Schleswig Holstein Trip: Lübeck

Selasa (21/08) saya, Uwi, dan tantenya menyempatkan diri mengunjungi tiga kota di regional Schleswig – Holstein (SH), yaitu Lübeck, Eutin (dibaca: Oitin), dan Kiel. Kami pergi pulang, jam 9 kami berangkat dari rumah kakak sepupunya Uwi di Norderstedt Mitte (masih di regional SH juga, namun nempel Hamburg) dan sampai di Lübeck pukul setengah 12 siang. Dengan menggunakan kereta jarak Hamburg – Lübeck bisa ditempuh hanya sejam. Biar hemat, kami menggunakan tiket regional SH, dengan biaya 38 euro kami bisa pergi berlima, ke kota mana pun di regional SH mulai dari pukul 9 pagi sampai 3 pagi di hari berikutnya.

Di Lübeck kami diantar oleh temannya Uwi, yang akhirnya ikut meneruskan perjalanan ke Eutin dan Kiel. Sama seperti Wismar, Lübeck juga merupakan salah satu kota warisan dunia yang dilindungi UNESCO. Kalau mampir ke Lübeck pastikan membeli Marzipan Niederegger, karena dia adalah merk marzipan paling enak se-Jerman dan berasal dari kota ini. Di tengah kota, tepatnya di depan Rathaus ada sebuah cafe Marzipan Niederegger, di sana bisa menikmati cokelat atau es krim marzipan. Kemarin cuaca lagi bagus, banyak yang ngantri di sana.

Ga jauh dari stasiun pusat Lübeck, ada gerbang kota bernama Holstentor (Holstein – Tor) atau gerbang Holstein sebagai pembatas kota lama Lübeck dengan bagian barat. Halaman depannya luaaas sekali, dan “dijaga” oleh dua singa. Singa sebelah kiri sedang tidur, sedangkan sebelah kanan dalam keadaan sadar. Tepat di depan Holstentor ada dua buah meriam. Menurut Wikipedia, di dalamnya juga ada. Kalau melewati tengah gerbang, di bagian kiri diisi oleh pelukis mejajakan dagangannya, di seberangnya kosong namun sayang temboknya dicoretin tulisan “Slipknot”. Padahal Holstentor dilindungi oleh pemerintah Jerman.

Masuk ke pusat kota, saya merasa sedang berada di Wismar. Mirip-mirip bangunannya. Bangunan tempat tinggalnya juga mirip dengan yang ada di Hamburg. Mungkin memang tipikal kota di regional utara Jerman ya?

Lübeck sebenarnya termasuk kota kecil, menurut teman, penduduknya sekitar 100.000 orang, tidak sampai setengahnya dari Kiel yang penduduknya sekitar 500.000 orang. Jangan bandingkan dengan Hamburg, tentu kalah jauh. Stasiun pusat Lübeck ga terlalu besar, hanya ada satu koridor dan sekitar 8-9 jalur kereta. Di depan stasiun juga ga akan ditemukan tulisan “Lübeck Hauptbahnhof”.

Postingan selanjutnya saya ceritakan Eutin dan Kiel ya. Sekarang mah, silahkan menikmati foto-foto Lübeck. Enjoy! 🙂

Lübeck Tourist Information near Central Station

sleeping lion in front of Holstentor

Holstentor bei Lübeck

grafitti on Hostentor

Germany listed building

Marzipan from love since 1806

Holstentor

The famous Marzipan

Niederegger cafe

they said, he takes a walk in the city every night

African traditional instrument

Door knobs

Hostentor

Lübeck central station

Saya flu, segera akan tidur. Selamat malam 🙂
Advertisements

21 thoughts on “Schleswig Holstein Trip: Lübeck

  1. zilko says:

    Aku juga dulu pas ke Jerman memanfaatkan tiket SH juga dah, hahaha 😀 Lumayan banget euy ngiritnya apalagi kalau pas bepergian ke kota yang agak jauhan (tapi mesti buka peta Jerman juga sih ya biar tahu ‘perbatasan’ antar state-nya dimana :D).

