Kühlungsborn (4) – Ada Apa di Sana?

Kühlungsborn. Sebuah kota di utara Jerman. Tepatnya di pinggir laut Baltik. Berarti sampai kemarin saya sudah keempat kalinya bertemu dengan laut Baltik; Dierhagen, Boltenhagen, Wismar, dan sekarang Kühlungsborn. Dari keempat itu, ga ada yang saya paling suka atau sezengah suka. Semua tipe kotanya sama. Kecil, sepi, dan cocok untuk liburan. Paling yang paling bikin nyaman ya Kühlungsborn, karena rumah kami dekat pantai dan kota, selain itu fasilitas di rumah lebih lengkap.

Dari Hamburg menuju Kühlungsborn ditempuh hanya dengan waktu 2,5 jam. Itu kami naik bus super besar ya. Model Omnibus yang dilengkapi lift untuk kursi roda. Kolega yang bawa bus kecil, bisa hanya 2 jam 10 menit saja sampai sana. Apa lagi dia memang sering bolak balik Hamburg – Kühlungsborn karena neneknya tinggal di sekitar sana.

Kami pergi dengan menggunakan bus yang lebih kecil dari tahun lalu. Ini disebabkan karena perusahaan penyedia bus yang tahun lalu kami sewa, sedang tidak bisa melayani pelanggan. Biar begitu, tetap saja busnya muat untuk 2 kursi roda. Berkapasitas 30 orang, namun hanya ditumpangi oleh 10 orang (tanpa kursi roda). Asik ya bebas selonjoran 🙂 Secara keseluruhan ada 16-17 orang yang ikut berlibur (dua orang kolega bergantian, yang satu minggu-rabu, lalu gantian dengan yang lain rabu-sabtu).

Di Kühlungsborn kami tinggal di 5 rumah berbeda. Sudah saya ceritakan sebelumnya ya. Empat rumah berdekatan dan hanya berjarak 20 meter. Tetanggaan deh. Satu rumah lagi sedikit jauh, berjarak 150 meteran dengan kami. Tiap rumah dilengkapi dengan 2 sampai 3 kamar tidur, namun tiap kamar bisa diisi oleh 3-4 orang. Setiap rumah bersistem 1:1, 1 pasien dengan 1 pekerja. Begitu juga dengan rumah saya.

Saya tinggal dengan kolega laki-laki dan dua orang pasien (perempuan dan lelaki). Si pasien lelaki, Kamar Kelima, kamarnya di bawah. Saya satu kamar dengan Kamar Kedua, sedangkan kolega kamar terpisah sendirian. Di rumah kami, juga di 3 rumah lainnya, dilengkapi dengan sauna di kamar mandinya. Huoh! Asiknya. Iya sih awalnya saya merasa bosen di sauna sendirian, tapi kalo ramean enak juga ya seru. Sambil ngobrol dan cerita-cerita 🙂

Hari kedua di Kühlungsborn, kami jalan sepanjang pantai dari timur ke barat. Menurut kolega, Kühlungsborn Timur biasanya berisi vila dan pemukiman, di sana tempat kami tinggal, sedangkan toko-toko, pelabuhan, pelabuhan yatch, hotel mewah adanya di Kühlungsborn Barat. Dia pusat kotanya lah kira-kira. Berjalan kaki dengan santai dari Timur ke Barat melewati pantai bisa ditempuh hanya sejam. Hari selasa saya bolak-balik menghabiskan waktu tiga jam, sambil motret dan duduk-duduk ya, jadinya memakan waktu lebih lama.

Di dalam kota ada lokomotif kecil berwarna biru yang bisa digunakan untuk keliling kota dari ujung Barat ke ujung Timur. Haltenya banyak seperti bus (di sini ga ada bus, saking kecilnya kota ini). Dekat dengan tempat tinggal kami ada haltenya, bernama Camping Platz atau tempat camping. Satu kali putaran dari dan sampai halte Camping Platz ditempuh dengan satu jam perjalanan. Untuk sekali jalan selama sejam perlu mengeluarkan kocek sebesar 7 Euro (dewasa). Kalau mau beli one-day-ticket juga bisa, tambahkan saja 50 sen dari tiket sekali jalan. Ga mau rugi, saya beli tiket harian. Sorenya saya dan Penghuni Kelima naik lokomotif lagi sepulang dari naik kapal.

