Aku Ingin Mengingatmu

Masih ingat bagaimana rasanya jatuh cinta?

Aku ingat, karena itu aku selalu ingin merasakannya.

Bersama kamu, aku bisa sangat merasakannya. Aku masih hapal bagaimana dadaku bergemuruh kencang, dan lima menit menunggumu muncul dari kereta adalah hal terlama dalam hidupku. Aku kira kamu tidak akan pernah berdiri di depanku, dan aku tidak akan pernah mengetahui bagaimana ku telah jatuh cinta pada suaramu saat itu.

Lalu kita berjalan, tidak tanpa tujuan, karena aku membencinya. Aku bahkan tidak bisa keluar rumah tanpa memiliki rencana apa yang akan aku lakukan hari itu. Karena itu, bohong jika aku tidak mempunyai rencana apa pun, bahkan saat kamu tidak jadi mengunjungiku.

Di depan mesin penjual tiket, seseorang menghampiri kita, “Apa kalian butuh tiket harian? Saya jual hanya dua setengah euro,” kata dia lirih, takut terdengar petugas.

Kamu memintaku untuk melihat carik tiket itu, apakah yang dia tawarkan memang benar. Tidak lama kemudian, tiket itu masuk ke dalam dompet hitammu. Menyelip nyaman di sana, tanpa sadar telah memberikan senyum pada kami.

Saat itu, sebuah buku putih berpita kuning dan merah juga sudah berpindah pemilik. Dia menjadi milikmu, sebagai kado ulang tahun yang terlambat. Bukan salah aku mengapa kado itu terlambat, karena tiga minggu lalu saat kamu berulang tahun, kita belum saja saling mengenal.

Kamu tersenyum bahagia, menatapku tanpa percaya apa yang baru saja aku lakukan. Aku melihat sebuah keinginan untuk memberikan sebuah pelukan hangat, yang namun kamu sinyalkan menjadi sebuah keraguan di matamu. Dan aku sedang tidak ingin peduli hal itu.

Sore itu, kalau saja nahkoda kapal dapat menghapal semua muka penumpangnya, dia pasti akan bertanya kepadaku, “Siapa yang kamu bawa untuk menaiki kapalku sekarang?” iya benar, aku membawa semua “tamuku” untuk menaiki kapal. Tapi kamu tahu, kamu satu-satunya yang ingin turun dan berjalan kaki untuk melihat di mana aku bekerja. Aku masih ingat apa cerita kamu saat kita sudah semakin lama meninggalkan kedua rekan kerjaku yang kita lihat dari tempat parkir.

“Saat aku kecil, salju turun sangat deras dan tebalnya mencapai segini,” katamu sambil meletakan telapak tangan di samping telinga. Salah satu kenangan masa kecil yang masih kamu ingat dan akan selalu aku ingat setiap aku melewati tempat itu.

Malam itu semuanya tampak jelas, sama halnya dengan langit yang cerah dan bintang dapat dilihat dengan mata telanjang. Masing-masing dari kita sudah jelas mengetahui apa yang bahkan tersimpan di tempat yang paling terdalam, sayangnya tidak ada yang mengetahui bagaimana melepaskan semua itu.

Sebuah usapan perlahan di lengan, sebuah genggaman tangan yang membuat malam semakin hangat, dan sebuah pelukan yang terpaksa dilepaskan sebelum malam semakin naik adalah hal-hal tidak terencana yang membuat kita ketagihan sampai hari ini.

Kita lalu hanya bisa menjemput mereka pada saat kapan pun kita inginkan, walau harus dilakukan secara jarak jauh. Pelukan yang tebal harus bisa kita tukar dengan sebuah foto sebuah makhluk mungil yang aku temukan saat liburan. Yang lainnya harus ditukar dengan janji, yang menguap begitu saja sedetik setelah tercetus.

Aku tidak ingin mencintaimu dengan sederhana,

but I want to remember how nice you were to me. I want to keep all the memories by writing them here, so that , me in the future will know, I was always happy to have you around me.

I was glad that we’ve found each other once.

“Aber ich habe dich sehr gerne, und werde dich vermissen…”

Hamburg – Fuerteventura, 12. Januar 2015

Advertisements

6 thoughts on “Aku Ingin Mengingatmu

  1. Cut Inong Mutia says:

    Hallo, Mariska…

    Udah lama gak komen di sini 🙂
    Posting ini “Manis” and romantis banget..me likey 🙂
    Aku juga punya seseorang yang ingin selalu di ingat dan sampai sekarang masih terus berharap semoga suatu hari bisa bertemu dia lagi 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s