Nose Dial dan Berkebutuhan Khusus

Di salah satu tempat kerja saya kedatangan penghuni baru, seorang laki-laki berumur awal 20 tahunan. Dia duduk di kursi roda yang di depannya dilengkapi sebuah meja plastik dan kemudi. Tangan dia tidak bisa digunakan secara normal, mungkin karena itu dia diberikan kursi roda dengan kemudi sendiri, walau kadang dia sendiri ga sanggup mengendarainya pake tangannya sendiri. Okay itu hal biasa lah ya. Hal yang biasa lainnya adalah sebuah iPhone yang diletakan khusus di meja tersebut sebagai alat komunikasi dia. Maksudnya bukan komunikasi dengan orang yang jauh ya, namun dengan orang yang bahkan ada di depan dia.

Nah ini yang luar biasa: dia mempunyai gangguan berbicara. Kemaren saya kebagian tugas bikinin dia sarapan. Yang saya mengerti dia minta roti pake sosis, saya bikinin dia roti dengan sosis dan salami. Setelah saya tunjukan, dia mengatakan sesuatu yang sayangnya tidak saya mengerti. Lalu tiba-tiba.. Dia merendakan kepalanya menggapai iPhone yang diletakan di sebuah tempat khusus sehingga letaknya sedikit lebih tinggi dari mejanya. Dengan hidungnya yang mancung, dia unlock iPhone nya dan menavigasikannya ke aplikasi notes. Melihat itu saja saya sudah bengong, ih kok bisa tepat banget dia buka aplikasi yang dia mau. Ada yang bikin tambah bengong, masih dengan hidungnya dia menuliskan, “Salami nicht dafu (dazu- engga pake salami).” Lalu ketika saya bangun untuk menukar salami, dia memanggil lalu mengetik lagi “Lachs“. Saya rasanya mau mewek *lebay*

Photo taken fromhttp://www.t-online.de/handy/smartphone/id_43820644/nosedial-das-iphone-mit-der-nase-steuern.html

Photo taken from http://www.t-online.de/handy/smartphone/id_43820644/nosedial-das-iphone-mit-der-nase-steuern.html

Gimana engga mau mewek, ini hebat banget! Teknologi mempermudah orang berkomunikasi. Literary. Dia bener-bener bisa menjalankan iPhone nya dengan hidung loh. Dia juga sempet menulis, “den Lappen mal ausp (ausspülen – lap tolong dicuci)” dan pesan ke kolega lain untuk membawanya ke toilet nanti setelah sarapan, dia menuliskannya hampir tanpa kesalahan, bahkan masih dengan hidungnya, dia buka Facebook dan dengerin musik.

Saya barusan nyoba ya pake hidung pengen buka menu di hp, yang ada kepencet twitter melulu yang memang terletak pas di atasnya. Selain itu mata saya juga jireng seketika, melihat layar hp deket banget. Berarti dia hebat banget kan?! Saya bener-bener kagum dibuatnya. Kalian (terutama yang berhidung mancung) coba deh cara ini di rumah, cerita ya hasilnya bagaimana 😀

Eh btw, barusan googling ternyata memang ada aplikasi nosedial di iPhone. Menurut link ini, aplikasi ini dibuat untuk musim dingin, jadi cuaca dingin dan sarung tangan tebal tidak mengganggu aktifitas mainin hape. Saya sendiri ga tau ya apa klien saya ini menggunakan aplikasi ini atau engga, tapi ya iPhone nya langsung tanggap banget dengan sentuhan hidung. Ada yang mau coba?

Advertisements

4 thoughts on “Nose Dial dan Berkebutuhan Khusus

  1. zilko says:

    Teknologi memang semakin maju ya dan memang bisa sangat membantu kehidupan manusia 😀 . Dan memang bisa mengurangi masalah komunikasi kok (pengalaman pribadi pas memesan makanan di Korea yang memesannya mesti memakai app translator di smartphone karena pelayannya nggak bisa bahasa Inggris, hehehe 🙂 ).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s