Menulislah

Kamu sejak malam itu berhenti menulis untukku. Mengapa? Aku hanya memintamu untuk berhenti menghubungiku lewat telepon atau menemuiku langsung, tapi tidak memintamu untuk berhenti menulis.

Menulislah lagi untukku, karena seperti kamu pernah bilang, menulis itu seperti berciuman tanpa bibir. Menulis adalah berciuman, dengan menggunakan kepala. Aku masih ingat kata-katamu itu, tidakkah kamu sendiri ingat?

Menulislah untukku, walau aku mungkin tidak pernah bisa menulisnya kembali untukmu. Menulislah, ceritakan kepadaku tentang sesuatu.

Hamburg, 24. 2 2012

“schreiben Sie mir, Emmi. Schreiben ist wie Küssen, nur ohne Lippen. Schreiben ist Küssen mit dem Kopf.” – Leo
Gut gegen Nordwind – Daniel Glattauer
Advertisements

3 thoughts on “Menulislah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s