Tinggal

Mengapa kata tinggal bisa memiliki beberapa makna yang berbeda sekali satu dengan lainnya?

 

Ibu saya sudah tinggal di rumah ini selama 36 tahun.

 

Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia,

tinggal /ting·gal/ v 1 masih tetap di tempatnya dsb; masih selalu ada (sedang yg lain sudah hilang, pergi, dsb)

Lalu mengapa jika kata tinggal diberikan imbuhan menjadi memiliki arti yang berbeda?

 

Kami meninggalkan kelas dengan tertib.

Nenek sudah lama meninggal.

 

Proses perubahan bahasa ini dinamakan gramatikalisasi, ayok baca buku-buku dari Heine dan Kuteva untuk mengetahui lebih lanjut apa gramatikalisasi itu. Di salah satu buku mereka,  World Lexicon of Grammaticalization, mereka bahkan menjelaskan proses gejala perubahan kata tinggal. 

Tapi sayangnya, bukan itu yang sedang dicari, melainkan kata sudah yang dalam bahasa Indonesia digunakan sebagai permarka lampau.

Buku apa yang sudah kamu baca hari ini?

 

Advertisements

13 thoughts on “Tinggal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s