Ferienbetreuung: Pertama Kali

Kamis kemarin saya mulai kerja pertama kali sebagai Ferienbetreuerin. Itu juga mendadak banget, saya dibangunin jam 9 kurang 10 lewat telepon dr nomer tak dikenal, karena masih ngantuk (saya baru tidur sekitar jam setengah 4!) kelewat lah telepon itu. Ntar aja saya telepon balik jam 10an kalo udah bangun, pikir saya. Eh 20 menit kemudian saya ditelepon lagi. Di seberang sana memperkenalkan diri sebagai bosnya Ferienbetreuung, tempat kerja baru saya. Dia nanya saya ada waktu ga buat bantuin kerja di mana lah gitu. Saya bilang bisa aja hari ini, tapi besok siang ada janji jadi harus balik ke Hamburg lagi. Dia setuju. Dua jam kemudian saya dijemput sama bu bos.

Apakah Ferienbetreuer itu? Ferien dalam bahasa Indonesia dipadankan dengan liburan, sedangkan Betreuer adalah orang yang bertugas menjaga orang lain (person looking after someone). Saya ga tau padanan tepat bahasa Indonesia untuk itu, kita sebut saja pendamping ya. Jadi kerjaan baru saya apa? Iyak, orang yang jagain orang yang sedang liburan. Nah “orang” itu masih mereka yang berkebutuhan khusus. Tempat ini sama panti saya masih di satu lembaga yang sama kok.

Okay balik lagi, di jalan si bos cerita kalo sebagian besar anak-anak peserta liburan dan pendampingnya terserang virus muntaber, jadi butuh bantuan tenaga luar. Tempat liburannya di Butjaniger – Tossens, naik mobil memerlukan waktu 2,5 jam dari Hamburg dan terletak di pinggir pantai Nordsee.

Sekitar pukul 2 siang (kami sempat mampir dulu ke apotek dan toko roti dan juga nyasar selama di perjalanan *sentil GPS*), saya disambut oleh entah berapa orang pendamping lain. Katanya kan ada 14 pendamping dan 14 anak-anak, tapi kayanya siang itu cuma ada 6-7 pendamping aja. Belakangan saya baru bertemu yang lainnya, ada yang sedang istirahat di kamar karena sakit atau sedang libur jadi datengnya malam atau ngilang entah ke mana.

Saat kami sampai, ternyata mereka sedang istirahat siang dan rapat kecil-kecil. Salah satu kolega nanya melulu nama saya siapa, susah katanya inget nama Mariska. Jadi saya suruh aja manggil Mischka bisar lebih gampang, tapi saya malah nyesel, nama Mischka ternyata ga banget kalo disebut sama orang baru. Kesannya kok kaya sok imut ya nama Mischka ini, padahal kalo kolega WG yang manggil biasa aja ๐Ÿ˜

Lagi ngeributin nama, eh salah satu kolega nyeletuk, “Nama Mariska itu berasal dari Indonesia ya? Sama kaya nama Andri, bla bla bla.” Ternyata dia pernah ke Indonesia! Hahaha ๐Ÿ˜†

Tugas pertama saya hari itu adalah bantuin anak-anak pake jaket dan sepatu, karena kami mau ke tempat bermain di dekat situ. Di tempat main indoor ini anak-anak bisa main trampolin, perosotan yang tinggi banget, pingpong, mandi bola, dan lainnya. Kami di sana sekitar 1,5 jam kayanya deh.

Balik lagi ke villa, langsung makan malam lalu mandi dan ganti baju tidur. Namanya juga kerja hari pertama, kepala saya langsung pusing dengan segala informasi nama kolega dan anak-anak dan masih blah bloh. Masih nanya-nanya “gue harus ngapain nih?”, tapi ga jauh beda sama aktifitas di WG, jadi ga konslet-konslet banget otak saya :p

Kerja bareng anak-anak itu enak banget yaaakk.. Suka! Kaya balik lagi di jaman Au Pair, bedanya ya mereka berkebutuhan khusus. Walau begitu, pada mandiri kok, engga ribet. Mereka juga sekolah setiap harinya. Seperti anak-anak normal aja. Julietta (1o tahun kira-kira), terlihat dan terdengar normal aja (mungkin epilepsi “saja “kali ya), tapi suka melaporkan apa pun yang dia dengar dan lihat ke pendamping sampai disebut punya telinga gajah. Juliano (sekitar 7 tahun), nempel melulu dengan saya, sampai saat dia mau tidur (dan saya mau balik ke Hamburg), dia meluk-meluk saya, “Selamat tidur ya, mimpi indah, sampai ketemu besok.”.

Ato atau Arthur, remaja tinggiiii sekali dan mengingatkan saya dengan Penghuni Kamar Pertama karena ga bisa lihat juga dan pakai kacamata, bedanya, dia mandiri dan ga agresif. Bettina kelas 12, down syndrom seperti Penghuni Kamar ketiga, namun (lagi-lagi) mandiri dan pendiam.

