll im Trend

Apakah Fotomarathon Hamburg? Sebenarnya itu acara global ya, kalau saya baca-baca. Ga cuma ada di Hamburg atau Jerman saja, tapi di kota-kota lain di Jerman dan di negara-negara lain. Bisa diliat di http://www.photomarathon.com/ informasinya.

Acara berlasngsung selama satu hari selama 12 jam. Di Hamburg kemarin tanggal 5 September. Di hari yang sama juga diselenggarakan Fotomarathon Köln.

Untuk  Hamburg, tugasnya adalah membuat 24 foto selama 12 jam. Bisa dilakukan di mana saja sebenarnya, asalkan sesuai dengan tema dan topik-topik foto yang mereka bikin. Selain itu, ada juga dua pos yang harus kami kunjungi untuk mendapatkan stempel di kertas nomor kami. Tanpa stempel tersbeut, kami tidak boleh mengumpulkan foto di pos keempat. Totalnya empat pos dan mampir ke pos setelah empat jam foto.

Ke-24 tugas foto tersebut diberikan bertahap. Kami berkumpul pertama kali di HafenCity, di sebuah restauran dekat museum maritim. Di sana dilakukan daftar ulang. Saya hampir saya batal ikut, karena nama saya tidak ada di list peserta. Rasanya mau nangis 😦 Sebelum hari H saya sudah grogi banget sampe mau batal ikut, eh ternyata nama saya ga ada di sana.

Setelah menjelaskan ke (sepertinya) ketua panitia dan saya menunjukan email dari Christoph, saya dapat nomor juga. Nomor 184, padahal jumlah peserta dibatasi ke 180 orang. Perserta bukan hanya dari Hamburg lho, tapi juga dari kota-kota lain di Jerman, bahkan dari München!

Foto pertama harus memuat nomor urut. Bentuk nomor dibebaskan, tidak harus kertas yang diberikan panitia ini.

Foto pertama harus memuat nomor urut. Bentuk nomor dibebaskan, tidak harus kertas yang diberikan panitia ini.

Pagi itu lomba dimulai dengan kata sambutan dari ketua panitia (yang tadi kasih izin saya tetap ikut lomba), lalu di sana dia memberitahu tema foto kali ini apa, yaitu Nordisch by Natur. Pas banget dengan cuaca saat itu yang utara Jerman banget: hujan sepanjang hari. Setelah itu kami diberikan selembar kertas, di sana ada delapan tugas foto yang kelak menjadi judul foto-foto kami.

Waktu kami adalah empat jam. Maksimal jam 14 kami harus tiba di pos kedua dan minta stempel. Kedelapan foto tersebut tidak harus dibuat dalam empat jam tersebut, boleh saja misalnya lima lalu sisanya setelah dapat tugas berikutnya.

Saya pribadi lebih suka tugas foto dihabiskan saat itu juga, agar nanti ga numpuk tugasnya saat delapan tugas lain muncul. Yang bikin pusing, selain foto harus disesuaikan dengan judul dan tema, foto-foto tersebut harus diambil sesuai dengan urutannya. Ga boleh itu setelah foto pertama lalu foto kedelapan. Harus berurutan.

Setiap satu sesi diberikan delapan tugas foto

Setiap satu sesi diberikan delapan tugas foto

Hal ini terjadi, karena (seperti disebutkan) kami hanya membuat 24 foto. Maksudnya adalah, hanya ke-24 foto tersebut yang nantinya dikumpulkan pada pukul 22 di hari yang sama. Foto-foto tersebut harus sesuai dengan judul, karena saat pengumpulan kami hanya memberikan memory card ke panitia untuk mereka scan langsung ke laptop mereka. Jadi, ga akan ada waktu untuk pilih-pilih foto.

Sebenarnya boleh aja sih bikin foto ngacak, sayangnya saat itu saya engga bawa laptop untuk melihat ulang dan menyortir mereka, jadi saya hanya bikin foto banyak dengan beragam motif, tapi disesuaikan dengan urutannya. Lalu saya hapus sebelum dikumpulkan. Oh iya, foto-foto tersebut tidak boleh dilakukan pengeditan setelah foto dibuat.

