Wiken Petama Februari

Seperti biasa wiken berjalan mulus dan menyenangkan, penuh dengan tawa. Iya, saya kebagian kerja di hari sabtu, tapi berhasil membuatnya menjadi menyenangkan dengan pergi ke Altona dan makan siang di sana bersama tiga penghuni rumah a.ka Bewohner dan seorang kolega. Menyenangkan sekali. Mau cerita lebih detail lagi ah wiken pertama di bulan Februari ini saya ngapain aja. Pengennya sih cerita dimulai dari hari kamis (2/2), tapi berhubung akan panjaaaaang banget, jadi dari hari jumat aja deh.

Jumat (3/2) – Siomay dan Main

Sebenarnya rencananya hari ini mau bikin ikan goreng gara-gara postingan bebe, jadi sehari sebelumnya saya rencana mau beli ikan di toko Asia atau toko ikan, tapi diubah karena Rabu malam seorang sahabat bilang dia lagi ngidam siomay. Beneran ngidam. Sebagai sahabat yang baik yang sama-sama tinggal diperantauan dan ga bisa nemu tukang siomay di depan rumah, jadilah saya sarankan agar dia ke rumah saya hari jumat, dan kami bikin siomay bareng di sini.

Saya bikin siomay? Manalah pernah, tapi inget dong kalo saya sekarang tinggal bareng keluarga Indonesia? Nah itu dia kuncinya! Kami minta bantuan Mba yang baik hati ini. Jadilah hari kamis kami belanja, dan jumat mulai bikin siomay. Ihiy! Mungkin siomay kami ga seenak bikinan abang siomay di pinggir jalan, tapi Alhamdulillah sekali.. Hasrat ngidam dia terpenuhi, begitu juga kerinduan saya akan siomay. Sudah setahun lebih loh saya ga makan siomay *puk puk diri sendiri*

siomay belom mateng

siomay mateng

Btw, salju turun lagi di jumat pagi. Heran deh, dia kok turun tiap jumat pagi ya, ada konspirasi apakah antara langit dengan bumi? Sore setelah kenyang makan siomay dan si sahabat pulang dijemput suaminya, saya mengajak salah satu bocah di rumah untuk main seluncur salju di taman dekat rumah. Saya memang sudah setahun di sini, tapi baru kali ini main beginian, seru! 🙂

seluncuran saljuu

bulan ngintip

Malamnya ternyata si bocah masih pengen main, karena sabtu dia libur jadi boleh sedikit telat oleh ibunya, kami main monopoli junior sampai jam 20. Gampang bener deh main monopoli junior, ga pake acara beli tanah dulu baru bisa beli rumah, tapi langsung beli rumah di mainan yang diinginkan. Iya, ceritanya monopolinya ini kita di sebuah taman bermain mirip Dufan, dan kita bisa beli permainan-permainan yang ada di sana. Uang monopolinya pun berkisar 1 sampai 5 DM (Deutsche Mark – mata uang Jerman sebelum berubah jadi Euro).

Sabtu (4/2) Jalan-jalan ke Altona

Sedari beberapa hari lalu saya sudah janji ke penghuni kamar kedua kalau sabtu ini kami akan jalan-jalan ke Altona dan melakukan hal menyenangkan. Tidak hanya dengan dia, saya juga sudah bilang ke kolega untuk pergi bareng dengan dua Bewohner lain, biar ramai. Saya berangkat ke tempat kerja dengan semangat, karena kemarin libur dua hari, tapi juga males-malesan, karena besoknya saya dapet libur dua hari. Nanggung banget ga sih jam kerjanya, meuni kejepit gitu hari kerjanya.

Sampai di tempat kerja ternyata si penghuni kamar kedua pengen main drama dengan saya. Maksudnya: dia NYUEKIN saya. Cih! Paling sebel saya kalo dia main drama kaya gini, pura-pura ga denger dan ga liat saya. Kalau saya ngomong dicuekin, tapi pas saya balik nyuekin dia malah ngambek. Saya jadi males pergi, walau saya tau dia ga akan lupa dengan janji saya dan nantinya akan menyesal dan nanya terus kenapa dia menolak untuk pergi.

Saya berkali-kali nanya dia mau ikutan pergi atau ga dengan dua Bewohner lain (si penghuni kamar pertama dan penghuni kamar ketujuh). Kalau engga ya bukan masalah. Dia ga jawab, kolega saya yang cowo nanya ke dia, dan dia cuek. Akhirnya saya bilang ke penghuni kamar ketujuh untuk segera menyelesaikan sarapan lalu pakai jaket dan pergi dengan saya, sedangkan penghuni kamar pertama sudah siap dengan jaket dan syal. Si penghuni kedua tiba-tiba manggil saya, “Mariska, dan aku?”

