Pekerjaan dan Bersyukur

Sebelumnya, SELAMAT TAHUN BARU 2014!!

Hahaha, iya tau ini sudah telat, tapi biarlah ya, dari pada engga. Harap maklum saya sudah lama ga nulis/posting apa-apa lagi sejak natal lalu. So, bagaimana tahun baru kalian? Ngapain aja? Seid Ihr ins neues Jahr gut reingerutsch?

Saya bertahun baru bareng sahabat-sahabat di rumah salah seorang dari mereka. Menyenangkan, nanti saya cerita saya di postingan khusus. Sekarang cerita yang lain dulu aja ya. Ada cerita tentang kerjaan baru di tempat yang ga baru-baru juga sih. Tapi sebelumnya saya mau pamit, mau menghilang lagi beberapa waktu, karena akhir bulan ini akan ada beberapa ujian akhir semester dan untuk itu saya harus konsentrasi belajar (seharusnya sekarang juga, tapi istirahat dulu sebentar :p).

Btw, since last monday I have a new job. But what isn’t new anymore is I still work with disability people. Bedanya, kali ini saya setiap pagi datang ke apartemen klien, bangunin mereka, bikin teh, mereka pergi kerja, saya pulang. Dalam sebulan saya kerja sebanyak lima hari, namun karena kunci apartemennya cuma dua, jadi saya harus datang seminggu penuh di hari kerja. Tugas saya ya itu yang saya sebutin di atas. Lamanya pekerjaan hanya 1,5 jam setiap harinya, namun nanti di akhir bulan ditulis tiga jam kerja (kebijakan dari bos, karena waktu kerja yang sangat singkat). Di sela-sela bangunin klien-klien, saya bisa belajar, selesai kerja bisa ke kampus untuk kuliah atau sekedar belajar atau ngurusin hal lain. Pekerjaan ini adalah pekerjaan paling santai yang pernah saya dapat.

Yang bikin santai lainnya adalah tidak ada satu pun dari klien-klien baru saya yang engga mandiri. Mereka bisa mengurus dirinya sendiri dan pergi kerja sendiri, sehingga engga ada tuh acara pagi-pagi bawa klien mandi atau gantiin popok. Pokoknya santai abiiss.. Namun ada yang tidak santai juga sih, yaitu.. jam kerjanya yang dimulai jam 6 pagi. Kalau di Indonesia, jam 5 bangun tidur dan berangkat kerja terasa mudah ya, tapi di sini susah banget bookk.. Paling lambat saya harus bangun jam 04.45 lalu keluar kamar jam 05.13, kalau mau jalan ke stasiun dengan santai. Ini susaaah banget, karena Subuh aja sekarang ini mulainya sekitar pukul 06.25, jadi kebayang dong masih gelapnya di luar 😦

Selama lebih dari dua tahun kerja di bidang ini, saya sudah sering banget kebagian jaga malam, dan di shift itu kami diharuskan bangun pukul 04.30 atau 05.30 atau 08.00, tergantung di mana dan hari apa saya kerja. Nah tapi kalau jaga malam kan bangun tidur ku langsung kerja ya, ga usah ganti baju atau berada di dalam perjalanan, kalau yang ini, ujian terbesarnya ya itu.. bangun tidur ku langsung sikat gigi dan berangkat kerja. Tadi pagi ini pagi ketiga saya kerja, semuanya Alhamdulillah berjalan lancar, kecuali tingkat kecapean saya yang semakin meningkat. Heran deh, kenapa ya kalau di Indonesia mulai aktifitas pukul 5 pagi pun sore masih melek dan di sini engga gitu ya? Anyway, this month I have to do this morning shift for two weeks. It’s good for my bank account, but not my body :/

Oh iya, mengambil kerjaan ini bukan berarti saya engga kerja lagi di tempat lama. Masih kok, cuma awal tahun gini memang sedang sepi panggilan kerja. Alasan bos di tempat lama, setiap awal tahun jumlah jam kerja pegawai tetap dikembalikan ke nol atau bahkan ada yang minus, nah karena mereka pekerja tetap dan tidak boleh punya jam minus, makanya jam kerja mereka dinaikan, sehingga engga ada jam kosong yang tersisa buat pekerja panggilan macam saya. Itu juga alasan kenapa di akhir tahun banyak sekali kerjaan buat saya, karena lama-lama pekerja-pekerja tetap ini jam kerjanya kebanyakan, lalu mereka disuruh mengurangi jam kerja, dan kelebihannya ini yang buat saya.

Pekerjaan baru ini adalah pekerjaan keempat di bidang ini. Yang pertama itu tempat di mana Penghuni Kamar Pertama dan teman-temannya tinggal, kedua kita hitung saja saat saya ikut program liburan anak-anak kebutuhan khusus, ketiga di sebuat gedung apartemen khusus kebutuhan khusus, dan keempat apartemen ini. Kerja di empat tempat berbeda ini bikin saya punya banyak pengalaman berbeda. Dua tempat terakhir ini atmosfernya beda banget dengan tempat pertama. Mereka memang cacat mental, namun tidak seberat tempat pertama. Mereka sangat sangat sangat mandiri, semua dilakukan sendiri, kecuali untuk beberapa klien yang mempunyai keterbatasan fisik.

Mereka mempunyai rumah sendiri-sendiri. Ada yang sendiri di apartemen untuk seorang, ada yang tinggal bareng dengan dua atau tiga orang lainnya dan berbagi dalam penggunaan dapur atau kamar mandi. Apartemen mereka dilengkapi dengan laptop atau PC, televisi flat screen, lebih bagus dari milik saya si mahasiswa kere :p Oh, dua dari klien di tempat kerja ketiga masih berumur di bawah 20 tahun, dan menurut cerita kolega, mereka setiap hari pergi sekolah.

Saya pernah ngetwit, orang-orang berkebutuhan khusus mungkin ada untuk mengajarkan kita bersabar. Tweet ini saya buat saat saya sedang kesal-kesalnya dengan Penghuni Kamar Pertama yang banyak tingkah dan susah mengerti apa yang orang lain bilang. Berkerja di tempat ketiga, yang sebagian besar sangat mandiri, mengajarkan saya untuk selalu bersyukur. Setiap pukul 22.30 kami harus ke kamar salah satu klien untuk membantunya membaringkan tubuhnya dalam posisi tengkurap, memberikan bantal di kaki dan lututnya, dan menyelimutinya. Pukul 04.30 kami datang lagi ke kamarnya, untuk membantu dia memutar tubuhnya ke posisi terlentang. Alhamdulillah sampai sekarang saya masih bisa mengubah posisi tidur sendiri, tanpa perlu ada orang bangun pagi buta untuk bantuin. Alhamdulillah.

So which of the favours of your Lord would you deny? (Ar- Rahmaan : 18)

Advertisements

6 thoughts on “Pekerjaan dan Bersyukur

  1. zilko says:

    Hahaha, memang “derita”-nya kerja di saat musim dingin ya. Mataharinya nongolnya bentar doang jadinya jadi lebih susah kan buat bangun pagi, hahaha 😆 .

  2. Ria Angelina says:

    Apa karena musim dingin jadi malas bangun pagi xoxo..
    wah kamu bilang dirimu mahasiswa kere namun aku pikir kamu kaya kok..
    kaya pengalaman hidup jauh bernilai dibandingkan denga uang.

  3. syifna says:

    Haduuh nggak kebayang kalau tiap hari harus bangun pagi2, langsung sikat gigi dan berangkat kerja .. berasa capeek luar biasa yaaa hehehe.. trus sarapan gimana say ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s