Planetarium Hamburg – Cara Mudah Melihat dan Mengerti Bintang

Sekitar dua puluh tahun yang lalu Papah pernah mengajak kami ke Planetarium di Jakarta, sebelum menjenguk Teteh sepupu saya yang baru melahirkan. Seingat saya, itu sekali-kalinya kami ke sana. Seingat saya, saya takjub sekali melihat bintang bertebaran di langit-langit yang cekung itu. Seingat saya, saya tidak mengerti bercerita tentang apa film saat itu.

Sejak tinggal di Hamburg, saya tahu di sini ada Planetarium, tapi saya engga tertarik ke sana sampai setahun lalu, saat bertemu dengan seorang teman yang mengingatkan saya: dulu saya sangat suka sekali dengan bintang dan langit, terutama langit malam. Kami janjian untuk ke sana, tapi tidak pernah terlaksanakan. Selain dengan dia, saya juga janjian dengan orang lain, tapi tidak pernah menjadi kenyataan, sampai akhirnya saya kenal dengan Jack. Tiga bulan lalu saya ke sana untuk pertama kalinya dengan dia.

Sampai hari ini, saya sudah entah beberapa kali ke sana. Karena saya dan Jack sudah balik jadi orang asing, sebulan terakhir saya pergi ke sana sendirian atau dengan teman-teman atau menculik anak orang, agar ikut kena racun astronomi seperti tantenya ini 😛

Planetarium selalu menjadi tempat yang mengasyikan untuk melihat apa yang saya suka, apa lagi di musim panas begini yang matahari baru hilang hampir jam 10 malam dan membuat saya tidak bisa lagi mengamati langit malam. Sayangnya, Planetarium Hamburg akan renovasi mulai tanggal tiga Agustus mendatang sampai dengan akhir tahun 2016. Belom tentu juga saya masih di Hamburg saat dia buka lagi.

Dengan alasan ini, sebulan terakhir ini saya ke sana minimal satu kali dalam satu minggu. Memaksakan menghabisi program Sternwissen (ilmu perbintangan) yang masih mereka sajikan sampai tanggal dua Agustus mendatang.
Setiap di dalam Planetarium, ingatan saya munduuuurrr ke masa dua puluh tahun lalu saat pergi bersama Almarhum Papah (yang membuat saya mencintai Astronomi), Mamah, dan ketiga saudara saya. Kalau saja Papah masih ada, saya akan selalu menceritakan isi film-film yang saya tonton ke Beliau.

Oh iya, keponakan-keponkan saya juga pernah dibawa Abinya itu ke Planetarium Jakarta, semoga ada minimal salah satu dari mereka yang kelak meneruskan hobi kami.

Saya sendiri sih sudah merencakan akan membawa anak saya kelak (aamiin!) ke Planetarium sering-sering. Sekali menyelam minum air, bilangnya buat kepentingan anak, padahal gue yang doyan.

Planetarium Hamburg letaknya di kecamatan Winterhude. Sangat praktis dari rumah saya hanya naik bus satu kali dengan waktu 15 menit. Saya naik tepat dari depan kosan dan turun tepat di depan Planetarium.

Harganya masuknya lumayan mahal untuk kantong saya, yaitu 12 Euro (Satu Euro sekitar RP. 14.900). Untungnya di sini banyak sekali diskon untuk mahasiswa, jadi saya hanya perlu membayar enam Euro sekali pertunjukan. Tapi kalau dipikir-pikir bikin kantong kosong juga kalau seminggu sekali atau dua kali ke sana.

Di sana selain melihat pertunjukan, di depan kasir kita juga bisa melihat pameran foto yang berhubungan dengan pertunjukan yang ada, misalnya tentang fenomena cahaya Aurora Borealis di Kutub Utara.

Mau belanja juga bisa, ada kartu pos bertema Planetarium Hamburg atau gambar kepingan Nebra yang ratusan tahun lalu digunakan untuk mengetahui asal mula bintang. Di ruang tunggu dijual makanan dan minuman kecil. Untuk yang mau memiliki meteorid juga bisa membelinya di sana dengan harga lima sampai 10 euro. Psst, kemungkinan minggu depan saya akan membeli salah satunya 😛

Selain itu, kita bisa juga naik ke rooftop Planetarium yang terbuka untuk umum. Sayangnya tidak terlalu lebar, tapi sangat tinggi untuk melihat keindahan kota Hamburg dari atas atau malam hari mengamati indahnya langit di atas kota Hamburg. Dari atas sana bahkan kita bisa melihat pelabuhan kota Hamburg yang terlihat kecil sekali.

Lamanya pertunjukan antara 50-60 menit. Ga pernah lebih. Pertunjukan pertama yang saya datangi adalah acara khusus yaitu kuliah umum dari seorang profesor dari DLR (Deutsches Zentrum für Luft- und Raumfahrt – German Space Agency) tentang sistem tata surya dan bumi. Saat itu tidak ada film, hanya beberapa menit ilustrasi yang sudah membuat saya menganga.

Selain tentang pengetahuan perbintangan, di Planetarium Hamburg juga ada pertunjukan musik. Saya belum pernah datang dan tidak tertarik. Tapi saya pernah ikutan untuk acara anak mulai dari empat tahun yang sebenarnya isinya pengetahuan tentang bumi, tetapi dikemas menarik dengan beberapa video musik dan juga asap dan laser beneran. Keren! Dan anak yang saya culik sangat menyukainya.

Minggu terakhir Juli ini saya akan melihat dua pertunjukan, yaitu tentang cahaya dan satu lagi badai matahari. Untuk yang berada di Hamburg pada minggu tersebut dan mau ke sana, yuk kita bareng 🙂

Tiket-tiket

Tiket masuk

Tiket-tiket

Tiket-tiket

Langit-langit di ruang tunggu

Langit-langit di ruang tunggu

Suasana di dalam teater sebelum pertunjukan dimulai. yang bulet itu lensa-lensanya.

Suasana di dalam teater sebelum pertunjukan dimulai. yang bulet itu lensa-lensanya.

Salah satu sudut bangunan Planetarium

Salah satu sudut bangunan Planetarium

Salah satu sudut bangunan Planteraium

Salah satu sudut bangunan Planteraium

Planetarium Hamburg

Planetarium Hamburg

Di depan Planetarium ada sebuah kolam besar, ini yang akan direnovasi.

Di depan Planetarium ada sebuah kolam besar, ini yang akan direnovasi.

Di samping kanan dan kiri bangunan terdapat tangga menuju pintu masuk yang tepat berada di belakang gedung

Di samping kanan dan kiri bangunan terdapat tangga menuju pintu masuk yang tepat berada di belakang gedung

Di depannya bisa pinknik!

Di depannya bisa pinknik!

Planetarium Hamburg

Planetarium Hamburg

Advertisements

2 thoughts on “Planetarium Hamburg – Cara Mudah Melihat dan Mengerti Bintang

  1. zilko says:

    Aku belum pernah jodoh sama yang namanya planetarium. Belum pernah sempat masuk 😦 . Dulu di Porto (Portugal) jauh2 disambangin jalan kaki panas-panas pula. Eh, planetariumnya tutup… 😦

    Padahal penasaraan

    • mariskaajeng says:

      Eh di Porto ada ya, jadi tambah pengen ke sana 😁 katanya Observatorium yang bagus juga ada di Portugal, tapi tau pastinya di mana. Hehe..
      Di Belanda juga pasti ada dong, Ko? ga nyesel deh ke sana 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s