“Kamu engga. Kan dari tadi juga ga jawab.” jawab saya iseng. Mukanya berubah dan memaksa ikut. “Iya ikutan, cepetan selesai sarapan terus ganti baju!” kata saya tegas, kalau ga begitu dia biasanya akan main drama terus. Dan ternyata benar, dramanya ga berhenti. Dia masih aja nyeloteh banyak hal ke kolega cowo, sambil sarapan, masih aja nyuekin saya yang ribut nyuruh dia buat ganti baju. Kolega cewe nanyain melulu, mau ga si penghuni kamar kedua ikutan.

Singkat cerita, setelah drama membosankan itu, dia mau ganti baju, itu pun masih pake drama juga. Seperti saya sudah cerita, di hari libur terkadang dia suka banget diam diri di rumah sambil tetap makai baju tidur, mungkin dia capai dan pengen leha-leha setelah lima hari kerja, makanya sabtu ini dia banyak banget bikin drama. Tapi kalau kali ini malesnya dia diturutin, dia bakal ribut banget nanti nyesel ga mau ikutan.

Akhirnya kami berlima baru keluar rumah sekitar pukul 11.15, bus pertama yang datang tidak bisa langsung kami tumpangi, karena ga ada ruangan yang cukup untuk kursi roda (penghuni kamar ketujuh adalah pengendara rolli), jadi total kami harus menunggu sekitar 20-25 menit.

Sampai di Altona sudah pukul 12, kami berjalan sedikit menuju restoran Asia ga jauh dari Bahnhof Altona. Sebelumnya penghuni kamar pertama sudah beberapa kali bersama saya dan kolega ke restoran Asia itu, karena itu dia mau balik lagi makan di sana. Inget kan, kalau penghuni kamar pertama harus pergi ke tempat yang sudah pernah ia kunjungi sebelumnya? Melakukan hal yang sama setiap hari, persis seperti Drew Barrymore di film 50 First Dates.

saya pesen nomer 51

Sebenarnya sedikit ribet loh bawa tiga orang Bewohner bersamaan, walau pun dengan dua Betreuer. Kolega saya hari sabtu menjadi Berteuer penghuni kamar petama, jadi otomatis saya bertanggung jawab atas penghuni kamar kedua dan ketujuh, ga susah sih karena mereka ga susah diatur. Yang susah diatur tentu si penghuni kamar pertama, pengen ini itu seperti anak umur 3 tahun. *fiuuuuhhh..*

Satu yang saya lupa dari penghuni kamar ketujuh, makanya saya ajak dia, adalah dia suka sekali mengeluh dan marah-marah. MEH. Kalau saja sebelumnya ingat, mending bawa penghuni kamar ketiga deh, biar dia asik sendiri dengan dunianya dan ga ribet ngomong macem-macem. Di bus saya bilang ke kolega untuk makan di tempat lain yang lebih Eropa (kolega saya berasal dari Philifina – bener ga sih nulisnya begitu?) biar lebih cocok untuk Bewohner. Tapi penghuni kamar ketuju keukeuh pengen di restoran Asia itu, engga di lain.

Kolega saya lalu cerita, sebelumnya dia pernah mengajak penghuni kamar ketujuh untuk makan di restoran Asia yang sama, dan dia marah-marah karena ga suka makannya. Bingung ga sih? Saat itu bilang ga suka sama masakannya, tapi sekarang keukeuh pengen ke sana lagi makan yang sama. Akhirnya kali ini kami memesankan semangkuk sup ayam untuknya, ternyata cocok dan dia ga pake acara marah-marah. Puas doi.

Sebelum pulang ke WG, kami sempat ke toko roti dulu untuk beli kue buat dimakan di sore hari sambil minum kopi. Di Bahnhof Altona kami harus menunggu bus sekitar 10 menit, sempat deg-degan ga bisa masuk karena ada dua kereta bayi siap-siap naik juga, tapi Alhamdulillah supir bus mau bantu jadi kami bisa masuk dan salah satu kereta bayi harus menunggu bus selanjutnya *makasih loh..* Di dalam bus penghuni kamar pertama ga terlalu bikin ulah, namun kolega saya sempat dapat omelan dari seseorang yang ga suka saat penghuni kamar pertama iseng nyolek dia dan mengajak ngobrol.

