Bremerhaven – Bremen dan Ultah Papah

Tanggal 12 Oktober Papah ulang tahun. Karena tidak bisa lagi mengucapkan langsung, jadi saya memutuskan untuk merayakannya dengan cara pergi ke luar kota. Saya memutuskan untuk ke Bremerhaven. Dulu hampir tiga tahun lalu saya ke sana, tapi cuma sebentar karena waktu itu tidak pergi sendirian. Saya penasaran dengan kebun binatang tepi lautnya, oleh karena itu saya memutuskan pergi ke sana lagi.

Sehari sebelum Papah ulang tahun, saya nulis di sini kalau saya akan ke sana dan juga ke Bremen. Di Bremen saya hanya akan melihat gedung-gedung seperti Rathaus dan gereja saja. Intinya akan berada di kota.

Waktu memutuskan ke Bremerhaven saya sempat terpikir untuk bilang ke Permet Karet kalau saya akan mampir ke kotanya juga. Tapi saya batalin karena saya ingin hari itu benar-benar sendiri buat Papah.

Perjalanan dimulai..

Jam 10 pagi saya sudah ada di stasiun pusat Hamburg. Saya tepat waktu naik metronom jam 10.15. Sampai di Bremen kalau ga salah jam 11.15, memang perjalanan Hamburg-Bremen hanya satu jam, kalau benar naik Metronom-nya. Ada Metronom lain dengan arah sama tetapi membutuhkan waktu 30 menit lebih lama, karena dia berhenti juga di stasiun-stasiun kecil dan rute sedikit memutar.

Di stasiun Bremen saya harus menunggu 30 menit sampai kereta ke Bremerhaven datang. Bisa saja sih jalan-jalan dulu di kota, tapi saya jujur saja sudah bosan dengan Bremen. Entah sudah berapa kali ke sana, dan terakhir ke sana bulan Mei saat harus ke Finlandia. Setelah hanya foto-foto sedikit di depan stasiun, akhirnya saya memutuskan langsung menuju ke peron saja dan menunggu di sana, eh ternyata keretanya sudah menunggu jadi saya langsung naik saja biar hangat.

Di dalam kereta saya kepikiran Permen Karet, akhirnya sebuah teks terkirim ke dia. “Aku di Bremen loh :-D” Sudah gitu saja, setelah kalimat sebelumnya sapaan selamat pagi. Setelah dia nanya bales, saya teruskan kalimatnya, “Tapi sedang di kereta mau ke Bremerhaven.”

Dia tanya kenapa saya engga bilang dari hari sebelumnya, atau apakah itu spontan. Oh tidak, saya sudah terpikir dari dua hari sebelumnya, tapi karena sedang pengen sendiri, saya jadi ga bilang dia. Begitu saya jelaskan dia. Sepertinya sih dia mau ikut, karena tanpa ditanya langsung bilang dia lagi di rumah orangtuanya di luar Bremen. Setelah saya cerita soal Papah dan itu adalah alasan saya ingin sendiri, dia mengerti. Sebagai gantinya dia menawarkan bertemu sebelum saya pulang ke Hamburg dam minta dikabari.

Tujuan saya ke Bremerhaven cuma satu: kebon binatang. Dari central station ada beberapa bus menuju ke sana, saya naik 505 dan turun di halte Hafenwelten. Ga lama kok, mungkin hanya 10 menit perjalanan. Saat menyeberang jalan, saya sudah liat bangunan kebon binatang itu. Bentuknya unik, bukan bentuk bangunan membosankan yang lurus-lurus saja, tetapi dibuat seperti batu-batu besar, seperti di alam aslinya. Karena namanya Zoo am Meer atau kebon binatang tepi laut, tema kebon binatang ini juga binatang-binatang yang hidup di pinggir laut, seperti beruang kutub, pinguin, anjing laut, singa laut, dan beberapa jenis burung. Oh, juga ikan-ikan kecil dan isi laut!

Untuk menuju kebon binatang sebenarnya tinggal belok kanan setelah menyeberang jalan, lalu berjalan kaki sedikit, tapi saya memutuskan untuk ke arah kiri dahulu untuk lihat-lihat. Kalau berjalan terus ke kiri, orang akan menemukan museum kapal. Beberapa kapal sudah parkir di kanal dan bisa dikunjungi, saya bukan fans kapal jadi melewatkannya saja. Karena sepertinya terus jalan ke kiri ga ada hal yang berarti yang bisa dilihat, saya memutuskan memutar balik dan berjalan ke atas tanggul.

Sebagi kota di tepi laut, Bremerhaven membuat tanggul tinggi untuk berjaga-jaga kalau terjadi air pasang. Kalau berjalan-jalan di Finkenwerder Hamburg, orang akan menemukan hal yang sama. Tanggulnya tentu saja cantik ya. Pemandangan di balik tanggul tersebut ternyata sungguh indah. Di luar dugaan! Banyak terdapat bangku-bangku untuk duduk santai dan saya memutuskan untuk duduk dulu di sana.

Setelah mengambil beberapa foto dan istirahat, saya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke arah kebon binatang. Di belakang kebon binatang ternyata ada pelabuhan kecil. Entah lah apa yang saya lihat saat ke Bremerhaven untuk pertama kalinya itu, saya sama sekali ga sadar ada pelabuhan dan ga lihat begitu indahnya laut di sana.

Di sana saya juga untuk pertama kalinya liat jembatan yang bisa dibuka-tutup kalau ada kapal yang mau lewat di kanal di bawahnya. Menarik sekali! Bremerhaven sungguh indah dan saya senang sekali kemarin memutuskan untuk ke sana.