Ebbe und Flut

Ebbe und Flut

Karena lomba foto ini bertujuan untuk membuat photo story, jadinya semua foto yang dikumpulkan juga harus mempunyai benang merah. Selain sesuai dengan judul dan tema, juga masing-masing fotonya. Di pemenang tahun lalu saya liat ada yang tiap foto selalu ada boneka kecil. Itu yang jadi benang merahnya. Saya sendiri ga punya benang merahnya. Hahaha. Jadi, yakin ga menang.

Beneran deh, saat itu saya mendapatkan pengalaman luar biasa. Ternyata 12 jam jalan kaki itu capek. Ya iyalah. Walau saya juga ada istirahatnya, makan siang dulu lah atau ngopi cantik. Bikin 24 foto selama 12 jam itu gampang, tapi bikin yang sesuai dengan tema dan ada benang merah susahnya minta ampun. Bener-bener harus mikir apa yang sesuai. Parahnya lagi, judul-judul foto tersebut ada yang menggunakan dialek utara Jerman yang saya ga ngerti. Jadi, tiap dapat tugas baru, yang saya lakukan pertama kali adalah ke mbah Google dan tanya ke teman-teman. Ahahaha.

Nah am Wasser

Nah am Wasser

Awalnya sih saya bareng sama grup foto saya itu, jadi orang Jerman asli menjelaskan maksudnya apa. Karena saya ga suka hunting foto bareng orang lain, kami memutuskan untuk pergi sendiri-sendiri. Rugi banget buat saya. Hehe.

Hari itu saya stresnya minta ampun. Waktu minta stampel ke pos ketiga, si ketua panitia yang hapal muka saya sampai nanya: kamu engga apa-apa? Liat muka lecek saya kali ya. Kata Nda dan Cie yang ikut nemenin mulai jam 15 juga begitu. Muka saya keliatan banget engga fun.

Heiter bis wolkig

Heiter bis wolkig

Malamnya sesaat sebelum ngumpulin foto, saya legaa sekali karena semua akan berakhir. Saat itu saya baru deh bisa ceria-ceria, apa lagi pas masuk ke restauran pos terakhir itu ada teman klub menyambut saya, “Hey! You did it!!” Jadi saya semangat lagi.

Setelah mengumpulkan foto, saya bertemu lagi dengan ketua panitia yang kali ini bertugas memberikan sertifikat keikutsertaan, kali ini komentar dia adalah “Wah muka kamu masih sama cerianya dengan tadi pagi! Padahal orang lain mukanya lesu-lesu.” HAHAHA iya lah, gue senang banget semuanya sudah berakhir dan lebih lagi karena saya berhasil mengumpulkan 24 foto tepat waktu. Ga didiskualifikasi 😛

Tahun depan saya pastikan saya akan ikutan lagi. Saya memang stres banget hari itu, tapi di sisi lain saya nikmatin juga kok presesnya. Benar-benar sebuah tantangan yang kemarin itu. Mungkin karena saya masih ga ngerti harus apa jadinya otak rasanya kesetrum yaa..

Wetterfest

Wetterfest

Insya Allah tahun depan saya bisa melakukannya dengan lebih baik lagi, karena saya sudah punya gambaran jelas seperti apa foto maraton ini. Oh iya, foto-foto dari peserta akan dipamerkan selama dua hari di Hamburg, yaitu:

Sabtu, 31 Oktober dari pukul 13 sampai 21.

Minggu, 1 November dari pukul 13 sampai 17.

Tempat: Fabrik der Künste – Kreuzbrook 10/12, 20537 Hamburg

Buat yang kebetulan sedang Hamburg saat tanggal itu, silahkan mampir dan melihat foto-foto dari 136 peserta lomba (banyak peserta yang gugur saat hari lomba atau tidak datang sama sekali).

Nordlicht

Nordlicht – sekalian promosi Spekrum Unpad

Advertisements

5 thoughts on “Fotomarathon Hamburg 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s