Saya pulang kerja jam 19.45 bareng kolega cowo satu bus. Kami sempat ngobrol sedikit tentang kosan baru saya, dia memang tempat saya curhat saking seringnya kami bareng satu bus. Dia juga sempat cerita tentang bayi laki-lakinya yang masih berumur 7 bulan, lagi lucu-lucunya tuh 🙂

Btw saya sebenarnya hari itu sebel sama si kolega cewe. Dia ngasih makan si penghuni kamar pertama banyak banget. Di restoran Asia dia ngasih penghuni kamar pertama tambahan nasi dan lauk, karena kolega saya ga abis makannya. Sorenya ngasih cemilan lagi. Iya sih dia sudah kerja jauh lebih lama dari saya, tapi saya mengerti si penghuni kamar pertama kalo makan kebanyakan bisa muntah pas malam di antara tidur. Karena dia Betreuer penghuni kamar pertama hari ini, jadi saya ga bisa ngapa-ngapain. Ngingetin juga pasti dia ga peduli.

Terus yang saya bikin sebel lagi, dia kasih penghuni kamar kedua sebotol ice tea yang tentunya manis. Ih, udah tau dia musti jaga asupan gula, dikasih lah itu minuman ke dia, apa bedanya coba sama cola yang sebelumnya dia larang! Selain itu dia juga menjanjikan si penghuni kamar kedua untuk dapet minuman sejenis setelah makan malam, cuma karena dia ga mau minum air mineral. Sebel dong saya sebagai Betreuer si penghuni kamar kedua hari itu. Jadinya setelah makan malam saya dan kolega cowo ga bisa lagi melarang si penghuni kamar pertama untuk minum minuman sejenis. Dia minumnya juga sambil sewot keluar dari ruang makan karena dilarang.

PS: saya sempat foto-foto bersama saat pergi ke Altona, sayangnya karena asalan privasi dan keamanan data, foto-foto tersebut hanya bisa saya simpan sendiri. Maaf, ya 🙂

Minggu (5/2) Kinderflohmarkt

Sejak seminggu lalu saya dan dua sahabat berniat untuk datang ke Kinderflohmarkt atau Fleamarket yang khusus menjual berbagai perlengkapan anak. Kinderflohmarkt dimulai pukul 13.30, namun sahabat saya (si bumil) beserta suaminya datang sejak pukul 13, biar belum keabisan barang-barang yang bagus. Saya datang pukul 13.20, di depan tempatnya (karena Winter jadinya diadain di dalam ruangan yang biasanya digunakan untuk teater) sudah mengantri banyak banget orang. Pintu dibuka tepat pukul 13.30 dan saya berhasil menemukan si bumil di salah satu stand. Dia belum dapat apa-apa, masih keliatan jet lag karena penuh dan ramai banget di sana. Sahabat saya yang lain datang ga lama kemudian, lalu kami membantu mencari barang-barang kebutuhan bayi.

ramenyaaa

Saya juga dapat titipan untuk beli kaos model jumper buat anak umur 1,7 tahun, dia adalah satu bocah di rumah. Ibunya bilang harganya sekitar 2 euro an, ternyata hanya 50 sen! Haha, murah yaaa.. Jadinya saya beli tiga deh 🙂 Si bumil malah cerita dia milih banyak baju dan hanya bayar 5 euro. Murah!

Oh iya, walau barang-barang yang dijual bukan barang baru, tapi masih layak pakai, bersih, dan terlihat baru kok. Selain baju, banyak juga mainan, sepatu, kereta dorong, sampai tempat tidur bayi, cocok deh buat mereka yang punya akan kecil atau akan punya anak, seperti si bumil ini. Sebagian pengunjungnya juga ibu-ibu yang perutnya sudah membesar, hihihi.

Si bumil dapat banyak barang, kayanya tadi ada deh tiga plastik besar. Isinya kebanyakan baju, ada juga sleeping bag khusus untuk bayi, sarung selimut, selimut, mainan, dan lainnya. Entah dia abis berapa euro, namun tentu ga banyak dibanding harus beli baru di toko. Hemat, kan? Untuk kereta dorong atau tempat tidur mereka belum beli, niatnya memang hari ini hanya beli barang-barang yang bisa dengan mudah dibawa pulang. Btw, flohmarkt nya ternyata diselenggarain dua bulan sekali sampai akhir tahun, selanjutnya akan diadain awal April, dan kami akan datang lagi.

