Semla

Akhir Januari lalu bebe cerita tentang cemilan Swedia yang bernama Semla. Sejak itu saya kebayang-bayang terus makanan ini. Dalam hati yakin banget kalo di Jerman cemilan itu juga ada (paling engga yang mirip-mirip lah), kan sama-sama negara Eropa, masa sih engga ada?

Nah minggu lalu saat ke toko roti di Finkenwerder saya liat roti yang tengahnya dibelah lalu diisi whipped cream, mirip Semla! Sempet kagum ngeliatin roti itu, sambil mikir-mikir antara beli dan engga. Akhirnya ga beli, karena baru saja makan siang dan pas banget lagi bareng si Penghuni Kamar Pertama, ga mungkin bisa makan dengan santai kalau ada dia.

Lupa sama sekali tentang roti mirip Semla itu, siang tadi saya dan Bewohner ke toko roti itu lagi. Liat roti itu seneng banget, langsung pesan, dan cicipin rasanya seperti apa sih.

penampakan si mirip Semla

Rasanya lumayanlah. Kemungkinan rotinya itu adalah roti susu (Milchbrötchen) yang ada kismisnya, manisnya ga keterlaluan, pas banget dipaduin dengan whipped cream yang sudah manis. Kalau Bebe bilang Semla terbuat dari roti yang di antaranya dilumuri adonan putih yang manis dan diberi whipped cream, kayanya yang tadi saya makan itu bener-bener isinya cuma whipped cream aja deh, ga ada adonan putih manis itu..

Sejauh ini baru liat roti mirip Semla di toko roti yang tadi, itu pun baru dua minggu terakhir adanya. Saya sebenarnya ga terlalu suka roti, tapi kalau nanti di toko roti lain liat lagi, pasti akan saya coba lagi, siapa tau rasanya lebih enak dan bisa jadi salah satu pilihan kalau lagi pengen ngemil 🙂

+++

Tambahan..

Hari ini jam kerja diperpanjang sampai pukul 21.30 (kami menyebutnya Spätdienst) karena si bos lupa ngejadwalin siapa yang seharusnya tinggal di kantor sampai shift selanjutnya datang. Saya jadinya menyerahkan diri deh, karena satu kolega sudah menyerahkan diri kemarin dan kolega lain menurut jadwal akan kebagian dua kali Spätdienst di minggu ini.

Saat pulang saya naik bus ke arah Neuwiedenthal dan akan dilanjutin naik kereta ke Heimfeld, lebih cepat dari pada saya harus menunggu bus ke arah Harburg. Sialnya, ada gangguan di jalur kereta jadi kalau biasanya saya menunggu kereta cuma empat menit, tadi saya nunggu 20 menitan! Gara-gara ini juga saya sampai rumah lebih lama 30 menit dari biasanya. Besok pagi jam 9 saya harus sudah sampai kantor. Ih, cape gila! *nguap lebar-lebar*

Baiklah, selamat tidur semua, erhol dich gut 🙂

Advertisements

8 thoughts on “Semla

  1. zilko says:

    kalau aku suka sama sandwich-nya Belanda. Yang isi tuna gitu enak banget loh, hahaha 😛 *ini komen kayaknya gak nyambung sama isi posting ya 😀 Habisnya belum pernah nyobain semla sih saya 😛 *

  2. bebe says:

    heh, ternyata belum komen toh.. (doh)… iyaaaa.. bentuknya sih udah mirip.. tapi mungkin itu versi Jermannya kali yaaa.. jadi rasanya beda..

    Hari Sabtu besok rencana mau nyoba semla di toko yang rame banget di pusat kota.. pingin tau rasanya kayak apa… sekalian buat nyuguhin mertua mau dateng… biar makin disayang.. *ngelusponi*

    • mariskaajeng says:

      aku masih penasaran banget sama rasa aslinyaaa.. *glek*

      ah kamu, nyuguhinnya ke mertua aja, engga ke aku. *eh siapa elo?* *minta ditoyor* :))

      selamat kumpul keluarga, viel spaß damit 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s