Seminarreise: Wismar 2

Mau nerusin cerita tentang trip ke Wismar. Kemarin lupa jelasin dengan siapa saya ke sana (terimakasih Zilko sudah bertanyaa :D), iya saya ke sana dengan teman-teman Seminar. Sebagai FSJ, saya mendapatkan hak 25 hari seminar dalam setahun yang dibagi dalam lima minggu seminar, nah kemarin itu minggu seminar terakhir saya. Berlangsung selama lima hari dan yang ikut ada 19 orang (termasuk dua orang seminar manager).

Bulan lalu saya juga sempat ke Boltenhagen (kota kecil di pinggil laut Baltik dan cuma 30 menit dari Wismar) bersama seluruh isi kantor (karyawan dan penghuni rumah), sayangnya saya belum cerita lengkap juga belum pasang foto-foto. Saya ceritain tentang Wismar dulu aja ya, nanti baru tentang Boltenhagen šŸ™‚

Selama lima hari di sana kami diminta membuat acara sendiri untuk hari Selasa, Rabu, Kamis siang, dan Kamis malam. Kelompok seminar kami dibagi ke dalam empat kelompok, kelompok saya diminta untuk mengurus hari Rabu. Awalnya kelompok saya mau bikin acara memanah, sayangnya kolega yang bilangnya mau mengurusĀ booking tempat ternyata ga ngelakuin dan dia pun ga bisa datang seminar karena sakit. Cara memanah dibatalkan karena sudah ter-bookingĀ orang lain. Apa penggantinya? Nanti saya ceritakan :p

Setelah kemarin saya cerita tentang hari pertama yang muter-muter Wismar, sekarang saya mau nerusin acara di hari selanjutnya. Ah ya, di Senin malam itu kami ada acara tebak barang. Dua minggu sebelum jadwal seminar, untuk seminar kali ini kami diminta untuk membawa tiga barang personal yang belum pernah diceritakan dan ditunjukan ke orang lain, nah senin malam itu semua barang dikumpulkan dan diletakan rapih di atas meja, kami diminta mengambil satu barang lalu menebak kepunyaan siapakan dia. Tiap giliran mendapatkan tiga kesempatan menebak. Selain saya, di kelompok seminar ada dua orang Indonesia lain, biar susah, saya sengaja ga menebak barang yang mereka bawa.

Hari Selasa

Cuaca lagi bagus, jadi kami buru-buru jalan ke pantai. Iya jalan, sekitar 45 menit jalan kaki. Lumayan dah. Ga tau kami yang ga tau di mana pantai yang bagus atau memang cuma ada itu doang, pantainya ga bagus. Saya kecewa. Saya pernah ke Dierhagen dan Boltenhagen yang sama-sama di pesisir laut Baltik, dan pantai mereka jauh lebih bagus, terutama Dierhagen. Di dekat sana juga ada jembatan kayu menuju pelabuhan kecil, bentuknya persis sama seperti di Boltenhagen. Memang seperti itu doang kali ya desainnya ya :p

Di pantai juga ga banyak yang dilakukan kecuali males-malesan. Itu bule-bule bener-bener bawa alas buat tiduran di atas pasir pantai, meuni niat, saya mah nebeng aja ke orang. Hihi. Sayangnya karena angin yang lumayan gede dan air yang dingin, cuma ada satu kolega laki-laki yang berani berenang. Itu pun ga jauh. Setelah itu kami diberi pilihan; jalan terus ke sisi pantai lain liat rumah-rumah bajak laut, pulang dan berenang, atau tetap di situ. Sebagian besar dari kami memilih pilihan pertama. Kami jalan lagi sekitar 30 menit dan ternyata ga seru, sebelum sampai pantai kami cuma lihat rumah-rumah lalu balik. Eh lah, saya aja bingung. Karena hari itu kami banyak banget jalan, kaki saya pun lecet-lecet. Saya salah bawa sepatu. Waktu itu saya lagi seneng pake sepatunya Bumil yang dibeli di Pimkie (toko baju), ternyata sepatu itu bener-bener ga cocok banget buat dipakai jalan sering-sering, solnya tipis. Di jalan pulang saya sudha ganti sih pakai sendal jepit, tapi sudah terlambat, telapak kaki saya sudah terlajur lecet-lecet.

Sesampainya di hostel saya minta anterin teman ke toko sepatu ga jauh dari sana. Di toko sepatu saya ga bisa banyak milih karena kami diminta untuk datang kembali tepat waktu untuk acara selanjutnya. Seperti saya ceritakan di postingan Hobi Baru, saya beli lah sepatu lari Nike di sana seharga 40 euro. Saat dipakai enak banget deh sepatunya, solnya tebal dan empuk. Yang tadinya lecet-lecet berasa sakit, langsung ga berasa apa-apa saat saya pakai sepatu itu, tapi pas saya lepas dan balik pake sendal jepit, berasa lagi sakitnya. Puas lah saya *tapi nyeuri hate kalo liat tagihannya*

Sore itu kami habiskan untuk olahraga bersama, di sana ada fasilitas tenis meja dan voli pantai. Saya sih main tenis meja bersama kolega lain yang juga amatiran. Seperti biasa kami makan malam jam 6 sore di kantin, setelah itu kalau ga salah acara bebas deh, saya dan dua orang teman dari Indonesia memilih untuk jalan-jalan ke pusat kota Wismar. Kami ke sana jalan kaki sekitar 30 menit.

***

Update cerita hari selanjutnya diĀ postinganĀ selanjutnya šŸ˜€

Advertisements

3 thoughts on “Seminarreise: Wismar 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s