Kita Adalah Dua Orang Berbeda

Selama tinggal bersamamu aku engga pernah sekali pun tahu jadwal harianmu di rumah. Sampai suatu saat aku harus pindah kerja ke bagian pagi.

Setiap pagi sekitar pukul tujuh kamu akan pergi ke dapur untuk menyalakan oven. Selama oven itu belum panas, kamu akan menggunakan waktu tersebut untuk mandi. Berapa menit kamu menghabiskan waktu di sana aku tidak tahu, yang jelas setelahnya kamu akan kembali ke dapur, dan meletakan roti di dalamnya.

Kamu lalu kembali ke dalam kamar. Mungkin sekitar 10 menit kemudian kamu akan kembali ke dapur dan mengolesi roti yang sudah matang dengan selai pilihanmu. Aku tidak pernah melihat apa saja pilihanmu itu, tetapi di dalam kulkas kita tidak pernah aku temukan salami, mungkin kamu lebih suka keju atau selai yang manis rasanya.

Pernah sekali waktu aku bertemu denganmu yang hanya berbalut handuk, seharusnya kamu tahu bagaimana perasaanku. Kalau saja tidak ada mie instan di atas kompor, pasti aku sudah lari ke dalam kamar karena malu. Berbeda denganmu yang santai. Saking santainya, kadang masih dengan selembar handuk kamu turun untuk melihat isi kotak suratmu yang sudah beberapa hari tidak ditengok.

Kamu akan pergi di pagi hari, setelah sarapan dan sikat gigi. Kamu tidak pernah meninggalkan cucian piring kotor di dapur, walau hanya sebuah sendok. Kamu menyukai pasta untuk makan malam, dengan saos tomat dan wortel rebus. Pantas saja di kulkas kita selalu ada wortel. Kamu tidak akan makan daging, kalau siang sebelumnya sudah terpenuhi. Untuk hal yang ini kamu persis seperti seseorang yang pernah saya kenal.

Sebagai orang yang suka dan ingin banyak jalan-jalan, aku hanya bisa tersenyum tipis begitu kamu bilang, “Aku tidak suka traveling. Tujuan utama traveling seperti orang kebanyakan tidak menarik perhatianku. Aku hanya pernah ke Amerika dan beberapa negara di Eropa.” Lalu kamu juga cerita mungkin kamu akan belajar satu bahasa lagi, setelah menguasai bahasa Prancis dan bahasa Ingris.

Banyak ilmuwan terkenal dan bagus dari Prancis, namun mereka hanya menuliskannya lewat bahasa Prancis, karena itu aku harus bisa bahasa mereka. Itu alasanmu begitu aku tanya mengapa Prancis. Ah, aku kira hanya karena dia menjadi salah satu bahasa asing yang harus kamu pelajari di sekolah dahulu.

Kamu pintar, bahkan teramat pintar untuk orang seumuran kamu. Aku kira apa yang ada di kepalamu hanya ilmu yang kamu pelajari 7-8 tahun terakhir, namun tidak, semua kamu tahu. Politik singkat tentang Eropa bisa kamu jelaskan dengan mudah, semudah menghapal tabel periodik kimia yang tertempel di dinding kamarmu.

Tidak hanya itu, ada beberapa foto tertempel di sana. Aku kira hasil fotomu, sudah senang saja aku bertemu dengan teman sepermainan, ah tapi ternyata hasil gunting dari kalender. Untuk orang seumuran kamu, hal itu bisa aku sebut sangat tahun lalu sekali. Sepertinya foto-foto kalender itu kamu tempel lima tahun lalu dan belum juga kamu lepas-lepas karena indahnya. Tidak ada yang sama di antara kita, selain bahasa dan rumah. Bahkan di malam hari, ketika aku lebih suka menyalakan lampu besar di ruang tamu, kamu lebih suka menyalakan lampu baca yang ada di pojok ruang tamu.

Kita adalah dua orang yang sangat berbeda. Aku tidak saja tidak bisa mencari satu persamaan kita, namun bisa mencari lima hal lain yang membuat perbedaan kita semakin lebar. Kita bisa saling bertukar peralatan tulis, buku, bumbu masak, dan tempat piknik favorit karena tidak ada satu pun yang akan sama, bukankah itu menyenangkan? Mempunyai alat masak atau cara membersihkan toilet yang sama itu membosankan, tidak bisa dibagi.

Semoga malam ini kamu benar-benar pulang, dan membiarkan kita saling bertemu di sebuah cafe sambil memegang secangkir Caramel Macchiato hangat.

Advertisements

One thought on “Kita Adalah Dua Orang Berbeda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s