World Down Syndrom Day 2013

Pagi ini di Twitter saya baca headline dari @detikcom yang menyebutkan Anak dengan Down Syndrom Bukan Anak Aneh yang Tak Bisa Apa-apa. Saya setuju.

Masih baca dari artikel itu, down syndrom (DS) bukan penyakit, namun kesalahan kromosom. Manusia mempunyai 23 kromosom yang masing-masing berpasangan, jadi total keseluruhan 46 kromosom. Pada orang dengan DS, kromosom ke 21 bukan memiliki 2 melainkan 3 kromosom (disebut dengan trisomi 21) , sehingga total kromosom di badannya menjadi 47, yang menyebabkan pertumbuhan fisik mereka lambat. Tahukah kalian, tanggal 21 Maret (21.3) adalah hari down syndrom sedunia?

Sejak berkerja di bidang sosial untuk orang-orang berkebutuhan khusus, saya melihat sendiri banyak orang berkebutuhan khusus yang mandiri, layaknya orang normal. Salah satunya mereka dengan DS. Di wohngruppe (panti) saya ada satu orang dengan DS berumur 36 tahun, dia adalah Penghuni Kamar Ketiga. Dia ga bisa ngomong (hanya babbling layaknya balita), semua kegiatan selain makan minum, memerlukan bantuan orang lain. Kenapa? Karena salah pendidikan sejak kecil dari orang tua atau orang terdekatnya.

Selain dia, saya kenal dengan anak kelas 7 yang pernah saya cerita sedikit di sini. Bettina pergi sekolah, makanya saya bisa bilang dia kelas berapa. Saya ketemu dia hanya beberapa jam hari itu, jadi ga bisa cerita banyak di sini, tapi yang jelas dia mandiri; makan bisa sendiri (dalam artian siapin roti untuk makan malam sendiri juga), mandi memang ditemani, sikat gigi sendiri, nyisir sendiri, main sendiri, berkomunikasi pun dia lancar walau artikulasinya kurang jelas. Apa bedanya coba dengan orang „normal“?

Orang DS lainnya yang saya pernah lihat adalah pemain teater. Yak, PEMAIN TEATER! Di Hamburg ada sebuah teater yang pemainnya adalah orang-orang berkebutuhan khusus, nah waktu saya nonton, ada 2 orang DS. Mereka main ciamik bener! Aktingnya bisa banget disandingkan dengan pemain film atau pemain teater lain. Keren!

Saya cuma mau bilang, bisa banget orang-orang berkebutuhan khusus (entah itu DS, autis, atau apa pun) hidup layaknya orang normal, asalkan sedini mungkin mendapatkan pendidikan dengan benar mulai dari rumah. Perlakukan saja mereka sebagai anak normal, karena kekurangan fisik mereka, ajarkan cara cepat untuk makan, ke toilet, ganti baju, mandi, bawa mereka ke sekolah, dan ajak mereka untuk terapi. Jangan disumpetin aja di rumah lalu memberlakukan mereka seakan mereka ga bisa dan ga akan bisa melakukan apa-apa. Semua anak mempunyai hak untuk dirawat dan mendapatkan pengajaran.

Pasien di panti saya adalah salah satu contoh salah penangan, namun saya yakin ada banyak anak dengan DS yang juga mendapatkan penangan dengan benar mulai dari rumahnya, seperti Bettina atau para pemain teater. Anak normal saja kalau ga diajarkan apa-apa ga akan bisa apa-apa, ya apa lagi mereka yang bentuk fisiknya kurang, kan? Yuk, lebih perhatian lagi ke mereka 🙂

Happy world Down Syndrom day 2013!

Baca juga cerita ibu dengan anak down syndrom di sini.

Advertisements

2 thoughts on “World Down Syndrom Day 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s