    Btw, iya tuh, Holstentor itu gerbang doank?? Padahal kayak istana keren gitu ya penampakannya, hehehe 😀 Tapi tetep bagus sih 😀

    • mariskaajeng says:

      penah ke mana aja di regional SH? di sana ada tiket regional juga, Ko? hooh itu gerbang dong, buat jagain Lübeck. sama kaya Bradenburgertor di Berlin, gerbang doang tapi gede! 😀

      • zilko says:

        Dulu pakai SH yang regio Rheinland-Pfalz sama Baden-Württemberg, hehehe 😀 Dan dulu pas beli tiket supaya yakin di stasiun kereta Bonn aku nanya orang gitu kan apakah kota yang aku tuju (Koblenz) berada di state yang sama atau enggak gitu. Eh, dianya juga gak yakin dong, wkwkwkw 😆 . Ternyata untungnya sama, huahaha 😆 .

        Disini nggak ada tiket regional dah, soalnya negara kecil sih ya. Kayaknya ukurannya sama kayak satu state-nya Jerman deh, huahaha 😆 . Tapi disini sering ada toko-toko yang promosi gitu. Jadi kita bisa beli day ticket seharga sekitar 12-15 euro (tergantung promosinya) dan tiket ini bisa dipakai seharian di semua kereta di Belanda gitu deh. Lumayan sering kok ada promo-promo gini 😀 Dan tiket promonya ini kadang bisa kita beli online loh (tergantung toko juga seh, haha :D).

      • mariskaajeng says:

        haha iya juga ya, Belanda kan lebih kecil dari Jerman. wah day ticket nya murah ya, enak banget.. itu berlaku weekend doang ga? di sini juga ada day ticket buat keliling Jerman, cuma bisa dipake weekend dan harganya kalo ga salah 39 euro. tapi asiknya bisa dipakai sampai 5 orang. biasa dipakai jadi lahan bisnis loh, cari orang buat pergi bareng, jadi jatuhnya lebih murah :)))

      • zilko says:

        Berlakunya tergantung tipe promosinya juga. Ada yang cuma weekend doank (jadinya lebih murah), ada yang bebas mau hari apa pun, hehehe 😀 .

        Ho oh, dulu waktu sedang persiapan ke Jerman juga aku baca tiket yang itu. Cuma sayangnya pas rencana pindah kotanya gak pas weekend, jadilah gak beli promosi yang itu, huahaha 😛 . Di Austria juga ada tiket serupa tuh. Bebas malahan mau hari apa. Harganya kalau nggak salah 28 euro dan bisa keliling Austria kemanapun dalam sehari itu, asalkan naik kereta yang pelan, hehehe 😀

      • mariskaajeng says:

        hoahaha, iya mereka juga ga mau rugi. tiket murah masa pake kereta yang cepet dan first class :))) pernah coba pake euro trail ga Ko keliling Eropa? ntar kalo meu keliling mau pake tiket itu, lumayan biar hemat, berapa ratus euro bisa buat keliling Eropa selama seminggu atau jangka waktu tertentu 😀

      • zilko says:

        Aku sudah pernah coba perhitungkan EuroRail itu. Menurutku agak kurang worth it deh kalau kita sudah tinggal di Eropa. Kalau kita wisatawan asing dengan waktu terbatas di Eropa (say, 1 bulan) dan ingin memaksimalkan jumlah tempat yang dikunjungi, baru mungkin bisa deh dipertimbangkan. Tapi waktu itu aku pernah hitung-hitung, harganya juga kurang menarik ah, hehehe. Masalahnya, kan disini juga lumayan sering ada tiket pesawat murah gitu. Dan kalau tanpa tiket itu kan kita gak harus diburu-buru waktu kan, hehe 🙂

        Soalnya kalau travelling terlalu terburu-buru juga kurang asyik euy untuk aku. Kurang bisa menikmati tempat yang dituju soalnya. Baru sampai, eh besoknya mesti cabut lagi, hahaha 😀

      • mariskaajeng says:

        aku rencanaya kalau back for good deket-deket ini mau keliling dulu pake itu. iya sih emang bener ga akan puas, tapi ya gimana kalau ga ada waktu lagi 😀 btw aku baru tau di Jerman sekarang ada HKX (Hamburg-Köln Express), kereta Hamburg – Köln cuma 20 euro sekali jalan, keretanya pake ICE pulak jadi cepet. ihiy! 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s