Ada juga satu anak autis berusia sekitar 4-5 tahun, namanya Adrian, dia harus selalu didampingin sama satu orang. Saat jam makan malam, Matthias yang bertugas mendamping dia sempat tukeran tugas dengan saya, karena harus ngurus Juliano yang kelihatan mau muntah, jadi saya pindah duduk dekat Adrian. Saat Matthias dateng lagi, dia jadi duduk di tempat saya, karena Adrian masih asik ngobrol dengan saya. Tiba-tiba, Adrian (yang sepertinya memang suka megang pipi orang lain), memegang kedua pipi saya dengan kedua tangannya, mengelusnya lalu menariknya ke arah dia dan mencium hidung sayaย  sekitar 3 detik sampai basah! Aaaarggghh, cute overload! Matthias sampe heboh sendiri, “Wah! Gue aja ga pernah digituin sama Adrian! Lo menemukan teman baru di sini!” Terus dia meragain ulang ke kolega lain yang beda meja dengan kami. Awaw, aku senang dicium-cium bocah! Tapi abis itu Matthias bilang, “Sebentar lagi lo akan mati tertular dia (sakit muntaber). Hahahaha!” Geblek!

Saya malam itu balik jam 20 lebih dikit, bareng kolega lain yang kebetulan dapet libur dua hari dan ada kerjaan lain di Hamburg. Dari Tossens ke Hamburg naik kereta regional memakan waktu 3,5 jam, saya sampai rumah jam 23.50, karena kereta telat 5 menit dan harus nunggu bus arah ke rumah selama 15 menit.

Senang banget saya kerja kemarin itu. Ketemu teman-teman baru dan anak-anak yang lucu itu. Tapi ya, memang di sana harus bener-bener belajar cepet mengenal dan mengerti anak-anak itu. Dulu saya pernah membayangkan, susah banget ya untuk mengerti serangkaian penyakit dan kebutuhan mereka dalam waktu singkat, tapi kemaren lumayan juga. Mungkin karena sudah pernah berhadapan dengan orang berkebutuhan khusus, jadi sudah lebih gampang menemukan ada yang lain dari anak-anak itu.

Selain mereka, juga harus cepat kenal dan mencoba akrab dengan kolega setim. Adalah itu kemaren yang sinis bener ke saya, baru juga kenalan, udah bilang ke kolega, “Bantuin sehari? HEH??!”, terus pas sorenya kami berdua di dapur, dia bilang lagi, “Terima kasih ya, lo sudah mau bantuin HANYA untuk sehari.” Yeeehh, gimana atuh gue ga ada waktu lain, gue juga ada janji lain. Lo kata gue ga cape PP Hamburg-Tossens 7 jam buat kerja selama 6 jam!

Dia doang yang ga banget, selebihnya baik-baik saja. Matthias yang pernah di Sulawesi 4 minggu itu ga berhenti ngomongin Indonesia selama jam makan malam. “Ada 3 hal yang selalu ditanyain orang Indonesia: 1) do you believe in God? 2) do you have Facebook? 3) were you in Bali?” Sebelumnya saya nanya kenapa dia ga mau ke Bali, setelah dia bilang ga tertarik dengan Bali.

Hari ini saya tepar. Janji siang tadi ternyata diundur ke jam 19 (dan baru tau siang tadi) saya ga bisa karena malam ini mau babysitting. Walhasil seharian tidur saja. Palingan tadi keluar kamar bentar buat sarapan sama makan sore saja. Yowes, sampai jumpa di postingan selanjutnya. Saya mau siap-siap dulu, sejam lagi harus sudah berangkat untuk babysitting. Ciao!

Advertisements

15 thoughts on “Ferienbetreuung: Pertama Kali

  1. zilko says:

    Wah, seru kayaknya ya ๐Ÿ˜€ Kerjanya suasananya berbeda dari biasanya, hehehe ๐Ÿ˜€

    Dan itu yang sinis beneran nyebelin banget ya, huahaha ๐Ÿ˜† .

  2. Isnuansa says:

    Mischa.. Seru banget kayaknya ya kerjaan jagain anak-anak berkebutuhan khusus gitu. Tapi ya itu, pulang pergi 7 jam, udah kayak seharian kejebak macet di Jakarta. Kalo di sana pasti jaraknya udah kayak Jakarta-Cirebon kali ya 3,5 jam. ๐Ÿ˜€

    • mariskaajeng says:

      aha, iya kira-kira seperti Jakarta-Cirebon kali ya ๐Ÿ™‚ minggu lalu ngobrol sama bos, pengecualian karena saya kerjanya mendadak, jadi pulang pergi itu dihitung jam kerja juga, hihi asik ya? ๐Ÿ™‚

  3. Mayya says:

    Wah, senangnya dikelilingi anak-anak ๐Ÿ™‚
    Enjoy bener nih ajeng!
    Selamat ber-babysitting-ria ya darling!

    Udah lama gak kesini, kangen ama cerita-ceritamu jeng *peluuuuk*

  4. niningsyafitri says:

    Hehhe..
    Selamat bekerja, Mbak Mariska. Semoga disenangi sama anak2nya.
    Kayaknya harus butuh kesabaran extra nih klo ngadepin anak2x. Apalagi kalau udah tiba rewelnya. Tapi, semuax menyenangkan kok. Liat tingkah2 mrk yg lucu2… ๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s