Cerita Tentang BCA dan Surat Kuasa

Selamat pagi!

Hari ini mendung dan hujan gerimis, tapi saya suka! Saya memang selalu suka hujan, rasanya adeeemm banget.. Enak buat bobo-boboan lagi :p

Kemaren Alhamdulillah urusan bikin surat kuasa beres. Sebelnya biayanya bok banyak bener, total saya harus mengeluarkan uang 40 Euro, karena ada dua dokumen yang harus dilegalisir. Sebenarnya pihak KJRI sudah bilang kalau biasanya mereka hanya legalisir halaman depan lalu disteples sama halaman belakangnya, itu biayanya hanya 20 Euro, namun karena pihak BCA atau notaris bilang masing-masing dokumen harus dilegalisir, jadilah saya harus mengeluarkan uang dua kalinya. Kesel banget dong saya, Kakak bilang mau minta ganti rugi ke BCA. Salah mereka sih ngasih informasi ga jelas minggu lalu.

Mau cerita lagi ya soal BCA ini..

Jadi karena Papah meninggal, semua uang di rekening Papah ingin kami alihkan ke rekening Kakak dan rekening BCA Papah kami tutup. Biar dia yang mengurus. Minggu lalu saat saya masih di Indonesia, Kakak sudah ke BCA untuk mengurusinya, dengan bekal surat ahli waris dan surat kuasa yang dibuat dengan format yang diberikan oleh keluarahan kami. BCA menolak kedua surat tersebut dengan alasan mereka punya format khusus untuk kedua. Mereka bilang tidak perlu notaris untuk mengurus ini semua, hanya surat-surat dari mereka saja yang mereka perlukan. Okay, jadi lah saya balik lagi ke kelurahan dan kecamatan untuk mengesahkan kedua surat tersebut.

Ketika kedua surat tersebuh sudah selesai dan saya sudah sampai di Hamburg dengan selamat, Kakak saya balik ke BCA untuk melanjutkan pengurusan penutupan rekening, mereka lalu mengecek jumlah deposito Papah. Saat itu lah baru ketahuan berapa jumlahnya dan ternyata ada pearturan untuk jumlah uang lebih dari 50 juta harus lewat notaris, surat ahli waris dan surat kuasa harus ditandatangani di depan notaris. Yiuk mari. KENAPA ENGGA MENGECEK DARI AWAL JUMLAH DEPOSITONYA, PAK/BU??

Kalau begini kan semua jadi ribet, terutama saya yang sudah meninggalkan Indonesia. Mereka meminta saya bikin surat kuasa sendiri dengan format yang sudah mereka tulis dengan tangan, lalu Kakak saya scan dan kirim ke saya, berarti saya harus ketik ulang sebelum saya tandatanganin. Ibu dan Bapak di BCA, engga mudah loh buat saya menuliskan nama Bapak saya lalu dilanjutkan dengan kalimat “Telah meninggal dunia pada blablabla sesuai dengan surat keterangan kematian nomer blablabla.” pagi-pagi kok sudah bikin saya berderai air mata (bahkan saat menulis ini pun saya hampir nangis). Akan lebih baik dan lebih berempati kalau Ibu dan Bapak bisa menuliskannya untuk klien Anda lalu mengirimkannya. Anda banyak kerjaan? Oh saya juga, ini kamar belom saya beresin dan bersihin setelah ditinggal pergi sebulan lebih. Dan saya kan terus dapat kerjaan tambahan dari Anda: pergi ke konsulat untuk melegalisirkan surat-surat ini.

Sebelum ke konsulat saya harus pergi ke kampus untuk prin dan fotokopi surat kuasa itu dan paspor. Prin beres, namun fotokopi warna ternyata yang susah. DI Jerman tidak diperbolehkan fotokopi berwarna. Siyok saya dengarnya, sampe lupa kalau saya bisa scan paspor aja terus prin, saya malah langsung pergi ke konsulat. Alhamdulillah di sana ada AIndra, jadi saya bisa numpang scan dan prin di kantor dia (nuhun A!). Saya tiba di bagian konsuler tepat sebelum jam istirahat siang, kirain bisa selesai saat itu juga, tapi Mbak Imelda berkata lain, “Pak Endang lagi keluar, Mbak, nanti jam 15.30 datang lagi ya buat ambil.” Duh, jadi harus bolak-balik gini ๐Ÿ˜ฆ

Seperti yang saya ceritakan di awal, biaya kedua legalisir membengkak jadi 40 Euro untuk meluluskan permintaan BCA atau notaris dengan legalisr kedua dokumen. Hasil scan kwitansi pembayaran sudah dikirim sertakan ke Ibu/Bapak Dwi dari BCA untuk kami minta ganti, salah mereka kurang memberikan informasi di saat pertama kali Kakak minta informasi yang diperlukan untuk mengurus ini semua. Selain hasil scan, kedua dokumen dan kwitansi sudah saya titipkan lewat Mbak Dita yang kebetulan balik ke Indonesia. Dia dengan baik hati menawarkan, padahal sebelumnya saya cuma cerita tentang ribetnya berurusan dengan BCA ini. Makasih, Mbak Dita! ๐Ÿ™‚

Saat lagi ngurusin semua itu saya bersyukur banget tinggal di Hamburg dan rumah dekat dengan konsulat. Engga perlu biaya tambahan untuk pergi ke konsulat, tinggal loncat. Bayangin deh kalau saya tinggal di Flensburg atau kota lain yang memerlukan waktu dan biaya untuk menyambangi KJRI dan KBRI untuk mengurusi surat kuasa tersebut, sangat merepotkan, bukan? Uang di bank ga seberapa, tapi repot dan biaya yang banyak. MEH. Semoga setelah ini saya engga dikabarin lagi disuruh bikin tambahan ini itu.

Setelah kejadian ini, keluarga saya engga berurusan lagi sama BCA. Sudah yak bok, cukup repot-repotnya. KTHXBYE.

Advertisements

6 thoughts on “Cerita Tentang BCA dan Surat Kuasa

  1. zilko says:

    Mudah-mudahan sudah selesai dan beres semua ya urusannya. Memang nyebelin banget kalau harus berurusan dengan birokrasi gitu; apalagi informasinya salah; apalagi posisi lagi nggak di Indonesia. Hadeuh….

  2. syifna says:

    Tapi semua sudah selesai ya ris. Dulu waktu bapak ku meninggal aku repot bolak – balik bikin akte kematian bapak, karena pihak asuransi meminta akte kematiannya. repot bolak balik. belum lagi urusan kantor tempat bapak kerja dllnya. Tapi alhamdulillah semua selesai juga … ๐Ÿ™‚

    • mariskaajeng says:

      Belum beres, Na. notarisnya ga bisa Sabtu, padahal adik yang di Bandung cuma bisa pulang akhir pekan. semoga secepatnya beres dan aku ga dimintai surat apa-apa lagi ๐Ÿ˜

      iya surat keterangan kematian dibutuhin buat ngurusin ini itu, Alhamdulillah waktu Papah meninggal ada tetangga berbaik hati bantuin ngurusin ๐Ÿ™‚

  3. johan eko prasetio says:

    selamat pagi mbak mariska, saya dan keluarga juga sedang “bermasalah” dengan bca. sudah ada surat ahli waris, juga keterangan dari notaris. namun BCA meminta pengadilan. apakah ada kontak bca atau kerabat yang pengalaman mengurus ini yah? rasanya dipersulit nih kami.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s