Kita Perlu Bertemu

Kita perlu untuk bertemu lagi. Di sebuah restauran kecil dengan harum keju yang memenuhi ruangan. Waktu kita masuk, restauran tersebut harus sepi, banyak bangku-bangku kosong, namun sebaiknya kita pilih meja kecil di samping jendela itu, agar kita bisa melihat dengan jelas air hujan yang turun merayap di jendela.

Aku tidak banyak berbicara, hanya kamu yang sibuk berceloteh tentang makanan Turki yang tadi kita pesan sesaat setelah masuk tadi. Bau keju yang tadi memenuhi ruangan, semakin tajam tercium, diselipi juga bau lain seperti daging panggang. Saat makanan kita datang, kamu menukar milikmu dengan punyaku. Aku tidak menyukai keju, namun kamu yang tidak tahu, memesankannya untukku. Kita makan bersama saja, tukar menukar. Makan yang banyak, karena di luar dingin dan kita akan berjalan-jalan ke kebun binatang.

Ayah angkatku bertanya, kebun binatang mana yang kamu kunjungi kemarin? Dia lalu menjelaskan, berpuluh-puluh tahun lalu ketika kota terbagi dua, masing-masing dari mereka memiliki kebun binatang sendiri. Satu kebun binatang besar dan lengkap, dan lainnya seadanya. Entah lah aku berada di kota bagian mana kemarin itu, sampai sekarang aku masih bingung dengan pembagian kota tersebut, yang jelas kebun binatang yang indah dan ramai. Tentu aku berada di bagian kota yang lebih kaya pada jamannya dahulu.

Kemarin teman bercerita, orang terdekatnya pergi melancong ke negara yang aku kira tidak dapat dikunjungi orang asing, di sana dia pergi juga ke kebun binatang, apa daya, bukan binatang yang ia temui, namun hanya foto-foto mereka. Na tja, kebon binatang di kota kita, sejelek apa pun, tidaklah mungkin akan sesuram itu.

Musim dingin belum pergi, masih ada saja angin dingin tiba-tiba datang mendorong-dorong tubuhku yang ternyata cukup ringan. Kamu berubah menjadi semacam pahlawan dengan menghadangnya dengan tubuh besarmu di depanku. Kita merayakan sore gelap nan dingin itu dengan sepoci teh hangat yang harganya paling murah. Bukan lagi di restauran berbau keju dan daging, tapi di cafe kecil tempat orang hanya mampir untuk menyeruput teh atau kopi hangat dan makanan kecil semacam kue telor beraneka pilihan rasa.

Stasiun kereta api tak perlu dijangkau dengan tenaga ekstra, karena letaknya menempel dengan kebun binatang dan cafe sepi ini. Hanya perlu mengerejapkan mata dua kali dan sampailah kita. Tetapi sebelum ke san,a kita harus mampir dulu ke warung roti isi ikan, karena kamu akan membeli roti berisi ikan anchovis dan aku seporsi fish and chips yang membuat tanganku penuh seketika. Kita harus saling mencoba, kamu bilang begitu, lalu kita harus saling menyodorkan makanan langsung ke mulut. Jangan bikin tangan yang sudah penuh harus terbelit lagi dengan segala masalah. Biarkan mereka tenang di sana dengan tugasnya masing-masing.

Kalau kelak mulai kedinginan, kita boleh masuk sebentar ke dalam pusat perbelanjaan yang harga barang-barang di dalamnya selangit. Tidak perlu belanja, masuk, hangatkan diri, lalu kembali keluar pun tidak masalah. Stasiun kereta sudah bergeser, namun di pintu keluar ada pintu masuk masuk stasiun kereta lainnya. Jangan kuatir.

Dan ke mana lagi kita harus pergi sekarang? Sebaiknya kita pulang, karena maghrib sudah lewat dan malam semakin jauh. Kita bisa pulang dengan menumpang kereta berbarengan, di tengah jalan kamu boleh turun duluan, karena aku memang harus turun di stasiun terakhir. Kalau kamu tidak mau, tentu saja kamu boleh mengantarkan aku dulu ke ujung, lalu balik lagi dengan kereta lain ke rumahmu. Memang meletihkan dan membuang waktu, tetapi itu semua pilihanmu. Di stasiun nanti kita tidak perlu membeku, menunggu saja di mobil cokelat yang sudah aku parkirkan dari siang. Di sana hangat oleh bantuan pemanas dan radio. Kita menunggu sampai kereta datang dan membawamu kembali menuju kota.

Hari semakin jauh, sebaiknya memang kita bertemu, sebelum kata-kata semakin dalam terkubur lumut. Dan besok pagi saat cerita ini menjadi nyata, jangan lupa untuk menutup jaketmu rapat-rapat, musim dingin semakin dekat. 

Hyvää yöta!

Advertisements

6 thoughts on “Kita Perlu Bertemu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s