2011: The Big Pictures

Selamat tahun baru.

Happy new year.

Frohes neues Jahr.

Mau review sedikit tentang tahun 2011 yang sudah saya lewati dengan Alhamdulillah sempurna. Banyak banget cerita, mulai dari yang dipenuhi dengan tawa sampai air mata. Mirip sinetron Indonesia rasanya hidup saya..

Di tanggal 22 Januari 2011 saya keluar dari kota Wiesbaden dan melakukan perjalanan panjang ke kota Berlin (lalu dilanjutkan ke Altlandsberg, kota kecil di sebelah barat Berlin). Saya ganti keluarga Aupair, karena keluarga sebelumnya membuat saya harus bekerja gila-gilaan dari pagi sampai malam. Hinweis: orang Arab di mana-mana sama saja, hati-hati ya kalau bekerja dengan mereka 😉

Semua baru bagi saya di keluarga Jerman ini. Di rumah ini juga saya akhirnya engga sengaja makan daging babi, benar-benar belajar kultur Jerman, dan jatuh cinta pada dua bocah laki-laki ganteng berambut cokelat. Si kecil susah saya dekati, dan saya butuh waktu lama. Keluarga yang jauh berbeda dengan keluarga sebelumnya.

Tahun baru 2011 saya habiskan di Wiesloch bersama sahabat. Malam itu kami jalan-jalan sekeliling kota Wiesloch yang kecil. Ternyata udara di Wiesloch jauh lebih hangat dari pada di Wiesbaden, salju lebih tebal tapi tetap saja engga dingin. Saya iri. Selama pergantian tahun topik utama yang kami bicarakan apa lagi kalo bukan: cowok! Hihihi.

Awal Februari saya kopi darat dengan seseorang. Masih ingat dengan detail apa yang kami lakukan di hari itu, pergi ke kedubes Indonesia lalu masak ayam goreng cabe hijau di kosannya, walau potongan cabe hijaunya engga diulek, tapi sedak mak! Awal April, saat dia kembali dari liburan ke Indonesia, kami mulai pacaran *cieeeeee.. :p*

ayam cabe hijau hasil bikinan bareng

 

Kehidupan saya berjalan normal di Altlandsberg. Setiap hari mengantar jemput dua bocah ajaib ke sekolah, setelah sebelumnya saya harus belajar nyetir mobil lagi karena perbedaan jalur antara Indonesia dan Jerman. Saya dapat kamar layak huni. Kursus bahasa Hanya sekitar 3 bulan dan bukan di tingkat yang saya mau, karena kelasnya hanya buka di Wintersemester.

Maret, lewat FB, saya baca banyak yang mengucapkan belasungkawa ke sepupu. Setelah konfirmasi ke mana-mana saya baru tahu, Uwa saya meninggal dunia. Beliau tinggal di samping rumah. Saya syok, ga menyangka. Seminggu sebelumnya saya dengar beli sakit setelah pulang dari Umrah, namun saya engga menyangka akan sefatal ini.

Tepat satu atau dua minggu kemudian adik saya mengabari lagi, Uwa kami yang lain meninggal. Beliau tinggal di belakang rumah saya. Rasanya saya mau lari pulang dan memeluk setiap anggota keluarga, sebelum terlambat.. Sampai sekarang saya masih belum percaya kalau Uwa sudah engga ada. Mungkin saat nanti pulang juga saya masih belum percaya.

Masih di bulan Maret, kakak saya buka sebuah warung steak di dekat rumah. Sempat masuk koran daerah Tangerang juga restorannya. Alhamdulillah. Tapi terakhir kakak saya ngabarin mau nutup warungnya, lumayan laku sih, tapi tetap saja besar pasak daripada tiang dan lagi engga ada yang ngurusin. Doain ya pemirsah biar usahanya makin maju. Nanti diteraktir steak deh.. *halah*

Warung Steak si Kakak

Akhir Mei keluarga saya bilang harus memberhentikan saya, karena ada masalah finansial. Saya kalang kabut, asli deg-degan karena berarti harus cari keluarga Aupair baru dalam waktu sebulan.

Sahabat yang di Hamburg kembali menyarankan untuk mencoba jalan jadi FSJ di Hamburg. Kenapa Hamburg? Karena lembaga ini ngasih uang kosan, jadi lumayan lah buat kami. Selama awal Juni saya sibuk menelepon sana sini, lalu pergi ke Hamburg untuk hospitieren di dua Wohngruppe di Hamburg. Alhamdulillah keterima. Tadinya cuma mau sehari di Hamburg, tapi kebablasan jadi lima hari untuk mengurus kosan, asuransi kesehatan, dan lainnya.

