Pola Kalimat Berobjek Bahasa Finlandia

Kepala gue penuh, harus ada yang gue keluarin di sini. Besok gue ujian tengah semester bahasa Finlandia, bagian tentang kasus objek, nah jadi kali ini kita main sotoy-sotoyan bahasa Finlandia ya. Sebagai pemula, gue berharap ada yang ngoreksi atau nambahin.

Dulu pas masih sekolah dan belajar bahasa, inget engga pola kalimat tunggal bahasa Indonesia seperti apa? Iya benar, dia harus memiliki paling tidak sebuah subjek dan predikat (kata kerja). Kata keterangan bisa ditambahkan, kalau perlu, tapi tanpa dia juga gak apa. Contohnya adalah kalimat aku makan. Aku merupakan subjek dan makan adalah kata kerja. Jika kalimat tersebut ingin dilengkapi menjadi aku makan apel, maka apel sebagai kata pelengkap. Kata pelengkap ini bisa terdiri dari kata sifat, waktu, partikel, dan sebagainya.

Pada contoh kalimat di atas, aku merupakan pelaku dari dan apel adalah objek atau penderita. Dalam bahasa Indonesia, objek tidak akan berubah kasus apa pun yang terjadi oleh subjek dan kata kerjanya atau kasus kalimatnya atau jika ditambahi dengan kata keterangan lainnya, misalkan kita menambahkan bulat sebagai keterangan dari bentuk apel. Aku memakan apel bulat, tidak berbeda kan dengan kalimat sebelumnya?

Hal ini berbeda dengan bahasa Finlandia. Kasus yang diderita oleh objek akan berubah pada situasi tertentu, contohnya jika kita sedang dalam proses melakukan sesuatu. Pakai contoh yang sama dengan aku makan apel ya, dalam bahasa Finlandia akan diterjemahkan menjadi minä syön omenaa. Omenaa atau apel merupakan bentuk Partitiv dari nominativ omena. Seperti disebut sebelumnya, aku makan apel adalah sebuah proses yang belum berakhir, nah ini tuh aturan ketat bahasa Finlandia untuk penggunaan kasus partitiv. Kalau proses ini berakhir dan berubah menjadi hasil, bukan kasus partitiv yang digunakan, melainkan akusativ genetiv (selanjutnya gue sebut sebagai genitiv saja), maka omena/a akan berubah menjadi omena/n (akhiran berubah). Kata objek dalam bahasa Finlandia selalu menggunkan partitiv dan akusativ (terbagi dalam akusativ genitiv dan akusativ jamak). Akhiran -a/ä, -ta/tä, dan -tta/ttä adalah ciri dari kasus partitiv (aturan perubahan akhiran partitiv bisa dilihat di wikipedia). Akhiran -n merupakan ciri dari kasus genetiv (aturan perubahannya bisa dilihat di wikipedia).

Lalu kalau kita bilang minä syön omenan salah dong? Engga juga, ada kemungkinan lain dalam kalimat tersebut, yaitu future tense (apaan ya sebutannya dalam bahasa Indonesia?). Sama seperti bahasa Indonesia, bahasa Finlandia juga tidak memilikinya, sehingga untuk menunjukannya digunakanlah genitif. Selain itu, minä syön omenan juga mempunyai maksud apel tersebut akan dimakan habis. Bagaimana kalau sudah berhenti makan apel, tapi belom habis? Maka digunakan kalimat lampau dengan kasus partitif pada objek, minä syötiin omenaa. Liat keterangan di bawah ya, mungkin jadi lebih jelas:

Minä syön omena/a: proses makan apel belum selesai

Minä syötiin omena/n: apel sudah dimakan habis

Minä syön omena/n (huomenna): apel akan dimakan habis (besok) (future tense)

Minä syötiin omena/a: apel sudah dimakan, tetapi baru sebagian

Huruf terakhir di omena sengaja gue tandain, biar keciri mana partitif (-a) dan mana genitif (-n). Ada beberapa kata kerja yang mau bagaimana pun bentuk kalimatnya (kecuali negasi) akan tetap menggunakan kasus partitif, contohnya odota (menunggu), puhun (berbicara), etsin (mencari), opiskellen (belajar), dan sebaginya. Kalimat-kalimat tersebut adalah proses, makanya digunakan partitif. Ingat, PARTITIF digunakan dalam kalimat proses. Karena itu, kata bertemu atau menemukan, yang merupakan sebuah hasil, selalu menggunakan GENITIF (maaf gue ga tau bahasa Finlandianya apa, males cari juga *toyor*)

Selain kata-kata dengan maksus proses seperti di atas, kata-kata abstrak dan atau emosi juga selalu menggunakan partitif, contohnya rakasta (cinta), vihata (benci), hauska (lucu), hyvä (bagus atau enak, tergantung konteks), dan sejenisnya. Contoh kalimat: minä rakastan sinua (aku cinta kamu) dan kahvi on hyvää (kopi enak). Ada pengecualian, kata pitää dan tykkä selalu menggunakan kasus elativi, dengan ciri berakhiran -sta/-stä.

Dalam bahasa Inggris kita mengenal istilah uncountable dan countable nouns. Prinsip ini juga digunakan dalam bentuk objek bahasa Finlandia. Semua kata benda yang bisa dibagi ke dalam elemen lebih kecil dimasukan ke dalam akusatif dan bisa dipakai dengan partitif, seperti omena (apel), kivi, kangas, dll, sedangkan yang tidak bisa dibagi hanya bisa menggunakan partitif: raha (uang), vesi (air), ilma (udara), dan sebagianya.

