Cerita Kerja 4: Keller

Baru balik kerjaaaa.. Huhuuyyy.. Hari ini sakses daku membuat si penghuni kamar pertama berada di Keller selama 1,5 jam. Tuh, saya bold dan italic biar kerasa banget saksesnya. Ih, seneng gueeee! ^^

Kenapa saya senang? Karena sejak akhir November lalu doi ga mau lama-lama sama saya di Keller, cuma mau ngabisin “bekal” doang, tidur-tiduran bentar terus lari balik ke atas (baca: WG). Oh iya, Keller itu maksudnya basement. Kami memiliki sebuah ruangan di basement yang tiap hari digunakan si penghuni kamar pertama untuk relaksasi tiap siang, inget kan cerita yang ini?

Selama dua bulan terakhir ini saya ribut nanya kolega-kolega perihal perubahan si penghuni kamar pertama, ada yang bilang itu hal biasa, mungkin si penghuni kamar pertama memang ga capai. Tapi tetep aja bagi saya itu ga biasa, lah sebelumnya pernah 2,5 jam bareng saya di Keller kok.

Ada yang ngasih saya beberapa tips juga, sudah saya coba namun tetap gagal. Sampai stres sendiri deh saya 😦 Hari ini saya coba lagi untuk menggabungkan dua trik yang didapat, yaitu pasang alarm di telepon genggam lalu bilang “HP aku bunyi sebentar lagi.” dan ajak dia ngobrol, tapi semakin lama harus semakin pelan dan sedikit yang diomongin. Ternyata hari ini berhasil!

Cara itu sudah saya coba dua kali sebelumnya, yang pertama gagal dan yang kedua lumayanlah hampir 45 menit, hari ini mungkin dia memang capek juga kali ya, jadi blas aja 1,5 jam! *happy dancing* Kolega saya sampai ngasih selamat, hihihi 🙂

Selama 1,5 jam itu dia berkali-kali bangun dan ngajak ke atas, saya selalu bilang, “Hp aku bunyi bentar lagi kok, abis itu baru deh kita bisa ke atas. Besok kita ke Altona ya..” terus ngobrol sebentar, cuekin, dan dia balik tidur. Begitu terus sampai dia ngeluh, “Mischka, aku harus pipis. Mischka.. Aku harus pipis. Mischka..” karena ga tega jadinya saya izinkan naik walau alarm hp masih akan bunyi 15 menit lagi.

Dulu pas awal-awal saya jadi betreuer nya memang dia juga cepet banget ke atas, tapi seperti saya bilang di atas, pernah juga dia di Keller selama 2,5 jam dan itu non-stop tidur atau relaksasi ga ada acara ngobrol sedikit pun seperti yang kami lakukan hari ini. Na ja, yang penting hari ini udah bisa dibilang sukses ya.. Seperti kolega saya bilang, “Semua trik harus dicoba.” 😉

Lain kali yang lama lagi ya di keller.. Biar tenang di WG, ga ada acara ribut-ribut karena digangguin 😀

+++

 

Advertisements

6 thoughts on “Cerita Kerja 4: Keller

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s