Pergi ke bioskop

Tadi di bus pulang dari tempat kerja saya spontan berencana untuk nonton Sherlock Holmes di Kino (bahasa Jerman untuk bioskop) sendirian, gara-gara suntuk dan lagi melow banget. Jadi deh turun dari bus engga di halte biasa, namun di halte deket bioskop. Namannya juga mendadak, jadwal film baru dilihat pas sudah sampe sana, hasilnya saya malah pulang setelah lima menit melototin jadwal yang tertempel di papan pengumuman.

Pulang bukan karena penuh atau tiketnya kemahalan, tapi karena jadwal film selanjutnya adalah pukul 22.50 dan sebelumnya 19.45, sedangkan saya tadi di sana pukul 20.20. Tidak seperti di Indonesia, film-film di sini hanya diputar paling banyak 3 kali dalam sehari, itu pun engga semua film. Selain itu engga disediain beberapa ruangan teater buat film yang lagi laku. Karena hari ini hari sabtu Sherlock Holmes diputar dua kali, sedangkan di hari biasa hanya satu kali. Di hari minggu tentu bioskop tutup, sama seperti pertokoan. Engga asik ya, Pemirsah? >_<

Semua film di sini sudah di-dubbing ke bahasa Jerman, beda dengan di Indonesia yang masih dengan bahasa aslinya namun pake subtitle bahasa Indonesia. Memudahkan orang sini buat nonton, tapi engga buat si sayah. Meh. Untungnya saya engga bego-bego banget, sejauh ini sih saya mengerti, malahan lebih mengerti film yang bahasa aslinya bahasa Jerman dibanding yang di-dubbing. Terasa bedanya. Btw, engga cuma seluruh dialog loh yang diterjemahkan, judul filmya juga. Saya masih ingat dulu teman cerita film Die Hard diterjemahkan menjadi Strib Langsam (mati pelan-pelan). Kata gastmutter saya sih ada kok di Berlin bioskop berbahasa Inggeris, tapi jarang banget dan dia sendiri engga tahu pasti di mana.

Dulu di Jatinangor harga tiket nonton di bioskop cuma 10 ribu, murah meriah, mau nonton sehari dua kali juga masih bisa, nah kalo di sini saya harus merogoh kocek 7-8 euro sekali nonton. Harga tiket di akhir pekan (Jumat dan Sabtu) lebih mahal dibanding hari kerja, tiket anak-anak juga lebih murah dibanding dewasa, sama lah ya ini lah sama di Indonesia. Coba hitung deh berarti berapa rupiah tiketnya kalau kursnya 12 ribu rupiah?

Nah, jadi kangen nonton film di bioskop Indonesia deh saya.. Mudah, murah, dan dekat. Terakhir nonton film di bioskop kayanya nonton film anak-anak produksi Jerman gitu deh, judulnya lupa. Saya di sini seringnya nonton film streaming, lebih ramah kantong soalnya. Hihihi 😛

Kalau kalian terakhir nonton film apa di bioskop? Salam ya buat 21 atau XXI atau Blitzmegaplex kalau ke sana lagi, bilangin saya kangen, nanti ke sana lagi kalau sudah balik. Film Hollywood sudah masuk lagi kan ke Indonesia? 🙂

+++

aku tidak takut untuk jatuh tertidur, walau kelak saat terbangun ada mimpi buruk yang masih tersangkut. selamat malam.

Advertisements

4 thoughts on “Pergi ke bioskop

  1. Arman says:

    iya bioskop indo emang paling mantep. murah dan bagus! 😀

    aduh kalo didubbing gitu selain bikin gak ngerti pasti juga jadi aneh ya? hehehe. mendingan dikasih subtitle ya…

    gua emang denger katanya di negara2 eropa kalo minggu pada tutup ya. jadi gak bisa ngemal dong ya kalo minggu? 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s