Burulah Tas Sampai ke Paris – 1

Saat saya nulis ini, saya sedang duduk di ruang tunggu di bandara Paris bersama seorang teman. Kami akan terbang kembali ke Hamburg nanti malam, namun karena pemilik apartemen ga mau kami lama-lama di sana dan megharuskan untuk check out jam 14, jadilah kami sejak sekitar pukul tiga sore sudah di bandara.

Saya di Paris bersama kedua teman. Kami tinggal di sebuah apartemen mungil di daerah Montemere atau utara Paris yang bronx abis. Serem banget deh di sana. Tiap kali lewat mau ke stasiun rasanya deg-degan. Apa lagi kami di sini bukan liburan, tapi “berjuang” membeli tas mewah pesanan orang.

Kenapa kata berjuang saya kasih tanda kutip, karena susah banget dapetin tas tersebut. Konon katanya begitu, kata blog yang gue baca, teman-teman, si penitip, dan forum internasional yang khusus ngomongin soal tas. Dan aslinyaaaa.. Emang susah banget!Karena itu, si penitip yang akan menjual tas tersebut di Indonesia sampai modalin pesawat bolak balik Jerman-Paris dan apartemen kami selama seminggu. Iya seminggu, karena saking susahnya kami harus ke sana setiap hari. Tidak hanya itu, juga sehari tiga kali: pagi saat baru, siang, dan sore menjelang tutup.

Sebenarnya di Hamburg dan Singapura pun ada kok cabang tas tersebut, tapi konon orang-orang maunya yang di bon ada tulisn Paris, asal tas tersebut. Tidak hanya itu, konon katanya, kalau mau beli tas tersebut di cabang harus yang sudah termasuk dalam VIP merek tersebut, sedangkan di mothership store merek tersebut di Paris (di Paris ada tiga toko, tapi hanya satu toko besar) bisa dibeli pelanggan baru, walau susah.

Susahnya gimana? Jadi merek itu tidak hanya mengeluarkan tas, awalnya mereka menyediakan peralatan berkuda yang bahan dasarnya adalah kulit asli. Iya kali kulit manusia *eaaa* terus lama kelamaan membuat tas juga dan dua dari bermacam tas mereka sangat fenomenal sekali dan harganya selangit. Tidak hanya itu, untuk beli tas tersebut di tokonya pun harus antri, karena tas dibuat handmade. Setiap orang hanya diperbolehkan membeli tas itu satu kali selama enam bulan, katanya agar semua orang kebagian – maksudnya “semua orang kaya” ya.

Mereka yang ga mau nunggu itu punya cara lain, misalnya membeli ke orang kedua, atau reseller. Orang yang minta saya beliin tas ini salah satunya. Karena dia juga engga boleh beli tas itu terus-terusan, dia bayar orang untuk melakukannya untuk dia. Dia modalin pesawat dan apartemennya. Sayangnya engga termasuk tiket dalam kota 😦

Sistemnya begini, kalau kami dapetin lima tas utama, kami akan diberikan bonus tambahan. Kalau engga, ya berarti ga dapat bonus. Bonus pun beraneka raga, sesuai dengan tipe tas (seluruhnya ada lima tipe tas) dan ukuran mereka. Misalnya tas A dengan ukuran 30 dapat bonus lebih besar dari pada tas A ukuran 35, dan seterusnya.

Karena kesalahan komunikasi, sistem bonus ada yang diubah. Dari seharusnya yang saya jelasin di atas, menjadi hanya tergantung dengan jenis tas saja. Tas A dan B dengan ukuran apa pun bonusnya sama, sedangkan tas C, D, dan E bonusnya beda lagi, namun dengan nominal sama.

Saya ga tau pasti berapa harga tas tersebut di Indonesia, setelah dijual oleh reseller. Yang jelas, tas A dan B (yang fenomenal tersebut) harga jual di butiknya juga beragam, tergantung ukuran, warna, bahan kulit, dan lainnya yang saya ga ngerti, sepertinya mulai harga €6000. Ga heran sih dijual lebih mahal oleh reseller, karena belinya emang susah banget dan butuh perjuangan, selain butuh modal pergi ke Paris langsung.

Saya dan teman-teman di Paris selama seminggu, selama itu juga kami seharusnya setiap hari ke butik dan antri dua sampai tiga kali di toko. Iya, antri. Seperti saya sudah bilang, tas tersebut handmade, jadi pembuatanyna butuh waktu lama. Karena itu, barang tidak selalu ada di butik dan SA (Sales Associate) sendiri ga tau kapan barang-barang tersebut akan datang. Karena itu, banyak orang yang rela sehari beberapa kali datang dan mengantri dan dia ulangi seĺama beberapa hari.

Karena ceritanya akan panjang, sepanjang antrian beli tas fenomenal itu, tulisan ini akan saya bagi menjadi beberapa bagian yaa.. Sampai ketemu di tulisan selanjutnya 😀

Advertisements

11 thoughts on “Burulah Tas Sampai ke Paris – 1

  1. zilko says:

    Gila! Jadi bisnis banget ya inI! Hahaha 😆

    Dulu sewaktu ke Paris tahun 2011 di jalan pusat perbelanjaannya (jelas lah ya jalan yang mana, haha 😆 ), ada ibu-ibu yang approach aku dan temanku minta tolong disuruh beliin sebuah tas merk Prancis yang super ternama. Kita bakal dikasi cash sama dia dan dia bakal nunggu di luar. Dan kita ogah. Ya habisnya, kenal aja kaga, hahaha 😆 . Iya juga kalau duitnya duit asli kan, haha 😛

    • mariskaajeng says:

      ga dong, aku kan ga norak :p tapi iya loh Be, hasil belanjaan kami itu ada yang posting di instagram pribadi dia, ngakunya dia yang abis shopping di Paris. HAHAHA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s