FEB Awal Tahun

Wie geht’s euch?
Apa kabar kalian?

Saya pribadi sih lagi tepar. Dari pagi sudah mulai sedikit demam, lemas, dan tenggorokan sakit. Gara-garanya kecapean, karena dua minggu kemaren, mulai dari 1 sampai 15 Maret, kerja di luar kota. Lagi-lagi ikut program Ferienbetreuung (FEB), nemenin anak-anak kebutuhan khusus yang sedang liburan. Kalau kalian ingat, tahun lalu di musim panas saya ikutan program yang sama selama tiga minggu. Kali ini saya ikut yang dua minggu di Husum, sebuah kota kecil di tepi north sea.

Jujur aja, kali ini saya malas cerita tentang anak-anak peserta liburan ini. Tidak seperti sebelumnya ya, saya cerita sekilas satu per satu. Kali ini saya keine Lust, kalo kata orang Jerman bilang. Peserta kami terdiri dari sembilan anak, salah satu dia antaranya harus pulang lebih cepat karena membikin masalah. Berumur kisaran 5 sampai 15 tahun, dan terdiri dari empat anak perempuan dan lima perempuan. Mereka manis-manis kok, tapi kalau lagi engga nangis atau teriak-teriak atau ngambek, yang adalah sering banget. Peserta ini ga ada yang sama ya dengan Ferienbetreuung yang saya ikuti summer lalu.

Kami tinggal di sebuah vila besar, bukan cuma grup gue doang yang di sana, tapi ada grup lain juga yang juga dari program yang sama. Nah peserta dari grup sebelah itu lebih santai kelihatannya. Engga pernah gue liat mereka ramean nangis dan jerit-jerit, kaya kelompok gue. Pernah di suatu waktu, kedua kelompok ini harus tukeran salah satu betreuer (pengasuh) saat tamasya ke kota, pas pulang dia ditanya kesannya di kelompok kami, dia jawab, “ya.. terlalu banyak yang nangis ya di kalian. hehe..”

Di kelompok kami ada seorang anak yang hobinya menjerit. Kenapa gue bilang hobi, karena bagi dia menjerit itu cool. Dia ga bisa ngomong tapi bisa mengerti apa yang orang bilang, tiap dia menjerit dan kita omelin, dia akan menyeringai. Ga peduli diancam akan dihukum bagaimana pun, tetap aja dia akan menjerit dengan sengaja (dan hasilnya kena hukuman). Selain itu, dia hobinya melempar barang. Entah sudah berapa gelas dia lempar sampai pecah, komputer Talker dia juga rusak karena dilempar melulu. Gue PALING SEBEL sama dia. Paling males kalau dikebagian ngurusin dia. Rasa sakit kepala kalau udah disuruh jagain dia bentar. Oh iya, selain hobi jerit, dia juga hobi mencet tombol, naik lift, dan lari (walau kakinya engga fit betul). Jadi di koridor lantai satu (villa terdiri dari tiga lantai) ada dua pintu masuk – depan dan belakang ke taman, dan di tengah-tengah itu ada lift. Pintu-pintu itu mempunyai tombol pembuka pintu otomatis. Bayangin gimana engga enegnya kami setiap hari liat dia lari dari pintu depan – mencet bel pembuka pintu, ke pintu belakang – mencet bel pembuka pintu, terus lari ke lift mencet tombolnya, lari lagi ke depar, belakang, lift, dan seterusnya. Setiap hari dari pagi sampai sore (kalau kebetulan lagi engga ada acara ke luar). Kolega gue ada yang teriak-teriak ngelarang dia buka pintu, biar hawa dingin engga masuk karena si peserta ini cepet banget kedinginan, tapi tetap aja dia ga berubah, terus muter-muter buat mencet tombol sambil ketawa seneng. Anyway, karena dia hobi naik lift, akhirnya lift kami blokir, sakit kepala juga bok naik turun lift melulu.

Peserta favorit gue adalah Adrian, anak laki berumur 7 tahunan. Rumahnya ternyata deket sama asrama gue, makanya gue sebelumnya sering banget liat dia bersama ibu dan adiknya di sekitar tempat tinggal gue. Gue sebenarnya udah pernah kerja bareng dia selama sehari di program taun lalu, bisa baca ceritanya di sini. Saat itu emang dia sudah mulai megang-megang pipi gue, nah kali ini tambah dengan ciuman. Setiap hari pasti dia bakal ciumin pipi kanan dan kiri gue bolak balik, sambil bilang, “Bibi bi.. Bibi bi.. Ein Kuss. Ein Kuss.” Dia emang hobi nyiumin pipi orang lain, tapi cuma ke gue doang dia akan nyium pipi gue sampai 4-5 detik sambil berguma “Mmmmmmuuuaah”, sedangkan ke orang lain hanya sekilas. Waktu pas check in di kantor, dia sudah mulai menyerang gue dengan ciuman, sampai ibunya bilang kalau dia suka sama gue.

Sayangnya, dia pernah ngegigit lengan gue di hari kedua kerja. Gigitnya kencang, sampai membuat lengan gue biru dan sedikit bengkak. Sampai sekarang juga masih keliatan bekasnya sedikit. Saat itu kami sedang di luar, baru sebentar memang, tapi gue harus masuk lagi untuk ke kamar kecil. Karena di taman engga ada orang buat gue titipin, gue bilang kita harus masuk lalu secepatnya keluar lagi kalau gue udah selesai. Dia engga mau, mulailah menyerang gue dengan menendang kaki gue, sampai akhirnya gue pengang lengannya dan menarik masuk. Namanya juga baru aja kenalan ya, gue ga sadar kalau dia bisa aja ngegigit, dan kena lah gue. Walau biru dan bengkak, Alhamdulillah engga terbuka, jadi ga ada yang perlu dikhawatirkan. In shaa Allah.

Eh udah ah ceritanya, segitu aja. Nanti malah panjang dan lebar kaya cerita FEB sebelumnya. Lain kali gue akan sambung dengan cerita tentang jalan-jalan gue di Husum dan pulau Sylt.

Cerita terkait:

FEB #1 – Hallo

FEB #2 – Apa dan Di mana

FEB #3 – Peserta

FEB #4 – Peserta

Advertisements

7 thoughts on “FEB Awal Tahun

  1. syifna says:

    Ajarin bahasa jerman dong, hehehe
    saya paling sebel juga kalau ada anak yang susah di atur, apalagi dia jingkrak sana, jikrak sini.
    biasanya kalau anak seperti itu butuh kasih sayang yang penuuh, yaa kita mesti suaabar bangeeet ngadepinnya hehehehe..

    Pernah ngajar di kumon, ada anak yang aktif bangeeet … saya sampai ngos-ngosan ngajarinnya 🙂

  2. zilko says:

    Hahaha, berarti bukan kasus “rumput tetangga terlihat lebih hijau” ya; tapi memang lebih hijau beneran soalnya grup sebelah anak2nya memang lebih sedikit yg nangis, hahaha 😀 .

  3. rianamaku says:

    hi ajeng
    lama buanget ngak baca postingan kamu. wah pasti rame buanget jagain anak yg hobi teriak teriak hemmm.
    jaga kesehatan ya jeng.
    ditunggu ceritanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s