Sol Sepatu

Saya baru saja balik dari tekniker orthopedi. Sol sepatu (bagian dalam) saya sudah jadi, rasanya enaaak banget.. Alhamdulillah langsung ga berasa lagi sakit di telapak kaki. Tapi kata teknikernya harus dilihat dua sampai tiga minggu ke depan, kalau masih ada masalah atau sakit, saya harus mampir lagi. Lalu saya ga hanya boleh jalan kaki sekitar dua jam saja, lalu istirahat sebentar, baru bisa jalan lagi.

Selama ini saya pikir bikin sol sepatu itu kakinya dicetak dulu, kaya bikin gigi palsu gitu, ternyata engga. Telapak kaki saya dipindah (scan) oleh foot scanner yang terletak di salah satu sudut kantor orthopedi. Sebelum diminta berdiri di alat pindai, tentu tekniker orthopedinya bersihin alat itu dulu. Teknikernya rada lebay deh, dia berkali-kali sebut kaki saya bagus, malahan begitu saya berdiri di scnanner dia juga muji-muji saya langsung berdiri dengan posisi yang tepat. Saking cintanya sama kaki kayanya tuh..

Seminggu kemudian (yaitu hari ini) saya diminta datang kembali dengan membawa resep baru dari dokter. Dia sebelumnya sudha memberikan saya lembar protokol, di dalamnya dia menuliskan apa saja yang harus dokter saya tuliskan, biar bisa dibayar sama asuransi nantinya. Alhamdulillah saya tadi cuma bayar ga sampai tujuh euro. Saya ga tau berapa harga aslinya, yang jelas untuk bantalan berbentu segitiga untuk di tengah kaki saja harganya sudah 15 Euro sepasang, entah berapa harga penuhnya.

Sol sepatu di Motoin Center, tempat saya bikin, tersedia tiga pilihan warna: hitam, biru, dan merah. Saya pesannya warna hitam saja, biar ga terlihat mencolok kalau saya harus lepas sepatu. Saya kira sol sepatu ini akan tebal banget sampai saya harus ganti sepatu dengan ukuran lebih besar, tetapi ga juga sih.. sol asli sepatu saya dilepas, lalu digantikan dengan yang baru ini. Rasanya sih memang sepatu saya jadi ngepas banget, apalagi solnya kan rada tinggi karena dikasih banyak bantalan di tengahnya, tapi so far masih muat sama sepatu saya.

Barusan saya coba, ternyata melepas dan memasukan sol sepatunya gampang banget. Saya harus tahu ini biar kelak bisa ganti-ganti sepatu dan gampang masukin keluarinnya. Eh iya, jadi kaki saya masalahnya begini.. Pijakannya yang di tengah kaki itu terlalu melebar, seharunya sedikit ramping, gara-gara itu juga jari-jari kaki harus ikutan bekerja menopang saya jalan, makanya saya dibikinin sol dengan bantal di tengah-tengah telapak kaki agar sedikit ke atas dan jari-jari ga perlu ikut menopang. Pusat sakit saya juga kebetulan tepat di tengah telapak kaki, makanya tepat banget di bantalannya itu berada di sana.

Foot Scanner

Foot Scanner

Tampak Atas

Tampak Atas

Tampak bawah

Tampak bawah

Tampak samping tipis

Tampak samping tipis

 

Advertisements

10 thoughts on “Sol Sepatu

  1. zilko says:

    Wah, keren! Belum pernah lho aku ke tempat khusus untuk buat sol sepatu gitu, hehe.

    Ah, owner-nya kok agak creepy gimana gitu ya kok mengagumi bentuk kaki gitu, hahaha 😛 . Tapi cocok sama pekerjaannya sih ya 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s