Biarkan Semua Pintu Terbuka

Kolega saya beberapa hari lalu bertanya, “Kamu tahu alasan mengapa penghuni kamar pertama selalu membuka pintu kamar mandi kalau ada orang di dalam? Sudah ada yang pernah cerita?”

Saya jawab belum.

Lalu dia bercerita. Tadi siang saya nanya ke bos, yang mungkin sudah lebih dari 10 tahun kerja di rumah kami.

Dulu saat penghuni kamar pertama berumur sekitar 12 tahun, kakaknya yang saat itu berumur 14 tahun meninggal di dalam kamar mandi. Hari iru kakak prempuannya sedang sakit flu, setelah minum obat ia ke kamar mandi, mengunci pintu lalu mungkin anfal. Petugas pemadam kebakaran datang dan mendobrak pintu, namun sayang ia tidak bisa diselamatkan. Mungkin kejadian itu adalah mimpi buruk baginya. Dia mungkin tidak mengerti, namun dengan petugas pemadam kebakaran yang datang lalu semua panik, membuat peristiwa itu engga bisa dia lupakan. Sampai sekarang.

Saya tahu kakak prempuannya sudah meninggal, namun saya baru tahu alasannya hari ini. Karena itu sampai saat ini dia selalu membuka semua pintu yang di dalam ruangnya ada orang. Tentu saja ini bikin kesal kalau sedang ada penghuni lain mandi. Dia juga selalu mematikan lampu di tiap ruangan, tapi setahu kami itu hanya permainan kecilnya dan tidak ada alasan khusus tentang itu.

Sedih ya?

masih di kantor, nunggu kolega datang.

Advertisements

One thought on “Biarkan Semua Pintu Terbuka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s