Anak Asrama

Kalau kalian baca postingan ini, berarti saya sudah ada internet di asrama. Gara-garanya, saya ga tau kalau walau sudah daftar, tetap saja harus masukin password di wifi asrama. Saya kira masalah sama bagian IT, setelah teleponan dengan mereka baru deh ketauan masalahnya. Baru tadi malam juga saya ke temen kosan nanya password-nya.

Dan iya, saya sudah pindah sejak seminggu lalu. Awalnya sih kecewa ya, kenyataannya ga sesuai dengan foto-foto yang ditaro di website mereka. Tambah parah pas liat kamar mandi dan toiletnya. Kok kaya di kampus ya.. Toiletnya ada dua bilik yang atas bawahnya terbuka. Kamar mandi juga sama, udah kaya di youth hostel deh..

Tapi perasaan sebel ini ga berlangsung lama, hari ketiga saya sudah suka tinggal di sini. Apa lagi setelah satu persatu kenal dengan tetangga kamar. Asrama saya terdiri dari tiga gedung; warna hijau, pink, dan cokelat. Saya di gedung pink, lantai tiga, berada di koridor sayap kiri. Di koridor saya tinggal 4 laki-laki dan 4 perempuan, kata ibu asrama. Tapi baru ketahuan, kamar nomor 1 kosong.

Koridor saya sepiii bener, katanya memang koridor paling sepi. Beda dengan di sayap kanan (di sana orang Indonesia juga, baru kenalan tiga hari lalu) yang bahkan pernah ada dua orang yang bikin pesta ultah sampai mengundang semua anak asrama. Ckckck!

Barusan banget, saat saya baru beres nulis kalimat pertama, ada yang ngetuk pintu kamar saya. Dia adalah.. Hmm.. Apa ya.. Istilahnya ketua asrama kali ya. Anak asrama juga tapi tugasnya bantuin anak-anak lain yang tinggal di sini kalau ada apa-apa. Kalau ada yang baru pindah, dia bertugas buat ngenalin anak baru itu ke ruangan-ruangan di asrama dan ngajakin kalau ada acara. Tadi juga dia ngajakin dateng ke karaoke yang akan diadain besok malam di ruang TV. Di sini emang sering ada acara, nonton film bareng lah, atau barberque party dan natalan bareng.

Oh iya, tentang ketakutan saya akan saat mandi terus ada anak kosan lain ikutan mandi ternyata ga terbukti. Sepertinya di sini saling mengerti, kalau ada yang mandi atau di toilet, ga akan ada yang ngisi di sebelahnya. Jadi ya sama saja seperti sendirian 🙂

Advertisements

6 thoughts on “Anak Asrama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s