Mata Cokelat

Cokelat adalah warna matanya.

Di bawah sinar lampu di kamarku ini aku menatapnya lekat-lekat. Ingin membuktikan dugaanku beberapa bulan terakhir. Orang bilang, tidak ada warna mata hitam, kalau begitu, satu-satunya warna lain yang bisa ia miliki adalah cokelat. Mungkin cokelat gelap, makanya aku selalu melihatnya seperti hitam.

Aku menggerakkan tubuhku sedikit, menyentuh kabel lampu tidur di samping meja belajar. Membiarkannya ia menerangi sudut kamar yang masih berbayang. Benar-benar cokelat warna matanya. TatsΓ€chlich!

Lewat mata biruku, aku melihat sepasang mata cokelat yang sungguh sedap dipandang. Mereka seakan menghipnotisku agar tidak pernah melepaskan pandangan darinya dan meminta untuk selalu bersama dengannya.

 

 

Selamat malam, pemberi warna biru di langit ibukota.
Advertisements

11 thoughts on “Mata Cokelat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s