Tidak hanya itu, ada juga loh Molli yang bisa digunakan untuk perjalanan dari Timur ke Barat atau sebaliknya. Harganya lebih murah, sekali jalan 2,5 Euro. Siapakah Molli? Molli adalah kereta uap yang umurnya udah tua bener. Ukurannya sama dengan kereta biasa, jalan keretanya juga, dan dia masih bergaya masa lalu banget dalamnya, lengkap dengan asap hitam yang terkadang menyelimuti badannya. Sayangnya stasiun Molli tidak sedekat halte Loko, lumayan lah harus jalan 10-15 menit.

Sama seperti kota dekat pantai umumnya, kita bisa bebas berjalan-jalan di tepi pantai, tapi jangan lupa beli Kurtaxe ya. Istilahnya itu tiket masuk. Sampai tanggal 30 April (winter) kemarin harganya masih 1 euro, mulai 1 Mei sampai Oktober naik menjadi 2 Euro (musim panas). Berjemur pakai keranjang juga bisa dilakukan, hanya perlu keluar uang saja untuk penyewaannya. Saya lupa berapa, yang jelas bisa sewa per jam, per hari, atau seminggu. Oh iya, di sini juga ada ada bagian pantai khusus anjing dan FKK (Frei-Körper-Kultur) alias nudist beach. Semua tersedia deh.

Tidak hanya berjemur, yang suka naik kapal juga bisa dilakukan di sini. Kapal MS Baltica berlayar selama dua jam non-stop mengelilingi laut Baltik sekitar Kühlungsborn. Di atasnya disediakan makanan dan minuman untuk dijual, juga toko kecil untuk oleh-oleh yang kebanyakan berisi minuman beralkohol. Jangan tanya ya harga masuk kapalnya berapa, semua yang ngurus kolega. Saya terima beres saja.

Selain itu, MS Baltica juga berlayar ke Warnemünde. Jadwal hari berlayarnya bergantian dengan yang 2 jam non-stop itu. Hari Rabu kami naik untuk 2 jam itu, Kamisnya dengan kapal yang sama kami berlayar ke Warnemünde. Kata orang, Warnemünde adalah pantainya Rostock. Dengan MS Baltica kami berlayar selama 1,5 jam. Di Warnemünde kami boleh turun dan menetap selama tiga jam. kebetulan sedang ada cara di sana, jadi ramai banget.

Beda dengan kota-kota lain, di Warnemünde kebanyakan tersedia toko.toko pakaian, seperti Esprit, Jack Wolfskin, dan bahkan ada McDonalds juga loh, sedangkan toko cinderamata hanya ada 4-5 toko saja. Saya hapal banget ya, karena di Kamar Kelima hobi banget belanja cinderamata, jadi waktu kami berdua selama dua jam habis untuk mencari toko dan cari oleh-oleh untuk dia.

Di pinggil pelabuhan, ada dua mercusuar kecil berwarna merah dan hijau. Sayang saya tak sempat mendekat karena keterbatasan waktu *getok Penghuni Kelima* Ada juga mercusuar besaaaar yang bisa dimasuki dan dinaiki sampai atas, ini saya sempat mendekat dan ambil foto. Pas liat hasil fotonya, malah terlihat mirip menara mesjid. Hehe..

Di sepanjang pantai di Kühlungsborn penuh tersebar restoran, terutama di sekitar pelabuhan yatch. Saya ga sempet makan di luar kemarin, hanya hari terakhir saja saat penutupan liburan. Barengan dengan semua penghuni kamar dan kolega. Satu meja besar kami booking restoran dengan penginapan kami. Sempet ngintip, si bos membayar 250 Euro untuk makan kami berlimabelas.

Bersambung yaa..1 2 3 4 5 6339 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 3

Advertisements

6 thoughts on “Kühlungsborn (4) – Ada Apa di Sana?

  1. Kharis says:

    Molli oh Molli, engkau begitu tua, tapi tetap tangguh dan siap melayani kita semua. Secara mendalam menatapi tiap jepretan Kühlungsborn, dari jeamri lentik Ajeng. SANGAT MENGESANKAN!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s