Cerita Kerja: Jadwal Kerja

Selesai juga hari kerja terakhir di bulan April. Tadi saat mau nge-print absensi, ketahuanlah kalau bulan ini saya over time sekitar 13-14 jam, total sama yang bulan sebelumnya jadi +19 jam. Banyak yaaa..

Seharusnya saya pulang kerja tadi jam 10, eh kolega yang tugas siang nelepon kalau dia ga bisa datang karena istrinya sakit dan harus ada yang jaga anaknya yang belum juga berumur setahun. Akhirnya saya baru pulang jam 2 siang. Sebelumnya saya harus masak dulu dan ngurusin dapur, kolega lain harus ngurus Penghuni Pertama. Saya pulang setelah kolega lain datang.

Kalau dihitung, saya 20 jam loh berada di kantor. Kemarin saya sampai di kantor pukul 17.30, terus pulang di hari berikutnya pukul 14.05. Saya memang kebagian tugas malam, nginep di kantor. Beneran nginep, karena saya tidur nyenyak semalam di kasur bersprai oranye.

Beberapa bulan lalu sih kalau saya kerja overtime  gini di bulan-bulan berikutnya saya bisa dapat Freizeit, jadi hari libur saya dihitung jam kerja, biasanya maksimal 7,7 jam. Namun sekarang saya ga bisa lagi, ga tau tuh kebijakannya berubah. Jadi kelebihan jamnya ini cuma bisa dijadiin penutup kalau nanti-nanti saya mungkin kekurangan waktu kerja. Si Bos juga pernah bilang, kalau kelebihan saya sampai 30 jam, baru bisa diganti dengan tambahan empat hari libur.

Walau status saya di tempat kerja cuma FSJ, namun jam kerja saya 100% loh. Maksudnya setiap bulan waktu kerja saya adalah 154 jam. Rata-rata dalam sebulan saya dapat 11 hari libur. Bulan Mei mendatang saya libur 13 hari, belum termasuk cuti lima hari. Kolega yang kerja hanya 50%, hanya kebagian kerja 77 jam per bulan. Awal saya kerja, si Bos termasuk dalam 100%, namun sekarang dia turun menjadi 90% (138,6 jam kerja per bulan). Di kantor ada tiga orang yang bekerja 100%: dua FSJ (salah satunya saya) dan seorang pekerja tetap.

Setiap bulan kami mendapatkan jadwal kerja untuk bulan berikutnya. Jadwal kerja itu dibuat sebulan sebelumnya, Pusing ya? Jadi bulan Maret lalu kami sudah boleh mengisi jadwal kerja untuk bulan Mei. Yang bikin jadwal kerja memang Bos, tapi kami sebelumnya boleh ngisi mau libur tanggal berapa atau mungkin mau ambil cuti. Kalau semua karyawan udah ngisi keinginannya, baru deh jadwal dibuat lalu dibagiin sebulan sebelum jadwal berfungsi.

Bos saya termasuk orang yang santai kalau bikin jadwal. Pernah saya di November ga masuk kantor selama 20 hari, karena seminar lima hari, sakit empat hari, dan sisanya libur. Waktu itu saya cuma minta libur 3-4 hari, tapi sama si Bos libur-liburnya terus digabung di tanggal yang saya minta itu, jadi deh panjang. Bulan Mei nanti juga gitu, mintanya ga masuk kerja 7 hari doang (lima hari cuti dan dua hari libur), tapi sama dia dikasihnya 10 hari ga masuk kerja (lima hari cuti dan sisanya libur).

Setiap hari kerja kami mempunyai hitungan jam kerja. Kalau saya kebagian tugas siang, saya bisa kerja selama 9,25-10 jam sehari. Rata-rata sih kerjanya sampai jam 20 saja, itu pun sering pulang 30-45 menit lebih cepat. Kadang juga saya pulang kerja jam 21.30, kalau begitu berarti saya mulai kerja jam 14.30. Kalau kebagian tugas malam, itu lebih enak, kemarin saya mulai kerja jam 18 sampai 21.30. Besoknya mulai lagi pukul 8 pagi dan hanya kerja selama dua jam lalu pulang.

Setiap WG punya kebijakan soal jadwal kerja berbeda-beda. Teman saya, si Nda, contohnya, jadwal kerja dia ada yang dimulai pukul 7 dan berakhir pukul 15. Di saya ga ada karena jam kerja pagi sudah diambilalih oleh mereka yang dapat tugas malam. Di tempat Nda memang ada yang tim jaga malam khusus (mereka ga tidur sepanjang malam), tapi pagi pukul 7 mereka sudah pulang dan cuma ada di sana untuk jaga-jaga.

Sudah ah, saya ngantuk mau tidur. Semalam tidur sih di kantor, tapi tetep aja ga nyenyak, takut kebablasan 😛 Selamat malam yang masih terang 🙂

 

Advertisements

6 thoughts on “Cerita Kerja: Jadwal Kerja

  1. zilko says:

    Di Eropa memang sistem jam kerjanya lebih enak ya 🙂 Libur lebih lama (yg artinya produktivitas juga lebih meningkat kan 🙂 ); dan orang-orang sangat menghargai waktu non-kerja 🙂

  2. bebe' says:

    Wah enaknya pengaturan jam kerjanya bisa disesuain gitu. Jadi inget kalo dulu mo cuti, rasanya deg2an abis takut ga di approve, padahal mah kalo dipikir2 itu hak kita juga kan ya? hihihi

    • mariskaajeng says:

      hooh enak, semuanya jelas. kemaren semua sampe dikejar-kejar si Bos karena belom ngisi wishlist cuti buat tahun 2012.. hihi. kalo di sana gimana, Be?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s