Ada yang mau kesana juga? Ketemuan yuk! Tempatnya di Harburg, di belakang Cinemaxx. Di sana juga ada penjual waffel yang rasanya enaaakk.. Murah pula! Waffel dengan taburan gula halus hanya 1 euro, sedangkan dengan saus vanila harganya 2,50 euro. Kami pesan waffel dengan gula bubuk. Saya makan satu aja sudah cukup, karena benar-benar manis jadi ga tahan kalau banyak-banyak.

waffel gula bubuk

Pulang dari sana kami mampir ke rumah si bumil. Niatnya sih cuma pengen bantu bawain barang, tapi terus jadi liat-liat barang hasil buruan sambil bikin fantasi-fantasi nyeleneh tentang si bayi dan kami bertiga. Kami juga menyortir baju-bajunya sesuai ukuran, biar nanti si bumil ga ribet lagi bongkar semuanya untuk cari ukuran yang tepat.

Saya di rumahnya sampai jam 20, kebetulan suaminya harus pergi untuk entah ngurusin apa, jadi saya sekalian nemenin, sedangkan sahabat kami hanya sampai sore. Untuk makan malam si bumil dan saya bikin ikan bumbu kuning. Mendadak banget karena kami bingung makan apa. Resep langsung googling saat itu juga dan bumbu yang ga ada kami cuekin, ya abis mau gimana lagi, supermarket tutup di hari minggu.

Setelah makan dan beresin dapur, kami masuk kamar dan main WII. Itu kali pertamanya saya main WII loh, ih seru ternyataaa.. Memang saya dasarnya suka main game, jadi langsung ketagihan! Kami main entah apalah namanya, pokoknya ada sebuah bangunan dari balok-balok kayu yang masing-masing ada nilainya dan kita dapet nilainya itu kalau kayu-kayunya jatuh. Di ronde pertama (terdiri dari lima kali permainan) saya menang, di ronde kedua saya kalah telak, sama sekali ga dapet poin dari lima kali permainan. Bego banget gak, sik? -____-”

Rumah saya sekarang jaraknya cuma 15 menit jalan kaki loh ke rumah bumil, jadinya bisa sering-sering bolak balik ke sana, senangnyaaaa ^^ Sebenarnya dia lagi cari apartemen baru, karena sekarang masih bareng sahabat suaminya, semoga ya dapetnya ga jauh dari apartemen saya 🙂

Nah, begitulah wiken pertama di bulan Februari saya, menyenangkaaaaannn! *happy dancing* Kalau kalian gimana? Cerita dong 🙂

+++

Btw, ada yang inget ga tanggal 5 Februari tahun lalu kalian lagi ngapain? Saya sih makan Falafel di restoran Turki di Kreuzberg Berlin setelah jalan-jalan, terus mendadak ke Zoo Berlin. Karena masih winter, kami hanya bisa liat binatang-binatangnya dari indoor, sempat liat saat macan dikasih makan juga, dan liat orang utan yang asli Indonesia. Di bagian taman sentuh banyak kambing bulet dan unggas berkeliaran, hoho menyenangkan!

Pulang dari sana sempat makan Fish and Chips sambil jalan-jalan, itu anginnya kenceeeeng banget, sampai mau terbang rasanya :-/

Segitu saja ah cerita dari tahun lalunya, walau saya ingat dengan jelas tiap detailnya.

+++

Baiklah, lagi-lagi saya ucapin selamat malam dari Hamburg. Schlaf gut und träum etwas schönes..

Advertisements

14 thoughts on “Wiken Petama Februari

  1. arman says:

    seru ya main luncuran salju… pengen juga.. hahaha.

    iya monopoli junior lebih simple. si andrew demen banget main. kitanya yang suka males. huahahaha.

    fleamarket itu jadi barangnya second ya? tapi kayaknya banyak banget ya… gile murah banget… asik banget belanja disana ya… 😀

    • mariskaajeng says:

      hahaha, iya barang second! dari tadi mikir itu istilahnya apa, susah banget ungkapinnya -___-” di sana ada ga sih fleamarket kaya gini?

      loh andrew kan udah gede, udah tidur sendiri, udah berani ditinggal sendiri di sekolah, kok masih main monopoli junior? udah waktunya ganti jadi monopoli biasa tuh 😀

      • en-emy says:

        Wuihhh weekend yang menyenangkan.
        Wikenku agak membosankan Jeng.
        Sabtu aku claim asuransi, hmmm tapi siangnya lumayan lah melepas hasrat ke bakmi GM.
        Nah, minggunya nih yang bt. Karena minggu lagi ada arisan keluarga di rumah.
        Jadiiiii, harus standby senyam-senyum dan basa-basi busuk. (huhuhu sebal).
        Kamarku juga harus open house. Jadi, ribet beresin kamar.
        Dannnn, di event arisan keluarga, selalu aja ada oknum yang “usil” nanya pertanyaan klasik: “kapan nikah?” (pretttt)

        btw, kalau someday kita kopdaran, mau yaaa liat foto2 kamu dan para penghuni itu. hehehe.

