Cerita Kerja: Random

Huahahaha, udah lama ga nge-blog. Kalo buka blog dan liat kalender di sebelah kanan, sepi gitu angkanya ga ada yang cetak tebel. Mau mulai nulis tapi kebanyakan tapinya, mehehehe.. šŸ˜¦

Mau cerita dikit ah tentang kerjaan di dua minggu terakhir. Setelah minggu ketiga Maret saya seminar lagi, hari senin berikutnya saya kerja lagi. Minggu lalu saya kebagian kerja empat hari dan berasa lamaaaa dan berat banget!

Penghuni Pertama lagi “kumat”, doi senewen melulu. Kami salah ngomong dikit aja doi langsung ngambek, lari keluar rumah, dan banting pintu. Senin (26/3) itu sebenarnya bagian saya jadiĀ Betreuerin dia, tapi doi mogok dan pengen dilanjutin sama kolega saya. Sebelumnya kami pergi belanja diĀ supermarket itu pun kami berantem melulu, dia ga mau beli keranjang Easter lah, pengen pulang lah, etc. Hari yang berat banget deh buat saya.

Ga cuma itu, Penghuni Ke-3, 6, dan 8 sakit di rumah. Semua butuh penanganan khusus, sedangkan yang kerja tiap hari cuma tiga orang. Selama dua hari itu tempat kerja udah kaya rumah sakit deh. Cape banget mondar mandir ke kamar Penghuni Kamar ke-3 buat kasih minum.

Doi terkenaĀ GĆ¼rtelrose, semacam penyakit Herpes. Di kulit akan timbul flek merah tapi ga banyak. Di leher sebelah kiri Penghuni ke-3 ada flek merah berdiameter kira-kira 3cm, selain itu ga ada. Penyakit ini juga ga menular, hanya saja perlu hati-hati untuk ibu hamil, jangan berinteraksi dengan penderita, terutama jangan menyentuh flek merahnya itu. Saya sempet deg-degan, mungkin ga ya Bumil terkena GĆ¼rtelroseĀ lewat saya? Namun kolega saya bilang engga, apalagi kalau saya rajin cuci tangan dengan sabun dan desinfektan tangan setelah berinteraksi dengan penderita.

Sekarang sih Alhamdulillah doi sudah baikan. Dari dokter dapat obat yang harus diminum setiap empat jam (kecuali malam) dan dia juga harus banyak minum. Hari Selasa besok InsyaAllah dia udah balik kerja lagi. Kalau dihitung-hitung, sudah sekitar dua minggu dia ga masuk kerja. Terus kayanya dia sekarang keenakan deh, karena selama itu dia kalo minum disuapin melulu, dia jadi malas minum sendiri. Selama sakit juga dia di kamar aja, jadi males jalan keluar untuk makan. Semoga dia cepet beneran sembuh ya..

Penghuni Pertama jugaĀ mood nya udah bener. Minggu lalu penyebabĀ mood dia acak-acakan sepertinya karena banyak yang sakit. Dia memang kuatir banget kalau ada orang yang sakit. Sebelumnya saya pernah nulis di Biarkan Semua Pintu Terbuka, kakaknya meninggal di kamar mandi karena shock setelah minum obat. Sejak itu dia ga pernah tenang kalau ada yang sakit.

Kemarin saya jadiĀ BetreuerinĀ dia lagi, ga ada acara ngambek, semua beres. Dia sekarang lagi suka-sukanya nanya, “Mariska, besok kita ke DOM ya? Kamu jemput aku, kan, Mariska?”. Ke semua orang dia cerita kalau besok akan pergi ke DOM bareng saya, hihihi. Oh iya, DOM itu semacam tempat permainan mirip Dufan (tapi kecil) yang buka pada waktu tertentu di setiap musim. Cuma ada di Hamburg loh šŸ™‚

Penghuni Kamar Ke-6 sakit flunya sudah sembuh, ga minum obat lagi dan sudah dari lama pergi kerja lagi ke sanggar lukis. Hari Senin kemarin (2/4) saya mengantar dia ke dokter karena di jadi tengah tangan kanannya ada imflamasi. Oleh dokter imflamasinya ditusuk dengan jarum suntikan lalu diperban. Perban itu tidak boleh dibuka atau pun basah selama dua hari, sebelum balik ke dokter lagi.

