Tahun

Dua tahun lalu kamu bilang sedang membunuh waktu dengan menatap lekat senyumku satu per satu. Kamu memerlukan waktu empat jam untuk melakukannya, kalau bisa aku menghitungnya dengan detail. Siangmu adalah malamku.

Satu tahun yang lalu ada sepuluh jemari hitam putih menyatu tidak untuk pertama kalinya, namun kali ini warna di antara keduanya secara ajaib larut menjadi satu. Pinggir sungai disusuri di hadapan matahari yang hampir tergelincir. Sore nyaman pertama setelah aku terbebas dari bajak laut. Terimakasih kamu telah membayar tebusan sebesar ongkos pesawat untuk melewati batas benua. Kota lama menjadi kota baru untuk kita, katamu.

Tahun ini kamu hanya diam. Aku pun dalam diam. Kita saling diam, seakan cerita yang aku tulis barusan hanyalah fiksi.

Hamburg, 8 April 2012

Advertisements

6 thoughts on “Tahun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s