Akhir Juni saya pindah ke Hamburg. Sebelumnya sudah mengirimkan koper besar berisi baju ke alamat baru di Hamburg. Itu hari senin, rencananya hari selasa saya mengurus visa di imigrasi, lalu sorenya bisa langsung ambil Profikarte biar engga perlu keluar uang kalau naik kendaraan umum di Hamburg. Tanggal 1 Juli kontrak kerja saya dimulai.

Rencana sudah tersusun rapih, emang dasar Allah yang Maha Menentukan, visa saya DITOLAK. Pihak imigrasi bilang, visa Aupair tidak bisa dilanjutkan ke visa FSJ, kecuali saya keluar dulu dari Jerman lalu mengajukan pembuatan visa di Indonesia. Rasanya hancur banget, akhirnya nangis-nangis di imigrasi sambil nelepon teman-teman dan babeh di Altlandsberg.

Inilah yang terjadi kalo visa kamu dicap tidak berlaku lagi 😦

Imigrasi mencorat-coret visa Aupair saya, otomatis itu berarti saya engga punya izin tinggal di Jerman, sebagai gantinya saya dikasih kertas yang berisi saya dapat izin tinggal sampai dua minggu berikutnya. Saat izin tinggal abis berarti saya harus sudah berada di luar Jerman atau menjadi penduduk gelap.

Heloooo, mau ke mana saya, uang ga punya sama sekali karena ga pernah nabung. *mengutuk diri sendiri* Hari itu juga sahabat saya datang dan bantu ngomong dengan imigrasi, nihil. Sebenarnya alasan si imigrasi itu ga masuk akal, karena banyak banget FSJ di Jerman yang pekerjaan sebelumnya adalah Aupair dan mereka legal, dapat visa dengan mudah. Hari itu juga saya ke kantor FSJ, saya ceritakan semuanya dan mereka bilang akan membantu saya sebisanya. Mereka juga heran dengan alasan tidak masuk akal dari imigrasi.

Semua kalang kabut saat itu. Sahabat-sahabat saya ikut bantu kasih ide, seperti coba ke imigrasi distrik lain (waktu itu saya di Harburg). Keluarga di rumah deg-degan, apalagi saat saya bilang engga punya uang sama sekali untuk pulang. Kantor Wohngruppe berbaik hati menunggu saya, kalau-kalau saya harus pulang dulu. Saya ke pengacara, tapi nihil karena dia bilang pihak imigrasi sudah benar. Sputnik juga ikutan stres, apalagi di saat yang sama dia sedang jadi penanggung jawab acara sebuah event besar di Berlin dan di saat yang sama kehilangan sebuah tas berisi kamera DSLR, telepon genggam, dan dompet.

Alhamdulillah lalu datang kabar baik di hari Jumat. Kantor FSJ a.ka International Bund bilang pihak imigrasi berhasil dihubungi dan meminta maaf atas kesalahpahaman antara saya dengan salah satu orang imigrasi. Hari senin berikutnya Alhamdulillah saya dapet visa FSJ tanpa ba bi bu lagi, hanya harus mengantri selama 6 jam. Orang yang seharusnya saya temui (orang yang sama dengan yang menolak visa saya dan marah-marah dengan arogan ke saya dan sahabat) engga muncul sama sekali. Hinweis: jangan bikin visa di Harburg. Di distrik ini udah banyak banget imigran (mayoritas dari Turki), karena itulah sebabnya visa saya ditolak. Untuk mengurangi imigran di sini mungkin.

Seharusnya saya mulai bekerja tanggal 1 Juli, hanya saja karena masalah itu saya baru mulai kerja tanggal 3 Juli. *ngek ngok* Mudah-mudahan saya bisa perpnajang kerja di sini ya, jadi bisa sampai akhir Desember di sini. Amin 🙂

Abis Lebaran, saya lupa tepatnya, sahabat saya menikah. Alhamdulillah liat dia bahagia jadi ngerasa seneng juga. Dulu dia pernah ngomong, “bosen nih bayar kosan, pengen nikah aja jadi ga usah bayar kosan lagi.”, ternyata celetukannya jadi kenyataan. Dia juga sekarang lagi bersiap untuk tinggal di sini lebih lama. Selamat yaaa.. 😉

Lebaran di Konjen Hamburg

DI bulan Desember tepat saya satu tahun di Jerman. Kehidupan sekarang bedaaa banget dengan Desember tahun lalu. Musim dingin tanpa salju, tinggal di Hamburg, kenal keluarga si pacar, punya pekerjaan yang saya senangi, sahabat-sahabat yang selalu ada, dan (yang terpenting) keluarga di Indonesia tenang dan sehat. Semuanya indah banget.

Mari sambut tahun 2012 dengan Bismillah, semoga semuanya tetap berjalan baik. Apa yang kita sudah rencanakan direstui Allah dan dibukakan jalannya. Amin Ya Rabb.. 😉

 

Advertisements

3 thoughts on “2011: The Big Pictures

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s