Rabu pagi saya ekstra datang untuk anterin dia ke dokter (saya sebenarnya mulai kerja jam 12 hari itu), eh perbannya sudah ga ada. Dia copot sendiri. Pas saya tanya dia ga ngaku dan bilang, “Aku ga tau.” Pengen saya toyor deh doi..

Dari dokter dia dapet perban lagi tapi yang lebih sederhana biar ga ganggu pergerakannya. Perbannya ga boleh dibuka lagi selama dua hari. Hari ini berarti baru boleh dibuka dan harus dibersihin, setelahnya cuma dikasih plester. Sampai kemarin saya kerja, dia sibuk cerita soal jarinya itu ke setiap orang. Bilangnya jarinya sakit dan ngeluh macam-macam, padahal pas kemarin kontrol dia bilang ga sakit lagi loh ke dokter. Kolega yang ga tau ceritanya pun nanya ke saya soal itu, beneran sakit beneran apa engga nih. Dia memang hobi banget ngeluh, jadi ga heran deh kalau dia melebih-lebihkan cerita tentang lukanya itu.

Penghuni Kamar ke-5 yang hobi menyortir sampah itu bikin saya syok minggu kemarin. Saya nge-gap-in dia ngejilat plastik tutup joghurt yang sebelumnya sudah masuk tempat sampah. Huek -____-”

Penghuni Kamar ke-2 kamis (5/4) ulang tahun. Orangtua, keponakan, adik, dan kakak iparnya datang. Ruang makan kami langsung penuh saat acara minum kopi untuk merayakan ulang tahun dia. Senangnya banyak banget tawa saat acara itu, mereka ramah-ramah banget. Kolega saya pernah bilang, orang-orang Eropa bawah itu biasanya suka ngomong dan lebih ramah dari orang Jerman. Ga heran kalau mereka yang berasal dari Yunani ini kemarin bikin rame WG.

Yang ironis, ketiga keponakannya yang adalah anak perempuan berumur sekitar 8-10 tahun itu ga sengaja harus melihat Penghuni Pertama telanjang (dia baru beres mandi). Ibu mereka cuma bisa bilang, “Ya itu bisa saja terjadi di sini.” Muka pasrah banget. Semoga mereka bisa tidur nyenyak tadi malam. Btw, saking excited-nya Kamar Kedua ini akan ulang tahunnya, wiken kemarin dia ngebanting radio di kamarnya. Mungkin saat itu dia ga bisa ngontrol diri sendiri jadi dia bantinglah radionya sampai ga berbentuk. Bravo!

Liburan Paskah ini saya harus kerja, cuma hari Jumat aja yang libur, sedangkan Sabtu sampai Senin kerja. Di Jerman, liburan Paskah dari hari Jumat (disebut Karfreitag) sampai hari Senin (disebut Ostermontag). Awalnya rencana kami di Sabtu siang adalah pergi ker rumah orangtua Penghuni Ke-6 yang jaraknya 1-2 jam dari Hamburg untuk minum kopi bareng sore-sore, namun sayangnya karena cuaca di Eropa lagi jelek dan aneh banget, jadi dibatalin. Mungkin kami akan pergi naik kapal (lagi!) deh. Doain ya saya kuat dorong kursi roda naik ke dermaga -_-”

Sebenarnya sih hari Senin saya juga kebagian libur. Jadi jadwal kerja saya awalnya begini: Jumat (hari ini) libur, terus dua hari kerja, tiga hari libur, satu hari kerja, dan tiga hari libur, nah karena saya pengen libur enam hari berturut-turut, jadi saya tukeran jadwal dengan teman. Jadiiii saya akan libur dari hari Selasa sampai Minggu! Mahahaha! *evil smirk*

Na gut, schƶnes langes Wochenende! ^^

 

Cerita Terkait:

Penghuni Kamar Pertama

Penghuni Kamar Kedua

Penghuni Kamar Ketiga

Penghuni Kamar Keempat

Penghuni Kamar Kelima

Advertisements

4 thoughts on “Cerita Kerja: Random

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s