Jalan sendiri memang enak sih, kita bisa lebih cepat. Engga pake tunggu menungu dan bebas mau ngapain aja, tapi saya kemarin hanya sanggup jalan sampai mendekati pelabuhan konainer, ga sanggup lagi deh buat sampai ujung, capek. Jadi inget pepatah Afrika:

If you want to go quickly, go alone. If you want to go far, go together.”

Jam sudah menunjuk pukul 15 dan saya kecapean. Tadinya mau memutuskan untuk langsung pulang saja dan membatalkan ke kebon binatang, tapi Permen Karet baru sampai ke Bremen pukul 18. Akhirnya saya masuk ke kebon binatang, apalagi sebelumnya saya sudah berjanji ke diri sendiri untuk mau ke sana.

Ternyata kebon binatangnya lebih besar dari bayangan saya. Waktu ke sana dulu saya bareng tiga laki-laki yang ke sana karena menganter saudara laki-lakinya yang mengantar pacar dan anaknya, jadi ya ketiga lelaki itu pengennya buru-buru pulang. Kemarin saya menikmati sekali jalan-jalan melihat binatang itu. Sayangnya penuh sih oleh keluarga yang tamasya bersama anak-anaknya, ya namanya kebon binatang dan hari minggu pula yaa..

Walaupun kebon binatangnya besar, tapi ternyata dalam waktu sejam sudah bisa semua dilihat. Na tja, kalau dibandingkan dengan kebon binatang Taman Safari ya jelas jauh ya, binatangnya lebih terbatas karena sesuai tema yang diusung. Tapi serunya di sana banyak kaca-kaca buat liat dalam air di kandang singa atau anjing laut atau pinguin. Memudahkan kita untuk lihat apa yang mereka lakukan di dalam sana.

Karena saya tidak mau lama-lama di dalam sana, saya langsung ke luar dan duduk-duduk kembali di sekitar tanggul. Rasanya pengen tiduran di sana sambil nunggu matahari terbenam, tapi kalau itu saya lakukan, ketemu Permen Karet makin malam dan saya juga semakin malam pulang ke Hamburg. Ih ribet.

Singkat cerita, jam 17 saya sudah sampai di stasiun Bremerhaven. Menikmati mie goreng di restoran Cina sambil nunggu kereta yang datang setengah jam lagi. Di perjalanan saya ketiduran (lagi) dan meminta Permen Karet untuk langsung bertemu saya begitu kami masing-masing sampai Bremen sekitar pukul 18. Saya membatalkan rencana jalan-jalan sendiri di kota Bremen. Selain karena capai, juga karena bosen.

Saya ingin melihat matahari terbenam dan Permen Karet bersedia mengantar. Sayangnya kami kelewat tram karena dia telat sampai di halte, tram selanjutnya baru akan datang 15 menit kemudian yang tentu saja berarti hari sudah gelap begitu kami sampai ke Unisee (danau di dekat Universitas Bremen) tempat kami mau lihat matahari terbenam.

Karena saya ga mau ke kota, dia tetap mengajak saya ke kampusnya. Setelah sedikit jalan-jalan lihat kampus, saya diajak masuk ke dalam kantornya yang juga masih termasuk dalam kampus. Sebuah menara tinggi yang di dalamnya sering dilakukan eksperimen tentang teknik penerbangan yang berkaitan dengan luar angkasa. Nunjukin ruang satelit mini, ruang kontrol eksperimen, poster rumus fisika, dan sebagainya. Otak saya konslet. Sekonslet-konsletnya.

Keluar dari sana, dia memutuskan untuk mencoba bus miliknya yang sebelumnya belom pernah dipakai dan selalu diparkir di parkiran kantor. Kami ke Unisee. Tentu saja sudah ga bisa liat apa-apa lagi, kecuali awan-awan di langit. Sendainya langit saat itu cerah, kami sudah mencoba teleskop baru yang dia hadiahkan untuk saya kemarin.

Satu-satunya yang bikin kecewa hari itu adalah betre kamera yang abis saat saya belum selesai dari kebon binatang. Saya kira di tas ada dua batre cadangan, ternyata salah satunya juga habis. Kamera saya ini memang cepat sekali menyerap energi batre. Kesel sebenarnya, walau hasilyna bagus banget.

Walau begitu, Alhamdulillah saya senang sekali. Hari ulang tahun Papah bisa saya habiskan dengan jalan-jalan menikmati pemandangan baru di Bremerhafen dan Bremen. Ditutup dengan satu scoop es krim semangka, secangkir teh panas, dan obrolan hangat dengan Permen Karet. Hari yang sempurna. Alhamdulillah.

Advertisements

12 thoughts on “Bremerhaven – Bremen dan Ultah Papah

  1. zilko says:

    Waaah, sudah lama nggak ke kebun binatang. Terakhir kali ke kebun binatang di Innsbruck kalau nggak salah, hahaha 😀 . Disini memang kadang kebun binatang ada temanya gitu ya. Yang di Innsbruck temanya binatang gunung gitu. Ini binatang laut, haha.

      • Pursuingmydreams says:

        Iya aku pengennya ntar lah klo anakku sdh agak besar jalan2 lagi. Aku pengen ke bbrp taman bunga di kota tempat tinggalmu Jeng, spt taman yg ada bunga dahlianya banyak banget katanya di situ 🙂 .

      • mariskaajeng says:

        Taman apa ya, Mbak? Plan un Blum mungkin, ya? Taman bunga luas memang itu, tapi ga tau ada Dahlia engga. Yang jelas sih ada taman mawarnya.. Kuss Kuss buat Benjamin yaa 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s