      • mariskaajeng says:

        waaaahhh.. senengnya ke Bakmi GM.. *iri bangett*
        hoho yang paling nyebelin dari kumpul keluarga emang pertanyaan itu ya.. makanya aku kabur nih, jadi ga ada yang nanyain lagi :p

        siap, nanti pasti aku tunjukin foto-foto mereka 🙂

  2. Mayya says:

    Menyenangkan banget yaaak!

    Klo aku (hiks) paling dirumah doang, gak kemana-kemana. Ngurusin rumah dan anak.
    Sempat juga diajakin makan ampera ama suami. Itu doang.
    Tapi baca postingan ajeng jadi bisa berimajinasi kemana-mana…senangnyaaaa…

    Mdh2an suatu hari nanti aku bisa kesana ya ajeng ^_^

  3. zilko says:

    kok disana ada ikan sih? Minggu lalu aku nyari ikan gitu di orientalmarkt sini (karena baca postingnya Bebe juga, haha) dan nggak ketemu dong 😦 Ah, besok nyari di Den Haag aja ah 😀

    Ah, seluncur salju, pengen main nih tapi tempat yang bisa buat seluncurannya (atap perpustakaan) ditutup karena takut rumputnya rusak gara-gara dibuat seluncuran, huahaha 😆 Dan monopoli! Ah, kapan aku terakhir main monopoli?? hahaha

    Ya ya, bahasa Jerman sama bahasa Belanda memang agak mirip-mirip gitu ah, hahaha 😀 Aku ngerti sedikiiiiit loh 😛

    Dan wafelnya mirip yg di Belanda tuh, di Belanda disebutnya stroopwafel tapi, jadi dikasih stroop alias sirup gitu deh 😀

    • mariskaajeng says:

      hahaha, bebe harus tanggung jawab nih, bikin kita kepengen ikan :)) di asien markt sini ada kok ikan, ga jauh dari rumah juga ada toko ikan segar, tapi belom pernah ke sana juga sih.. semoga ya di Den Haag dapet 🙂

      ih, keren aja main seluncuran di atap perpus.. *ngebayangin atap perpusnya*

      iya ya mirip, kalau ada bahasa Belanda aku juga ngerti dikit. dikiiittt.. ada beberapa kata yang mirip sama bahasa Indonesia atau Jawa juga bukan sih Belanda tuh? temen yang tinggal di Belanda bilang gitu..

      aku suka wafel caramel nya Belanda, yang bulet dan warna cokelat tua itu. apa ya namanya? enaaaaakkkk banget! *ngeces*

      • bebe says:

        Aih nama saya disebut2 lagi… jadi maluuuu.. *padahal demen beneeer*

        Hahahahaha… masih ditunggu loh hasil ikan gorengnyaaah dari kalian berduaaa.. ^___^

        Btw, di deket rumah juga setiap hari minggu selalu ada fleamarket (kalau di sini disebutnya loppis) cuma aku sama bubu jarang liat.. padahal kadang2 barang yang dijual masih bagus2 juga tuh…

        Aku ga bakat sama sekali main monopoli, setiap kali main pasti kalah.. Ga pernah menang.. Sama sekali.. T___T syedih jadinya..

        Hmm… liat somay jadi pingin bikin juga, kulit somaynya pake kulit wonton yaaa??

      • mariskaajeng says:

        tanggung jawab loh, Be, soal ikan goreng itu :))))

        ke fleamarket buat foto-foto juga seru loh. dulu di Berlin aku sering ke fleamarket di Mauerpark, fleamarket nya besaaaaar banget, enak buat jalan-jalan dan foto-foto ^^

        coba main monopoli junior deh, pasti menang :p

        iya itu pake waton. setengah adonannya lagi tapi pake kulit lumpia, jadinya gagal karena dia lebih tipis -___-”
        ayo bikiiiinnn 🙂

  4. SarVic says:

    Menyenangkan sekaliii weekend-nya. Siomay buatanmu juga keliatannya enak Jeng, bikin ngeces hahahaaa…

    Foto-foto saljunya juga kereeeennn…. *maklum norak belum pernah liat salju secara live 😀 *

    Cuma, berhubung aku gak ngerti bahasa Jerman jadi agak ribet juga baca resep makanan yang kamu foto itu. Untunglah ada bahasa inggrisnya… :)))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s