So Much Win!

Sebagai orang yang kerja di bidang sosial bareng orang lain, rasanya menang banget kalau klien-klien pada suka dan mau kerja sama dengan kita, walau sebelumnya mereka melihat kita hanya sebelah mata. Begitu juga dengan sayam senang banget ternyata klien-klien yang biasanya marah-marah sama saya jadi malah nanyain melulu. Pelet berhasil.

Sejak Oktober tahun lalu, saya kerja juga di gedung apartemen yang juga masih di bawah firma tempat saya kerja. Di sini orang-orangnya kebanyakan cacat fisik, namun dengan jiwa dan mental yang jauh lebih sehat dari pada tempat lama tempat penghuni pertama sampai sembilan tinggal. Nah, bagi saya mereka ini yang lebih susah, karena kalau ngobrol lebih nyambung, lebih tau yang mereka mau, lebih cerewet, ya seperti orang sehat saja lah.

Pernah salah satu dari mereka ada yang setiap saya datang selalu marah-marah. Dari mulai marahnya cuma pakai satu kalimat sadis, tapi memeberika tatapan sebal, sampai marahnya panjang ga abis-abis. Oleh karena itu, saya engga suka kalau disuruh ke dia, yang adalah engga mungkin, karena tiap gue kerja malam pasti ketemu dia minimal dua kali, sebelum dia tidur dan di sela-sela dia tidur untuk membalikan badannya.

Pernah di suatu pagi dia marah-marah ke saya, karena saya engga tau cara bersihin badan dia. Parah deh itu. Sampai pada suatu hari saya kebagian nemenin dia selama dua jam melakukan apa pun yang dia mau. Sempet deg-degan dan pengen pulang tuh begitu tau klien saya adalah dia. Mimpi apa saya semalam sampai harus ketemu dia -___-

Alhamdulillah semua berjalan baik hari itu. Saya dengan senang hati bantuin dia bersihin lampu, menulis kertas kirim uang untuk bank, ambilin botol-botol minuman di lantai bawah, dan memasukkanya ke lemari. Saat itu saya mencoba PDKT dengan cara bertanya soal masakan Afrika, tempat dia berasal. Ternyata nyambung. Saya kasih banyak pujian juga soal masakan Afrika yang pernah saya cobain. Ngomongin singkong yang saya lihat ada di dapur dia, juga nanya di mana toko Afrika tempat dia biasa belanja. Kelihatan tuh dia mulai berubah mukanya ke saya, saya juga jadi lega lihatnya jadi bisa lebih relax menghadapi dia. Besoknya saat saya ketemu dia lagi, saya cerita sudah lihat toko Afrika yang dia ceritakan.

Alhamdulillah sekarang dia keliatan suka sama saya. Kalau saya yang muncul di apartemennya, dia engga jutek lagi. Kemarin saya cerita saya kerja di tempat lain selain di gedung apartemen tempat dia tinggal, dia malah senyum-senyum sendiri dan kelihatan antusias. Sepertinya dia suka dengan orang yang mau bekerja keras. Malah kata teman, yang juga teman kerja, dia nanyain saya, karena waktu itu saya sudah tiga minggu engga kerja di sana lagi. Hahaha, so much win!

Klien lainnya tinggal di seberang gedung apartemen yang ini. Dulu dia pernah menolak saya untuk tinggal di rumahnya lebih lama, saat saya masih tandem dengan kolega untuk melihat cara bawa dia tidur. Dia duduk di kursi roda, jadi engga bisa pergi tidur sendiri, suaminya juga males kayanya bantuin. Anyway, saya jadi sering nolakin kerja sore, begitu tahu salah satu kliennya adalah dia. Bos lama saya juga sepertinya tau kalau klien yang ini rada susah, makanya setiap saya bilang belom pernah ke dia, saya akan digantikan orang lain.

Sampai suatu malam saya harus ke dia, karena klien yang harus kerjakan sedang di rumah orangtuanya. Saya bilang saya belum pernah ke dia, jawaban kolega nyebelin abis, “semua orang juga bilang begitu.” ngek. Akhirnya malam itu saya ke dia sambil deg-degan berat, setelah sebelumnya dikasih briefing sama kolega. Pokoknya initinya satu, kasih banyak pujian. Saya yakin banget ini ga akan banyak saya lakukan kalau saya nervous.

Benar saja, pujian-pujian yang saya siapkan cuma keluar tentang rumahnya yang indah saja. Itu sebenarnya tema lama yang selalu saya bilangin ke setiap klien, hehehe. Singkatnya, malam itu berakhir dengan sukses juga. Berkali-kali dia bilang dia puas dengan saya. Suaminya juga sepertinya begitu. Tiga hari kemudian saat saya beres kerja dan pamit sama kolega, dia sempat bilang, “By the way Mariska, she was really excited about you and said you can come again anytime.” Ngakak saya dibuatnya. Berhasil!

Selain dua itu sebenernya banyak juga sih contoh lain, ada laki-laki dengan down syndrom yang awalnya keukeuh menyebut saya dengan Anda dan ga pernah inget nama saya lalu malah jadi berangkat kerja bareng saya (saya pulang kerja), lalu nempel terus tiap saya ke apartemen dia. Malah rencananya minggu depan saya mau undang dia ke kosan saya, karena tempat kerjanya terletak hanya 200 meter dari rumah saya dan dia setiap hari naik turun bis di depan gedung kosan saya.

Ada lagi laki-laki dengan psikis terganggu tapi sehat, kalau saya datang kadang menyambut saya dengan sebutan “dear”, nah kalau ini rada syerem juga sih yaaa.. Takut keterusan. Ada yang emang dasarnya baik dan terakhir saya bertemu dengan dia beberapa bulan lalu nanyain saya ke mana aja kok ga pernah keliatan, padahal saya selalu ada di gedung apartemen dia seminggu sekali, tapi engga pernah ada kerjaan untuk ke tempat dia.

Selain itu ya anak-anak, ini yang lebih susah karena mereka perasa sekali. Ada klien anak-anak yang awalnya keliatan males kalao saya kerja, namun akhirnya nempel, karena saya suka kasih dia pertanyaan matematika yang sangat dia sukai.

Tapi highlight dari semua klien ya tetep dong si Penghuni Kamar Pertama, dia gampang-gampang-susah suka sama orang, bagaimana cara PDKT orang ke dia aja. Alhamdulillah saya dari awal engga pernah ada masalah PDKT sama dia. Lha iya, lha wong saya awalnya engga tau kalau dia sebenernya susah dideketin. Di hari pertama kerja, saya cuek aja jalan-jalan bareng dia bareng kolega lain, ikut bantuin dia makan siang, ngegodain saat di kapal, terus ya jadinya dia biasa aja tuh ke saya, engga pernah ngusir. Beda cerita dengan kolega-kolega lain yang harus diawali dengan pengusiran dan penolakan dari dia, bahkan ada yang sudah satu setangah tahun kerja masih saja ditolak sama dia, karena dia engga mau pendekatan dengan si Kamar Pertama juga sih.

Buat saya, semua itu adlah kemnangan, walau kecil. Hihihi.

Semoga minggu ini berjalan menyenangkan yaaa.. Minggu depan libur kuliah seminggu, ihiy!

Advertisements

One thought on “So Much Win!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s