Selamat Pagi, Kamu!

Selamat pagi, orang di sampingku. Menghabiskan beberapa waktu bersamamu ternyata menyenangkan. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Sebelumnya aku mengenalmu hanya sekilas, lewat obrolan-obrolan jika kita tidak sengaja bertemu di cafe dekat tempat kita bekerja. Sebagai rekan kerja, memang aneh jika kita tidak banyak berbincang.

Kamu biasanya duduk di dekat jendela, setelah memesan secangkir Filter Kaffee tanpa susu dan gula. Sekarang aku baru tahu, kamu memang tidak terlalu suka manis. Kamu minum minuman bersoda, tapi tidak kopi dengan gula. Kamu pecinta kopi pahit. Kamu suka kue Donnerwetter, ceritamu padaku belakangan ini. Tentu saja tidak bisa kamu pesan di cafe, karena mereka hanya menyediakan kue dan roti biasa dan beberapa gelas buah potong dan joghurt, karena itu kamu terkadang ditemani oleh sepotong croissant cokelat.

Aku biasa datang ke situ dengan beberapa teman dekat, tidak ada dari kami yang berani mendekatimu, karena kamu selalu terlihat ingin menyendiri. Walau begitu, aku sesekali mencuri pandang ke arahmu. Beberapa kertas biasanya berserakan di atas mejamu, aku dengar saat itu kamu sedang mempersiapkan ujian kuliahmu. Selebihnya aku tidak tahu.

Sampai suatu saat kita tidak sengaja bertemu di kereta. Kamu menuju rumah dan aku akan mengunjungi teman dekatku yang rumahnya searah dengan tujuanmu. Awalnya memang susah memulai percakapan, namun ketika sudah dimulai, maka kamu bercerita banyak tentang hidupmu. Menarik. Sangat menarik malah untuk didengar.

Pagi ini aku melihat sinar matahari menerobos masuk lewat kisi-kisi jendela yang terbuka sedikit. Membangunkan aku yang sedang bermimpi indah tentang kamu. Aku lupa sama sekali, kalau akhir pekan ini sedang dihabiskan bersamamu.

Guten Morgen, du bist schon wach. Kamu sudah bangun. Aku sudah menyiapkan sarapan, ayo kita makan lalu bersiap untuk pergi.” sapamu lembut.

Liburan telah usai, dia akan mengantarku pulang. Sepanjang jalan nanti dia akan mengandeng tanganku erat, menyusuri jalan menuju stasiun yang terlihat hijau lagi indah di pagi hari. Kami berjalan dalam diam, karena kata tidak lagi menjadi penting, dibandingkan dengan irama degup jantung kami.

 

To see you when I wake up, is a give I didn’t think could be real.
I Miss You – Incubus

Advertisements

2 thoughts on “Selamat Pagi, Kamu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s