Tiba di Hamburg Lagi

Hari kedua di Hamburg. Saya suka cuacanya, enak banget adem.. ga sepanas di Tangerang. Kalau kata temen kosan, cuaca di sini memang cocok dengan saya yang gak suka panas. Teman kosan lainnya komentar, “Oh Mariska, please, bahkan di kami (Paraguay) panasnya sampai 50°C selama musim panas dan 30°C di musim dingin!” Memang bagi saya cuaca di Tangerang kemaren itu ga terkira panasnya, saya yang males mandi aja sampai rajin mandi sehari dua kali.

Berbicara tentang teman kosan, ternyata teman kosan yang dari Cina itu sudah pindah. Digantikan seorang laki-laki yang ga sengaja bertemu dengan saya di tangga dan berbaik hati membawakan koper seberat hampir 35KG ke lantai tiga, tempat kami tinggal. Si teman kosan dari Paraguay yang anaknya baik sekali itu ternyata mau pindah ke Kiel hari Senin mendatang. Sedihnyaaa.. karena dia adalah seorang teman kosan yang baik. Selalu bersemangat dan kami sering ngobrol, walau hanya di dapur. Semoga pengganti dia bisa seasik dia.

Apakah saya jetlag? Engga. Katanya memang kalau berpergian dari Timur ke Barat peluang jet lag nya kecil. Pengalaman saya sih selalu begitu. Apalagi memang selama di Indonesia jam tidur saya masih ngacak. Bahkan tiga minggu pertama saya masih ngeladenin chatting dan telepon jarak jauh sampai hampir pagi, sampai-sampai saya dibilang tidak pernah tidur oleh dia, padahal tidurnya kan bareng dengan jam tidur dia di Jerman.

Hari ini sebenarnya mau saya habiskan dengan membersihkan kamar. Tinggal disedot dan pel saja kok sebenarnya dan mungkin cuci baju, tapi harus saya batalkan karena saya harus ke konsulat untuk legalisir surat ahli waris. Karena Papah meninggal, semua deposito dan tabungan Beliau harus ditutup dan dialihkan ke Kakak saya. Minggu lalu Kakak saya ke BCA, mereka bilang hanya perlu surat ahli waris dan surat kuasa yang formatnya mereka keluarkan sendiri, bukan yang sudah disediakan di kelurahan. Saya minggu lalu harus balik lagi ke Kelurahan dan Kecamatan untuk mengurusi permintaan BCA, padahal beberapa hari sebelumnya kedua surat tersebut sudah beres dikeluarkan dari kedua instasi pemerintahan itu, namun ya tidak berlaku bagi mereka. Bikin tambah kerjaan lagi memang.

Tadi pagi kakak saya nanya lewat Whatsapp, apa AIndra (suami teman saya) kerja di kedutaan besar, saya jawab bukan. Dia kerja di konsulat. Lalu si Kakak bilang, saya harus bikin surat kuasa baru dan harus dilegalisir oleh kedutaan besar, tapi karena jauh di Berlin ya dari Konsulat saja. Gubrak, apa-apaan ini? Kenapa sekarang kok jadi ribet? Ternyata.. Mbak atau Mas Dwi dari BCA Tangerang baru mengecek lagi jumlah deposito Papah dan dia bilang, kalau lebih dari 50 juta harus dengan notaris, dan karena saya di luar negeri, harus bikin surat kuasa baru yang dilegalisir pejabat KJRI dan juga harus mengirimkan dia hasil scan paspor saya yang juga sebelumnya harus dilegalisir. WTF.

Rasanya pengen ke BCA dan mencak-mencak ke Mbak/Mas Dwi ini. Kenapa dia engga ngecek jumlah deposito kliennya sedari minggu lalu saat Kakak saya datang minta informasi. Ngerjain klien kalo gini caranya, bikin orang harus bolak-balik ke sana ke sini, apa lagi tau sendiri, di Indonesia ngurus beginian ribetnya bukan main. Jujur aja, kemarena tantangan Lurah dan Camat bisa saya dapatkan dengan mudah dan cepat karena bantuan teman. Without connection you can’t even survive.

Kakak saya juga sampai menghabiskan waktu tiga jam di BCA untuk marah-marah, sampai seorang manager dan tiga supervisor turun tangan dan meminta dia masuk ke dalam ruangan biar ga marah-marah di meja customer service dan ga diliatin klien lain, tapi bukan Kakak namanya kalau menolak dan membiarkan meja CS rame.

Hanya karena keteledoran seorang CS BCA ini jadi ribet urusan. Sie/er war unzuverlässig. Kalau dia mengecek semuanya dengan benar, semua ini kan bisa diselesaikan dengan cepat dan tentunya bisa saya kerjakan di Indonesia kemarin, ga perlu saya harus ribet ke Konsulat dan mengeluarkan biaya tambahan untuk ini. Semoga dengan kejadian ini mereka belajar bagaimana melayani klien dengan lebih baik.

Saya ga jadi balik tidur lagi deh nih, harus cepat-cepat ke kampus untuk ngeprin surat kuasa ini terus ke konsulat. Semoga bisa selesai hari ini juga. Bismillah.

Advertisements

6 thoughts on “Tiba di Hamburg Lagi

  1. zilko says:

    Welcome back in Germany! Aku juga baru balik Belanda nih, dan cuacanya enaak, udah di belasan jadi gak panas-panas banget, huahaha 😆 .

    Btw, semoga urusannya cepet beres ya. Memang ngeselin ya kalau dengan urusan birokrasi gitu, apalagi yang informasinya salah dan malah bikin repot dan ribet 😦 .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s