FEB #2 – Apa dan Di Mana

Semalam akhirnya saya tidur di kasur sendiri, setelah tiga minggu pindah ke kota kecil. Ya, kerjaan saya untuk summer ini berakhir. Anak-anak kebutuhan khusus itu sudah kami pulangkan kembali ke orangtua masing-masih hari Sabtu pagi/siang kemarin. Ada dari mereka yang dijemput pagi-pagi di penginapan, ada juga yang dijemput di kantor pusat. Banyak banget yang saya mau ceritain seperti anak-anaknya, kolega-kolega, drama, dan lainnya, tapi kalo gitu bakal panjang banget deh O.o

Ga tau deh saya akan cerita tentang apa, gimana nanti keluarnya saja ya. Soal foto-foto, kayanya ga akan saya tampilin. Kamera saya kebetulan dipake buat dokumentasi, jadi selama hampir tiga minggu itu dia mendem di kantor kami dan dipake oleh siapa-pun yang jalan-jalan bareng anak-anak, saya yang sedang kebetulan libur pun jadi harus merelakan tidak make dia kalau sedang jalan-jalan sendiri. Foto anak-anak tersebut tentu saja tidak bisa saya tampilin di sini dengan alasan keamanan data (bersamaan dengan tanda tangan kontrak kerja, saya juga harus menandatangani perjanjian keamanan data peserta). Ada beberapa foto yang bisa saya tampilin sih, tapi di episode selanjutnya ya, sekarang saya males edit :p

Okay, jadi di kantor atau yayasan saya kerja itu punya beragam fasilitas sosial untuk para special needs people, selain panti sosial (seperti tempat saya kerja salah satunya), tempat kerja, sanggar seni, dan juga memfasilitasi liburan untuk anak-anak kebutuhan khusus (sebut saja FEB – Ferienbetreuung). Saya tau info yang terakhir ini dari Nda, temen kerja dia ada yang sudah bertahun-tahun gabung di sana dan nawarin Nda ikut gabung juga. Saya masukin lamaran sejak Februari tahun ini, Maret tahun lalu pernah ikut sehari gabung dengan salah satu liburannya, menggantikan kolega-kolega yang sakit (status saya honorer saat itu). Kali ini saya berstatus sebagai pekerja tetap dengan kontrak hanya selama tiga minggu (sesuai dengan panjangnya durasi liburan kami).

FEB menawarkan banyak tema liburan dengan waktu yang disesuaikan dengan waktu liburan sekolah. Kalau saya ga salah, summer ini liburan sekolah dimulai dari minggu terakhir Juni sampai minggu kedua Agustus, jadi kebanyakan summer camp dari FEB diadakan di antara itu. Summer camp-nya juga ga cuma ada di Hamburg saja, namun juga di kota-kota sekitar Hamburg, disesuaikan lah dengan tema liburannya. Sebenarnya awalnya saya diterima untuk liburan dengan tema sailing di kota yang lumayan jauh dari Hamburg, namun saya tolak, dengan alasan saya ga bisa renang (malu Jeng sama umur -_-), dan tempat kerja jauh dari Hamburg, sedangkan kelak saya harus bolak-balik ke Hamburg dengan alasan kuliah yang belum masuk masa liburan (bahkan bertepatan dengan masa ujian). Lalu saya minta ganti dengan liburan tema (kebun) binatang di Lüneburg, kota kecil yang hanya setengah jam dari Hamburg dan saya ga perlu keluar ongkos lagi untuk pergi ke sana (karena masih bisa dijangkau oleh semester ticket dari kampus). Saya diterima. Tiga minggu saya akan kerja di Lünerburg.

Sebulan sebelum berangkat tim kami berkumpul di kantor pusat untuk ngobrolin ini itu. Tim dibagi dalam tiga bagian, Teamleiter (TL – ketua tim), Pädagogische Hilfe (PH – asisten padagodik), dan Nachtwache (NW – night watch). Saya masuk ke dalam PH, seperti lima orang lainnya, empat orang TL, dan dua orang NW. Walau pun ada ketua tim dan “tim biasa saja”, namun kenyataan di lapangan sama saja, hanya saya TL mempunyai kewajiban lebih banyak dari PH.