Dosen gue selalu bilang, partitiv itu digunakan untuk menunjukan hal-hal umum. Untuk menanyakan apakan seseorang minum kopi, akan digunakan partitif: juotko sinä kahviaa? (kamu minum kopi, gak, sih?), minä ostan rusuua (aku beli bunga mawar), namun jika bertanya secara spesifik apa seseorang mau minum kopi, maka digunakan akusativ genitiv: juotko sinä kahvin? (kamu mau minum kopi?), haluan sämpylän (aku mau roti). Balik ke contoh aku makan apel, kalimat tersebut juga umum, tidak dijelaskan seperti apa apel yang dimakan. Jika suatu saat apel itu dijelaskan seperti apel berwarna merah, maka digunakan genitif: minä syön punaisen omenan. Kata punaisen adalah bentuk genitif dari nominatif punainen (merah). Contoh lain.. Minä syön yhden omenan (aku memakan satu apel) dan minä luen tämän kirjan (aku membaca sebuah buku ini), kedua kalimat tersebut sangat spesifik sekali menunjukan apel dan buku mana yang sedang menjadi objek penderita dari si pelaku. Sebuah apel dan buku itu. Karena objek menunjukan benda tertentu, maka ia berdiri pada kasus genitif, selain si objek, kata keterangan bilangan (sebuah) dan kata tunjuk (ini) juga ikutan berubah jadi genitif. Kita tidak akan menemukan kata yhden dan tämän di kamus, karena yhden adalah bentuk genitif dari nominatif yksi, sedangkan tämän adalah genitif dari kata nominatif tämä.

Awalnya gue keliru mengira kalau bilang makan tiga apel harus menggunakan genitif, karena menurut gue itu secara khusus menyebut apel mana aja yang dimakan, namun ternyata gue salah. Kata temen sekelas gue, itu ga jelas banget apel yang mana, engga terperinci, selain itu bilangan lebih dari satu masuknya juga ke partitif. Oleh karena itu, kalau gue mau bilang aku makan tiga buah apel, maka gue bilangnya minä syön kolme omenaa. Si apel berada di partitif. Cuma yang gue ga ngerti, kenapa kolme ga berubah juga jadi partitiv, tapi tetep aja di nominativ. Bahasa Finlandia disebut sebagai bahasa yang logis, loh, pasti ada penjelasan untuk itu.

Untuk kalimat negasi, objek akan berdiri di partitif, bukan genitif. Ini berlaku mutlak, tidak diganggu dengan penggunaan kata abstrak, masih dalam proses atau sudah selesai, atau pun bermakna umum dan spesifik. Ini mah paling gampang deh, ga perlu mengeluarkan terlalu banyak usaha untuk mengingatnya. Contoh kalimatnya ya.. Minä en lue tätä kirjaa (aku engga baca buku ini) dan Minä en puhu suomea (aku engga berbicara Finlandia).

Satu lagi.. Proses yang dilakukan bersamaan atau berkesinambungan. Kalau kedua aktifitas berlangsung di saat yang bersamaan, maka objek menggunakan partitif. Lain halnya jika aktifitas tersebut berlangsung berkesinambungan, kedua kalimat akan menggunakan objek genitif.

Selain penjabaran di atas, ada juga identifikasi lain untuk penggunaan kasus objek yang tepat, seperti kalimat pasif. Ini akan diajarkan semester depan, jadi gue ga bisa jelasin sama sekali seperti apa kalimat pasif dalam bahasa Finlandia. Ada juga beberapa kasus yang gue sendiri masih susah menggunakan kasus yang tepat.

Kesimpulannya..

Partitif akan digunakan pada objek yang menggunakan kalimat negatif, tidak spesifik (umum), kegiatan masih berlangsung, kata abstrak dan emosi, tidak dapat dibagi, dan objek lebih dari dua atau menggunakan kata bilang (banyak, sedikit).

Akusatif kebalikannya, objek menggunakan kata netral, spesifik, hasil dari kegiatan, menunjukan sebuah atau satu benda, dan jamak.

Begitu kira-kira tentang kata objek di bahasa Finlandia. Buat tau lebih jelas dan lengkap tentang tema ini, bisa intif di wikibooks ini. Jika mau belajar tata bahasa Finlandia, silahkan intip penjelasannya di wikipedia ini.

Tentang tema objek gue baru belajar beberapa hari lalu, itu juga sendiri dari buku berbahasa Finlandia (yang tentu aja hanya sangat sedikit yang gue bisa mengerti), baca di wikipedia, dan latihan soal dari dosen yang cuma segitu-gitunya. Jujur aja, sebulan terakhir ini gue ga ngerti apa yang dosen jelasin. Kasus partitif dan genitif sudah kami pelajari dari semester lalu, tapi gue udah melupakan segalanya, karena mengira ga akan nerusin kelas ini. Tiap isi latihan di kelas, gue pasti bengong. Kemaren doang akhirnya gue minta bantuan temen sekelas yang setengah Finn buat jelasin. Mayanlah jelas setelah itu, soal-soal latihan udah lumayan ada yang bisa gue isi sedikit-sedikit.

Selamat belajar bahasa Finlandia dan doakan UTS gue lancar! *mengencangkan ikat kepala*

Advertisements

2 thoughts on “Pola Kalimat Berobjek Bahasa Finlandia

  1. zilko says:

    Good luck dengan ujiannya ya! Hehehehe 🙂

    Ah, kadang memang ribet ya belajar aturan bahasa-bahasa yg “baru” bagi kita. Tapi kadang ini “seru” juga lho (asal gak dalam konteks ujian aja kali ya 😛 ), soalnya kan kayak main “puzzle” gitu. Ini harus seperti apa ya biar benar, hehehehe 😀 .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s