Lari

Kemarin aku berlari, tidak sampai satu kilometer dan hanya selama 10 menit. Aku kira aku suka berlari, karena setiap aku gelisah, yang aku ingin lakukan hanya berlari. Saat itu aku tidak memikirkan apa-apa, semua hal seperti benar terbang ke belakangku dan menghilang. Ah, lega ada lah di antaranya.

Malam ini aku ingin berlari lagi. Ingin melepaskan semua teka-teki yang menurun dari pojok mataku. Pertanyaanmu begitu mendalam, tentang hidup dan kelanjutannya. Aku begitu secara lengkap bercerita. Menghilangkan pertanyaan yang mendekam di benakmu sejak lama. Kita lalu menghilang dalam kebisuan setelah sebuah perjanjian tentang ransel biru terbahas sampai selesai. Salahmu sendiri, saran sahabatku untuk berbicara.

Bagaimana perasaanmu sekarang? Jawab saja dalam hati. Aku tak perlu tahu. Tidur lah dengan nyenyak malam ini. Sebuah teka-teki telah selesai oleh keberanian dari lawanmu. Bukan hanya kamu yang tenggelam dalam masa lalu sebuah film pendek, namun juga aku. Jangan lagi berlari, waktunya kamu sedikit berisitirahat. Tak perlu kamu takut dengan dirimu sendiri.

***

every medicine has its side effect.

Advertisements

4 thoughts on “Lari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s