Saat kumpul tim itu juga dikasih alamat jelas di mana kami akan tinggal selama tiga minggu nanti. Ternyata bukan Lüneburg, melainkan Lüneburger Heide. Lebih tepatnya sih di Neukirchen. Setelah saya cari di google maps, jarak dari Hamburg ke sana sekitar satu setengah jam sampai satu jam 45 menit dengan dua kali menggunakan kereta dan satu kali bus. Dan waktu itu yang saya tau, saya harus keluar uang lagi untuk pergi ke sana. Rencana saya meleset. Saya ga bisa sering-sering pulang ke Hamburg, kecuali untuk alasan genting seperti ujian kuliah.

Sebenarnya saya ga berangkat tepat tanggal 1 Juli seperti kolega-kolega dan peserta lain, saya ambil jadwal yang baru mulai kerja tanggal 3 Juli, karena tanggal 2 Juli saya ada presentasi di kampus. Jadi lah setelah presentasi saya langsung berangkat ke Neukirchen. Waktu itu saya beli tiket regional Niedersachsen, yang harganya jauh lebih mahal dibanding saya beli tiket sekali jalan dari Hamburg central station ke halte bus tujuan saya, karena tiket tersebut bisa saya minta ganti kantor nantinya. Sebelum beli tiket, saya tanya ke petugas kereta apa saya bisa pakai tiket itu sampai ke halte bus terakhir, katanya bisa. Kenyataannya, saya harus beli tiket bus lagi karena tiket tersebut ga bisa dipakai di Soltau (stasiun kereta terakhir tempat saya harus pindah ke bus). Ga heran sih, karena biasanya tiket regional ga berlaku di kota kecil. Belakangan saya baru tau dari kolega, semester ticket saya berlaku kok sampai Soltau, saya hanya harus keluar uang 2,20 Euro saya untuk naik bus. Kalau gitu, ngapain saya ribet beli tiket ya pas pertama berangkat ke sana..

Sampai di halte bus tempat saya turun, saya bengong. Di sana ga ada apa-apa kecuali pohon-pohon dan (sepertinya) ladang jagung. Ga ada petunjuk juga ke mana saya harus melanjutkan perjalanan, padahal kata website penginapan, dari halte bus sudah keliatan nama penginapan kami. Akhirnya saya nelepon kolega minta jemput. Saya dijemput oleh bus kantor (kami menyebutnya Bulli) oleh dua orang kolega dan dua orang peserta. Satu peserta duduk di kursi anak, perempuan bertubuh kecil bernama Angelina, dan lainnya anak laki-laki berkulit hitam yang mengagetkan saya dengan teriakannya saat saya masukin koper di bagasi. Nama dia Eric. Kolega-kolega lalu bilang, kita harus balik ke stasiun, karena kolega lain baru datang dan minta dijemput di sana. Laaah, tau gitu ngapain gue ribet naik bus ke sana -__-

Dan malam itu kerjaan saya dimulai. Setiap malam saat anak-anak sudah tidur, kami biasanya rapat tentang yang terjadi hari itu dan merencanakan kegiatan untuk esok hari. Saya yang kecapean dan malam-malam sebelumnya kurang tidur untuk persiapan presentasi dan belum baca ulang data-data peserta cuma bisa bengong dengar nama-nama peserta disebutkan, sambil berusaha agar tetap ingat saat esok mulai kerja. Saat bubar rapat, kolega bilang besok pagi kumpul jam setengah delapan untuk rapat pagi.

Saya kira rapat pagi bisa aja kali ya mundur sampai jam 8, pagi itu di hari pertama kerja saya sengaja bangun telat karena masih capai, eh jam 7.40 pintu kamar saya diketok oleh salah satu NW, “Lo ga ikut rapat? Semua orang nungguin lo!”. Saya langsung loncat dari kasur, ganti baju, dan cabs ke rumah samping tempat peserta. Hari pertama kerja kok ya udah telat.. Ternyata telatnya berakhibat fatal loh, saya jadi ga ngeh hari itu harus ngapain aja. Mahahaha. Malu deh.

Bersambung yaa.. 🙂

 

Cerita terkait:

Ferienbetreuung: Pertama Kali

FEB #1 – Hallo

Advertisements

7 thoughts on “FEB #2 – Apa dan Di Mana

  1. dg situru' says:

    Mbak, bolehkah sharing soal bagaimana pengalaman di Jerman dalam konteks partisipasi penyandang disabilitas dalam pemilu (legislatif atau eksekutif/walikota) … maaf jika merepotkan.

    • mariskaajeng says:

      hallo, maaf baru bales. saya kurang tau tentang hal itu. pennghuni panti tempat saya kerja itu penyandang cacat mental, jadi mereka memang tidak mengikuti pemilihan kanselir yang baru dilakukan bulan lalu. salam 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s