Burulah Tas Sampai ke Paris 2

Kami bertiga sampai ke Paris hari minggu pukul 12.05 waktu setempat. Hanya diperlukan waktu satu jam untuk perjalanan dengan pesawat dari Bonn menuju Paris CDG. Waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan waktu tempuh bandara CDG ke apartemen kami di daerah utara Paris, di distrik Montmatre.

Buat yang pernah nonton film musikal Moulin Rouge dan Amelie, lokasi syuting kedua film tersebut di sana. Club Moulin Rouge memang terletak di sana, pas di pintu keluar stasiun Blanche. Cafe tempat Amelie kerja juga terletak di sekitar sana.

Pemilik apartemen bilang stasiun terdekat adalah Simplon, walau website transport Paris bilang bukan. Kami memutuskan untuk turun di Simplon dan hasilnya adalah nyasar. Senyasar-nyasarnya. Lalu, kami menemukan ada stasiun lain lebih dekat dengan apartemen kami, yaitu Jules Joffin yang dilalui oleh subway nomer 12. Dan saat pulang baru menemukan, subway nomer 6 (yang juga melalui Simplon) juga melalui stasiun lain yang jaraknya sama dekatnya dengan apartemen ke Jules Joffin.

Tempat kami tinggal lumayan bronx juga. Bikin syerem. Yang bikin tenang adalah dekat dengan toko Turki, restauran Asia, dan supermarket-supermarket. tapi tetep loh, tiap hari bolak balik lewat jalanan di kawasan ghetto dengan dandanan rapih dan tiga hari berturut-turut dengan tas belanjaan bermerek, bikin hati dagdigdug. Semua orang ngeliatin kami.

Yang lebih seram. apartemen kami letaknya di jalan buntu, yang di pojokan sering ada beberapa orang berkulit gelap bekumpul. Bayangin gimana seremnya kami lewat sana dengan bawa belanjaan mahal. Mereka ngeliatin dari kami masuk gang sampai masuk rumah. Kalau mereka dari awal tau masing-masing pegang uang hampir 10.000 euro, bisa-bisa langsung dihadang di tempat kali yak 😦

Uang tersebut tidak kami taro tas, mengingat Paris memiliki tingkat kriminalitas tinggi, jika dibandingkan dengan Jerman. Saya pribadi menaruhnya di dalam tas pinggang. Saat terbang ke dan dari Paris saya ekstra tidak menggunakan ikat pinggang, karena pasti akan bunyi kalau lewat pemeriksaan di bandara.

Bukannya mau menyembunyikan jumlah uang, peraturan di Eropa sendiri, tiap pergi ke dalam negara EU sendiri pun harus melapor kalau bawa uang lebih dari 10.000 euro. Kami diberikan uang kurang dari nominal tersebut, agar tidak melebihi nominal tersebut jika ditambah dengan uang pribadi. Awalanya memang kami diminta bawa sesuai dengan nominal maksimal itu, tapi kami menolak untuk menghindari masalah di bea cukai masing-masing negara.

Karena kami tidak mau berurusan dengan petugas mana pun, kami meminta mbak reseller (sebut saja namanya Baju) untuk bertanggung jawab tentang hal itu. Kami minta untuk membuat surat perjanjian. Dia sudah menyanggupi, tapi teman saya yang membawa saya dan dua orang lainnya (sebut saja namanya Sampo dan Lipstik) ke bisnis ini (sebut saja namanya Pelana) yang mewakili mereka berdua di surat perjanjian. Jadilah surat perjanjian diwakili oleh dia dari pihak “pemberi kerja” dan saya di pihak “pekerja”.

Isi surat perjanjiannya bukan hanya soal tanggung jawab uang yang dilimpahkan ke mereka, tapi juga soal tanggung jawab jika kelak ada masalah dan kami bertiga dibawa-bawa, selain itu juga soal bonus tas yang kelak kami terima jika berhasil membelinya.

Hal terakhir ini pihak mereka yang meminta ditambahkan, dari situ ketahuan, ada yang salah dari jumlah bonus yang mereka sebutkan.

Awalnya Pelana bilang bonus dapet salah satu dari dua tas yang mereka minta adalah 500 Euro, lalu entah gimana saya dengar simpang siur menjadi 10% dari harga pembelian tas atau sesuai dengan tax refund barang tersebut. Ternyata yang ia sebutkan di konsep surat perjanjian berbeda, yaitu jumlah bonus disesuaikan dengan ukuran tas. Ada beberapa ukuran yang hanya seharga 250 Euro bonus. Kejang-kejang lah gue.

Saya bilang ke Sampo dan Lipstik 10% karena salah mengerti, ternyata malahan cuman 250%, jauh berbeda dari yang pernah saya bilang juga, yaitu 500 Euro. Pelana bilang, “iya kan dibilangin ‘tas tertentu’, maksudnya ya ukurannya juga,” meh. Orang awam kaya saya manalah mengerti “tas tertentu” berarti ukurannya juga, kirain ya hanya jenis saja, yaitu A dan B, dari sekian banyaknya tipe tas yang merek itu punya.

Setelah rekonsiliasi, akhirnya dia menyanggupi bonus tas A dan B ukuran apa pun sama-sama 500 Euro. Dampaknya tapi ke saya, bonus ekstra buat saya dicabut. Jadi, sebagai “ketua grup” yang mengatur Sampo dan Lipstik, saya dapat bonus tambahan jika salah satu dari mereka dapat tas A atau B. Hanya saja, karena bonus pembelian A dan B dipukul rata menjadi 500 Euro tanpa lihat ukuran, jadilah jika mereka dapat tas yang tadinya cuman bonus €250 itu, saya tidak dapat bonus. Saya paling malas ngobrolin soal uang kaya gini, jadi saya bilang silahkan saja ke Pelana. Semoga berkah uangnya untuk dia.

Selama di sana, mereka hanya bayarin apartemen kami, juga pesawat pulang-pergi. Ga logis sih, sebenarnya, karena apartemen kami ternyata jauh dari butik tas tersebut, sehingga kami butuh tiket kereta untuk ke sana. Memang awalnya Pelana bilang akan mencari apartemen yang dekat dengan butik, tapi di tengah kota dengan budget yang dia sebut hanya akan dapat untuk satu atau dua orang. Kami ga mau ambil resiko diusir pemilik apartemen, karena booking buat dua orang yang datang tiga orang.

Kami juga engga mau sempit-sempitan di kasur yang hanya disediakan untuk dua orang. Dia bilang dia dulu bawa sleeping bag atau pernah ada yang sewa untuk tiga orang tapi ditidurin berlima. Duh, maaf yaa, kami juga ga mau sakit punggung tidur ga benar. Apa lagi setelah seharian ngantri.

Karena itu, kami sebenarnya rugi. Lah tiap hari harus naik kereta untuk ke toko itu untuk beliin orderan mereka. Jalan-jalan saja kami tidak sempat, kalau pun sempat, udah tepar duluan kaki pegel. Harga tiket mingguan untuk lima zona (bandara berada di zona kelima) adalah 23 Euro, digunakan dari hari senin sampai minggu. Tepat sekali kami datang hari minggu dan beli untuk hari berikutnya dan digunakan sampai hari minggu, saat kami pulang.

Hari minggu saat kami datang, kami kira akan langsung jalan-jalan, namun mengingat semalam sebelumnya pesta ulang tahun Lipstik di Köln dan saya baru datang dari Hamburg di hari sabtu pagi, kami memutuskan untuk jalan-jalan sekitar apartemen saja. Hari itu kami beli tiket sekali jalan dari bandara CDG ke apartemen, sebesar 10 Euro. MAHAL!!! :-((

Semua serba mahal di Paris dan kami kangen Jerman yang murah meriah 😥

Advertisements

6 thoughts on “Burulah Tas Sampai ke Paris 2

  1. zilko says:

    Iyaa, tiket kereta RER B dari CDG ke Gare du Nord memang mahaaal! Hahaha 😆

    Aduh, baca ceritanya kok berasa seperti sedang nonton film yang tentang agen rahasia gitu ya, hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s